KUDUS, JAWA TENGAH — Akademi Persib Bandung kategori U18 putri resmi mengamankan tiket ke babak semifinal Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars musim 2025/2026 setelah mengalahkan Samba Persada Women dengan skor 2-0 pada laga Grup B di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (10/7/2026). Kemenangan ini menempatkan tim yang dijuluki Mojang Bandung di puncak klasemen sementara dengan raihan enam poin dari tiga pertandingan fase grup, menunggu hasil laga penentu antara Arema FC Women melawan Putri Tangsel City untuk mengetahui posisi akhir mereka di grup.
Dua gol kemenangan dicetak oleh Auliah Arifah pada menit ke-43 dan Mega Aprilia pada menit ke-59 dalam pertandingan berdurasi 2x35 menit. Kedua gol tersebut lahir pada babak kedua setelah tim mengalami tekanan cukup signifikan dari lawan di babak pertama. Gelandang Auliah Arifah mengakui bahwa laga berlangsung tidak mudah karena Samba Persada Women memberikan perlawanan ketat sejak menit awal, namun ketenangan dan ketahanan mental pada babak kedua menjadi kunci bagi Persib untuk mengembangkan permainan dan memanfaatkan peluang emas.
Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, mengungkapkan bahwa pendekatan hati-hati dan manajemen fisik menjadi prioritas utama di laga ini. Cuaca panas yang menyelimuti arena serta jadwal pertandingan siang hari memaksa tim pelatih untuk melakukan rotasi sejumlah pemain, terutama di lini depan, guna meminimalkan risiko kelelahan dan cedera menjelang fase gugur. Keputusan ini memang berisiko menurunkan kualitas permainan karena melibatkan pemain cadangan, namun Dian meyakini kedalaman skuad dan tekad seluruh pemain mampu menutupi kelemahan tersebut.
Lebih dari sekadar mencari kemenangan, Dian menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan di turnamen ini adalah pembinaan pemain. Rotasi pemain memberikan kesempatan berharga bagi mereka yang belum mendapat menit bermain di fase grup untuk menampilkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat nasional. Hal ini selaras dengan visi jangka panjang klub dalam mengembangkan bakat muda sepak bola putri Indonesia melalui jalur akademi yang terstruktur.
Menghadapi semifinal yang dijadwalkan digelar Sabtu (11/7/2026), tim pelatih sudah menyiapkan sejumlah perubahan taktis. Dian memperkirakan lawan di babak empat besar akan memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan tim-tim di fase grup. Persiapan tidak hanya bersifat taktis, tetapi juga memfokuskan pada proses pemulihan fisik agar seluruh pemain berada dalam kondisi prima. Adaptasi terhadap jadwal pertandingan siang yang menguras energi juga menjadi perhatian khusus agar performa optimal tetap terjaga.
Skema lawan di semifinal akan bergantung pada posisi akhir Persib di Grup B. Jika berstatus juara grup, Mojang Bandung akan berhadapan dengan Putri Garut selaku runner-up Grup A. Sebaliknya, jika menyandang gelar runner-up, lawan yang menunggu adalah Putri JP Jakarta selaku juara Grup A. Kedua lawan potensial tersebut dikenal memiliki tim yang solid dan berpengalaman, sehingga Persib harus mempersiapkan strategi yang matang untuk melangkah ke final.
Keberhasilan Akademi Persib Bandung di ajang HSL All-Stars ini menegaskan posisi klub sebagai salah satu pionir pengembangan sepak bola putri di Indonesia. Persib Bandung telah lama berkomitmen membangun struktur akademi putri yang profesional, lengkap dengan fasilitas pelatihan, tim pelatih berkualifikasi, dan program pengembangan pemain yang terencana. Hasil di turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa investasi jangka panjang pada grassroot sepak bola putri mulai memberikan buah yang manis.
Secara luas, partisipasi dan prestasi akademi-akademi klub besar seperti Persib, Arema, dan klub-klub lain di HSL All-Stars memberikan dampak positif bagi ekosistem sepak bola putri nasional. Turnamen ini menjadi platform kompetisi berkualitas bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan, serta ladang pencarian bakat bagi tim nasional U-20 dan senior. Keberlanjutan liga semacam ini krusial untuk menutup kesenjangan kualitas dan kuantitas pemain putri di Indonesia, serta mendorong pertumbuhan minat publik terhadap sepak bola putri domestik.