Suasana Sirkuit Silverstone, Inggris, mendadak dipenuhi gelak tawa penonton saat ajang parade pembalap Formula 1 (F1) pada Minggu (5/7) menyuguhkan pemandangan unik. Para pembalap papan atas dunia terpaksa meninggalkan jet darat mereka sejenak untuk mengendarai replika mobil yang seluruhnya terbuat dari kepingan Lego. Aksi ini menciptakan kekacauan yang menghibur di lintasan balap.
Kekacauan dimulai tepat di tikungan pertama, di mana beberapa mobil Lego tampak tersangkut di area gravel yang biasanya menjadi mimpi buruk bagi pembalap profesional. Carlos Sainz dari tim Williams menjadi salah satu korban yang kendaraannya mengalami kendala, hingga akhirnya harus menumpang di mobil rekan sejawatnya, Lando Norris dari tim McLaren, untuk melanjutkan parade.
Meskipun sempat dikritik oleh pembalap Red Bull, Max Verstappen, yang merasa aksi ini berisiko membuat citra pembalap terlihat seperti badut, nyatanya hampir seluruh pembalap turut berpartisipasi. Bahkan, Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, ikut bergabung dalam kemeriahan tersebut. Fernando Alonso dari tim Aston Martin akhirnya keluar sebagai yang tercepat dalam parade unik ini.
Setiap mobil Lego yang digunakan dalam parade ini merupakan mahakarya teknik yang luar biasa. Dibangun dari lebih dari 28.000 kepingan Lego, kendaraan ini mampu mencapai kecepatan maksimal 25 km/jam. Meski kecepatannya jauh di bawah mobil F1 asli, detail desain yang menyerupai livery tim musim 2026 membuat kendaraan ini tampak sangat realistis dan memukau para penggemar.
Proses pembuatan mobil-mobil ini melibatkan dedikasi tinggi dari tim yang terdiri atas 20 desainer, insinyur, dan perakit Lego di fasilitas produksi mereka di Kladno, Republik Ceko. Secara total, dibutuhkan lebih dari 6.400 jam kerja untuk merampungkan seluruh armada Lego tersebut. Hal ini menunjukkan kolaborasi kreatif antara dunia otomotif dan industri mainan global.
Ini bukan kali pertama Formula 1 menjalin kemitraan dengan Lego. Pada tahun sebelumnya, trofi bagi tiga pembalap tercepat di Grand Prix Inggris juga dibuat dari bahan Lego. Selain itu, para pembalap sempat melakukan parade serupa di Miami menggunakan mobil listrik dua tempat duduk berbahan Lego, menegaskan bahwa F1 kini semakin terbuka terhadap aktivasi pemasaran yang kreatif dan menghibur bagi penggemar setianya.