Olahraga

Wildcard Inggris Arthur Fery Tembus Semifinal Wimbledon Usai Kalahkan Cobolli

Wildcard Inggris Arthur Fery Tembus Semifinal Wimbledon Usai Kalahkan Cobolli

Ringkasan

  • Petenis wildcard asal Inggris, Arthur Fery, menorehkan sejarah di Wimbledon 2024.
  • Ia sukses mengalahkan unggulan kesembilan asal Italia, Flavio Cobolli, dan menjadi salah satu wildcard paling sensasional di era Grand Slam.

LONDON - Petenis asal Inggris, Arthur Fery, menorehkan sejarah di Wimbledon 2024. Bertanding sebagai pemain wildcard, ia sukses menaklukkan unggulan kesembilan asal Italia, Flavio Cobolli, dengan skor telak 6-4, 7-6(4), 6-0 di perempat final. Kemenangan ini mengantarkannya menjadi petenis wildcard keempat di era profesional yang berhasil mencapai babak semifinal Grand Slam tunggal putra.

Fery yang lahir di Perancis dan dibesarkan hanya beberapa menit dari lokasi All England Club ini kini resmi menjadi sorotan publik Inggris. Berperingkat 114 dunia, namanya mungkin belum dikenal luas sebelumnya, namun performa tanpa rasa takut yang ditunjukkannya di lapangan tengah yang panas membuat publik terpukau. Kemenangan ini juga menempatkan Fery sebagai pria Inggris kelima di era profesional yang mencapai semifinal Wimbledon, bergabung dengan nama-nama besar seperti Andy Murray dan Tim Henman.

Pertandingan berjalan sengit di awal. Cobolli sempat memiliki peluang untuk memecahkan servis Fery pada kedudukan 3-3 di set pertama, namun gagal memanfaatkannya. Kesalahan demi kesalahan justru dilakukan oleh Cobolli saat ia melakukan servis di kedudukan 4-5, termasuk melakukan double fault yang membuat Fery unggul set pertama. Memasuki set kedua, Fery sempat tertinggal setelah kehilangan servisnya di awal, namun ia bangkit dengan tenang. Fery berhasil memenangkan tiebreak dan semakin mengontrol jalannya pertandingan.

Memasuki set ketiga, Fery menunjukkan dominasi penuh. Cobolli yang merupakan juara kedua Perancis Terbuka tampak kehilangan konsentrasi. Fery yang telah bermain selama total 14 jam di lapangan sejak awal turnamen menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa di bawah terik matahari. Ia langsung memecahkan servis Cobolli di awal set, dan meskipun sempat mendapat perlawanan saat Cobolli berusaha merebut break point, Fery sanggup meredamnya. Fery akhirnya menutup pertandingan dengan sebuah ace, mengukuhkan posisinya sebagai pemain dengan peringkat terendah yang mencapai semifinal Wimbledon sejak Goran Ivanisevic (peringkat 125) menjuarai turnamen pada 2001.

Dengan hasil ini, Fery bergabung dalam daftar eksklusif wildcard Grand Slam lainnya yang mencapai semifinal, yaitu Jimmy Connors (AS Terbuka 1991) dan Henri Leconte (Perancis Terbuka 1992). Kisah perjalanan Fery di Wimbledon tahun ini menjadi bukti bahwa dalam dunia tenis, sebuah kesempatan (wildcard) dapat mengubah segalanya. Langkah selanjutnya, ia akan menantang lawan di semifinal dengan kepercayaan diri yang sedang melambung tinggi.

Mengapa Ini Penting

Kisah Arthur Fery membuktikan bahwa peringkat bukanlah segalanya dalam tenis. Keberhasilannya sebagai wildcard bisa menjadi inspirasi bagi federasi tenis di Indonesia untuk lebih berani memberikan kesempatan kepada pemain muda berbakat. Dampak dari prestasi seperti ini juga dapat meningkatkan popularitas tenis di kalangan generasi muda.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
8 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →