Tottenham Hotspur memperkenalkan Savio kepada penggemar lewat laga Carabao Cup kontra Charlton Athletic, Kamis dini hari WIB. Pemain sayap Brasil itu masuk dari menit ke-71 dan hanya butuh 11 menit untuk menggosokkan bola ke gawang, lalu menambah assist bagi Ben Davies tiga menit kemudian. Debut yang memukul mundur itu datang setelah Spurs mengeluarkan 75 juta pound untuk membawanya dari Manchester City musim panas ini.
Usai laga, De Zerbi tidak menutupi keinginannya agar Savio menjadi sumber gol andalan. Pelatih asal Italia itu mengakui kualitas teknis Savio sudah tingkat tinggi, namun menegaskan sayap terbaik di dunia modern wajib mencetak gol secara konsisten. Ia sudah berbicara pribadi dengan pemain dan menetapkan angka 10 hingga 12 gol sebagai target minimal untuk musim ini.
Kebuntuan gol menjadi masalah besar Tottenham musim lalu. Tim hanya finis di posisi ke-17 klasemen Premier League, jauh di bawah ekspektasi. De Zerbi menilai kekurangan produktivitas dari lini depan — termasuk sayap — sebagai penyebab utama kegagalan meraih posisi Liga Champions. Oleh karena itu, ia meminta kontribusi gol ganda dari setiap sayap, bukan hanya dari penyerang tengah.
Riwayat Savio di Manchester City menunjukkan angka yang masih rendah: tujuh gol dalam dua musim, dengan rincian tiga gol musim pertama dan empat gol musim lalu. Puncak performa gol justru tercatat saat ia dipinjamkan ke Girona pada 2023-24, di mana ia mengumpulkan 11 gol dari 41 penampilan. Data ini menjadi tolok ukur realistis bagi target yang baru ditetapkan De Zerbi.
Menilai kelayakan target, sejumlah analis menilai angka 10-12 gol cukup wajar jika Savio mendapat waktu main penuh dan sistem taktis yang mendukung lari ke dalam area. Di Girona, ia sering diposisikan lebih bebas di sisi kiri dengan kebebasan masuk ke tengah, pola yang De Zerbi juga cenderung terapkan di Spurs. Konsistensi fisik dan adaptasi ke intensitas Premier League akan menjadi kunci.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kehadiran Savio menambah daya tarik Liga Inggris di layanan streaming lokal. Banyak komunitas penggemar Spurs di Jakarta, Surabaya, dan Bandung yang sudah mengikuti perkembangan transfer ini sejak rumor musim panas. Penampilan debut yang memuaskan diharapkan memicu peningkatan penayangan dan diskusi di media sosial domestik.
De Zerbi menegaskan, "Dari segi kualitas, dia adalah salah satu pemain sayap terbaik, namun pemain sayap terbaik biasanya mencetak banyak gol. Kami butuh 10 atau 12 gol dari para pemain sayap." Pernyataan itu menunjukkan tekanan internal yang disengaja diciptakan pelatih untuk memaksimalkan potensi pemain baru.
Integrasi Savio ke dalam skema 4-2-3-1 yang De Zerbi favoritkan masih dalam tahap awal. Pada laga berikutnya kontra Brentford, pelatih diperkirakan akan memberikan menit lebih lama untuk menguji kemampuan dia mempertahankan ritme 90 menit. Kinerja di laga-lega awal akan menentukan apakah target gol realistis atau perlu disesuaikan.
Jika Savio berhasil memenuhi target, Tottenham akan memiliki dua sayap produktif bersamaan dengan Son Heung-min yang sudah terbukti konsisten. Kombinasi itu berpotensi menggeser keseimbangan kekuatan di bagian atas klasemen, membuat Spurs kembali menjadi kandidat kuat untuk tiket Liga Champions musim depan.
Di sisi lain, kegagalan mencapai angka tersebut bisa memaksa manajemen mencari alternatif di jendela transfer Januari. De Zerbi dikenal pragmatis; ia tidak ragu mengubah susunan jika hasil tidak sesuai ekspektasi. Oleh karena itu, setiap penampilan Savio dalam bulan-bulan mendatang akan dipantau ketat oleh staf teknis dan pengamat.
Secara keseluruhan, target gol yang diberikan De Zerbi bukan sekadar angka simbolis, melainkan indikator keberhasilan proyek pembangunan ulang Tottenham. Keberhasilan Savio akan menentukan arah klub setidaknya dalam dua musim mendatang, sekaligus menjadi narasi menarik bagi penonton sepak bola di Indonesia yang semakin dekat dengan Liga Inggris lewat platform digital.