Kota Bandung menjadi saksi lahirnya inisiatif baru dalam dunia pembinaan sepak bola usia dini dengan hadirnya Neo Gen Football Academy. Mantan pemain tim nasional Indonesia, Dedi Kusnandar, secara terbuka menyatakan dukungan penuhnya terhadap akademi yang diprakarsai oleh mantan penyerang Persib Bandung, Sergio van Dijk tersebut. Kehadiran akademi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaring dan mengasah potensi talenta muda di wilayah Jawa Barat agar mampu menembus jenjang profesional di masa depan.
Dedi Kusnandar menekankan bahwa keberadaan fasilitas pelatihan yang terstruktur sangat krusial bagi perkembangan atlet muda. Menurutnya, anak-anak di Bandung dan sekitarnya kini memiliki wadah yang lebih representatif untuk mengekspresikan kemampuan teknis mereka. Ia berharap para pemain muda dapat memanfaatkan setiap program yang disediakan akademi sebagai fondasi kuat sebelum melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Dedi menyoroti filosofi pembinaan yang diusung oleh akademi tersebut. Ia mengingatkan bahwa pada level usia dini, orientasi utama tidak boleh hanya terpaku pada perolehan gelar juara. Fokus yang harus diutamakan adalah proses pengembangan karakter, pemahaman taktik, dan peningkatan kemampuan individu secara berkelanjutan. Baginya, prestasi jangka panjang seorang pemain justru ditentukan oleh seberapa baik proses pembinaan yang mereka terima di usia muda.
Menanggapi dukungan tersebut, Founder Neo Gen Football Academy, Rizky Bagja, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan strategi pengembangan bertahap. Saat ini, fokus akademi diprioritaskan pada dua kelompok usia, yakni 10 tahun dan 15 tahun. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan bahwa setiap elemen pembinaan, mulai dari kurikulum hingga mentalitas pemain, dapat dibangun secara solid sebelum nantinya memperluas jangkauan ke kelompok usia lainnya.
Dalam waktu dekat, Neo Gen Football Academy telah menyiapkan agenda kompetisi bagi para siswanya. Kelompok usia 10 tahun diproyeksikan untuk mengikuti turnamen internasional Singa Cup di Singapura dengan menyeleksi 15 hingga 20 pemain terbaik. Sementara itu, kelompok usia 15 tahun dijadwalkan untuk berkompetisi dalam turnamen yang akan berlangsung di Bali pada September 2026 mendatang sebagai bagian dari evaluasi perkembangan mereka.
Rizky menegaskan bahwa visi besar dari akademi ini bukan sekadar melatih kemampuan mengolah bola semata. Pihaknya berkomitmen untuk membentuk pribadi pemain yang utuh, mencakup aspek kedisiplinan, mentalitas juara, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan kolaborasi antara tokoh sepak bola berpengalaman dan manajemen yang terstruktur, Neo Gen diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem sepak bola nasional di masa mendatang.