Alwi Farhan menampilkan performa dominan di hadapan Joakim Oldorff, pebulutangkis Finlandia yang menduduki peringkat 70 dunia, di Indira Gandhi Indoor Stadium. Kemenangan ini membukakan tiket ke babak 16 besar sektor tunggal putra, menambah representasi Indonesia di ajang bergengsi tersebut.
Pertandingan berlangsung dalam kendali penuh sejak awal gim pertama. Oldorff sempat mencetak poin pembuka, namun Alwi langsung merespons dengan lima poin beruntun yang menggeser momentum. Di interval gim pertama, Alwi sudah memimpin 11-5 dan tidak pernah terlihat tertekan hingga menutup gim dengan skor 21-12.
Gim kedua justru lebih חד-سisi. Alwi membuka dengan sepuluh poin tanpa jawab, memaksa Oldorff ke sudut keputusasaan. Meskipun lawannya sempat mencetak beberapa poin setelah interval, jarak terlalu jauh untuk ditutup. Alwi menutup laga dengan 21-9 hanya dalam waktu singkat, menunjukkan kesiapan fisik dan mental yang matang.
Kemenangan Alwi menambah daftar wakil Indonesia yang melaju ke 16 besar. Sebelumnya, Jonatan Christie telah lolos usai melewati pertarungan sengit 64 menit lawan wakil Thailand. Di sektor ganda putra, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri juga menang telak atas pasangan Prancis. Sementara di ganda campuran, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah melengkapi kuartet Indonesia di babak berikutnya.
Keberhasilan Alwi di New Delhi bukan kebetulan semata. Pebulutangkis kelahiran 2005 ini telah menunjukkan tren naik performa sejak awal musim. Ia pernah meraih gelar juara di Indonesia Masters 2023 dan menjadi runner-up di Thailand Masters 2024, membuktikan konsistensi di level internasional. Pelatih tim nasional, Rexy Mainaky, sebelumnya menilai Alwi memiliki kemampuan baca permainan dan ketahanan fisik di atas rata-rata pemain usianya.
Dari sisi teknis, Alwi memanfaatkan kecepatan gerak kaki dan variasi pukulan net yang tajam untuk melumpuhkan Oldorff. Pebulutangkis Finlandia tersebut dikenal bergaya permainan defensif dan mengandalkan ketahanan, namun Alwi tidak memberinya ruang untuk mengatur tempo. Serangan smash tajam dari posisi belakang lapangan dikombinasikan dengan drop shot tiba-tiba, memaksa Oldorff bergerak keempat arah tanpa henti.
Kemenangan ini juga menjawab pertanyaan soal kedalaman bakat tunggal putra Indonesia pasca era Jonatan Christie dan Anthony Ginting. Alwi bersama Chico Aura Dwi Wardoyo dan Christian Adinata membentuk generasi baru yang siap mengisi kekosongan. Fakta bahwa tiga pebulutangkis muda ini rutin masuk babak akhir turnamen Super 500 dan Super 750 menunjukkan regenerasi berjalan lancar.
Namun tantangan di babak 16 besar akan jauh lebih berat. Alwi berpotensi bertemu pemain top dunia seperti Shi Yu Qi (China), Viktor Axelsen (Denmark), atau Kodai Naraoka (Jepang) tergantung hasil undian. Pengalaman bermain di panggung besar Kejuaraan Dunia akan menjadi ujian karakter sekaligus modal pembelajaran berharga untuk karir jangka panjang.
PBSI melalui manajer tim tunggal putra, Ade Lukas, menegaskan bahwa target realistis untuk Alwi di turnamen ini adalah sampai ke perempat final. "Kita tidak memaksa, tapi Alwi punya kemampuan untuk mengejutkan. Yang penting dia bermain bebas dan menikmati proses," ujar Ade saat dihubungi terpisah. Sikap longgar ini dirancang untuk mengurangi beban psikologis pada pemain muda.
Di sisi lain, keberhasilan empat wakil Indonesia ke 16 besar memberikan momentum positif bagi tim nasional menjelang Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028. Kinerja kolektif di Kejuaraan Dunia sering dijadikan barometer kesiapan tim menghadapi multi-event games. Fajar/Fikri yang saat ini menduduki peringkat dua dunia di ganda putra menjadi harapan utama medali emas.
Sejarah mencatat Indonesia pernah meraih gelar juara dunia tunggal putra melalui Rudy Hartono, Liem Swie King, Heryanto Arbi, Taufik Hidayat, dan Sony Dwi Kuncoro. Alwi Farhan kini berusaha menuliskan namanya di daftar legendaris tersebut. Perjalanannya masih panjang, tapi langkah di New Delhi membuktikan ia berada di jalur yang benar.
Pertandingan babak 16 besar dijadwalkan berlangsung Jumat (21/8) waktu setempat. Seluruh mata akan tertuju pada apakah Alwi mampu melanjutkan mimpi dan menyumbang satu lagi kemenangan bersejarah untuk bulu tangkis Indonesia. Apapun hasilnya, performa di New Delhi sudah menjadi bukti nyata bahwa regenerasi bulu tangkis Indonesia berjalan dengan baik.