Mitchell Baker tidak bisa menyembunyikan kegembiraan setelah debut impiannya bersama Timnas Indonesia. Striker berusia 19 tahun itu mencetak tiga gol sekaligus mengantarkan Garuda ke kemenangan besar 5-1 atas Kamboja pada laga pembuka Grup B Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7) malam. Dua gol lain disumbangkan Sandy Walsh dan Jens Raven, melengkapi pesta gol yang memuaskan puluhan ribu penonton yang memenuhi tribun.
Kemenangan itu membawa Indonesia memuncaki klasemen sementara dengan rahang gol terbaik. Baker kini menduduki puncak daftar pencetak gol terbanyak bersama Nguyen Dinh Bac dari Vietnam, masing-masing memiliki tiga butir. Posisi ini memberinya keuntungan psikologis sebelum laga kedua melawan Timor Leste di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7) mendatang.
Latar belakang kehadiran Baker di tim senior tidak terlepas dari program naturalisasi yang digagas PSSI sejak beberapa tahun lalu. Lahir di Inggris dari ayah asal Inggris dan ibu berdarah Indonesia, ia dipanggil ke tim U-20 pada awal 2025 sebelum naik ke tim senior di bawah asuhan pelatih John Herdman. Postur 197 sentimeter dan kemampuan finishing yang tajam menjadikannya senjata baru di lini depan yang selama ini dikritik kurang tajam.
Herdman sendiri telah menegaskan bahwa Baker adalah salah satu dari enam pemimpin di gandaan timnas, meskipun usianya paling muda. Keputusan memasukkannya sebagai starter di laga pembuka membuahkan hasil instan. Tiga gol dicetaknya dalam rentang 90 menit menunjukkan kematangan mental di atas rata-rata pemain sebayanya.
Namun, yang paling menarik perhatian bukan hanya performa di lapangan. Dalam konferensi pers pasca laga, Baker mengakui takjub dengan atmosfer suporter Indonesia. "Ini mungkin pengalaman terbaik yang pernah saya alami," ujarnya sambil tersenyum lebar. "Kehadiran suporter benar-benar membantu, mereka memotivasi kami terus-menerus." Pengakuan ini datang dari pemain yang sebelumnya hanya terbiasa bermain di liga akademi Inggris dengan penonton seadanya.
Animo suporter di Pakansari memang luar biasa. Sejak jam lima sore, alun-alun stadion sudah dipadati warga Bogor dan sekitarnya berjersey merah putih. Tarian saman, nyanyian "Garuda di Dadaku", dan tifo raksasa menciptakan suasana yang sulit ditemukan di liga domestik manapun. Baker, yang akrab disapa "Mitch" oleh rekan tim, menyerap semua itu dengan mata berkaca-kaca.
Kinerja Baker juga mendapat sorotan media internasional. Portal olahraga Malaysia melaporkan hattricknya sebagai "debut paling mengesankan di sejarah Piala AFF terbaru". Di dalam negeri, netizen memuji keputusan Herdman mempercayakan garis depan kepada pemain kelahiran 2007 ini. Komentar di media sosial mayoritas mengakui bahwa fisik dan instingra golekan Baker adalah jawaban atas keluhan lama soal kekurangan striker alami.
Dampak psikologis bagi tim lawan tak kalah besar. Timor Leste yang menjadi lawan selanjutnya pasti akan mempersiapkan strategi khusus untuk mengunci Baker. Namun, hal itu justru membuka ruang bagi pemain lain seperti Rafael Struick, Thom Haye, atau Jens Raven untuk berekspresi. Herdman dikenal suka memutar formasi, dan kehadiran target man seperti Baker memperluas variasi serangan.
Secara historis, Indonesia belum pernah memiliki striker naturalisasi yang langsung mencetak hattrick di debut turnamen senior resmi. Beto Goncalves dan Stefano Lilipaly butuh waktu adaptasi. Evan Dimas dan Ilija Spasojevic pun tidak secepat ini. Baker menulis sejarah baru, dan hal itu menciptakan narasi positif bagi program naturalisasi yang sering dikritik.
Proyeksi ke depan, peluang Indonesia ke final semakin terbuka. Jika Garuda lolos ke final, satu laga akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Baker sendiri mengaku "tidak sabar menunggu sisa turnamen". Jika performa di Pakansari menjadi tolok ukur, atmosfer di GBK akan jauh lebih "gila" dan bisa jadi dorongan ekstra untuk gelar juara ke-tiga sejarah.
Kendati demikian, tim manajemen dan pelatih harus bijak mengelola beban fisik dan mental pemain muda ini. Tekanan media, ekspektasi publik, dan jadwal padat jebakan yang harus dihindari. Herdman telah menunjukkan kemampuan manajemen pemain senior dengan baik, dan ujian selanjutnya adalah memastikan Baker tetap fokus tanpa terbebani gelar "penyelamat".
Kemenangan 5-1 dan hattrick Baker adalah permulaan yang sempurna. Tapi di sepak bola, hanya konsistensi yang menentukan nasib. Laga melawan Timor Leste akan jadi ujian apakah debut mewah ini hanya kilatan sesaat, atau awal dari era baru striker andalan Timnas Indonesia.