Zinedine Zidane resmi dilantik sebagai pelatih baru Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps, Selasa (28/7/2026) sore waktu Indonesia Barat. Kontrak yang ditandatangani berjangka empat tahun, membawa sang legenda hingga Piala Dunia 2030.
Keputusan ini datang setelah Prancis gagal meraih gelar di Piala Dunia 2026, padahal skuad Les Bleus kaya akan bakat di setiap lini. Deschamps yang membawa Prancis juara dunia 2018 dan Liga Bangsa 2021 dipandang sudah mencapai puncak, sehingga federasi mencari wajah baru yang mampu mempertahankan dominasi.
Sebagai pemain, Zidane mencatat 108 penampilan untuk Tim Ayam Jantan dengan rasio kekalahan hanya 7,4 persen, angka terendah di antara semua pemain Prancis. Ia juga mengukir sejarah dengan gelar Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, memperkuat reputasinya sebagai pemimpin alami di lapangan.
Karier pelatih di Real Madrid semakin menegaskan kualitasnya: tiga trofi Liga Champions dan dua gelar LaLiga dalam kurun waktu singkat. Gaya bermain yang mengutamakan kontrol bola dan transisi cepat menjadi ciri khas tim yang ia bina.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menilai pengalaman ganda Zidane — sebagai pemain dan pelatih berprestasi — sebagai modal utama untuk membangkitkan semangat tim. Harapan besar tertuju pada kemampuannya mengelola ruang dressing room yang penuh bintang.
Dalam konferensi pers pertamanya, Zidane menyatakan, "Hari ini saya punya kesempatan melatih tim ini dan saya akan memberikan segalanya untuk tim ini." Ia menegaskan identitasnya sebagai nomor sepuluh yang selalu mengejar target, serta keinginan menjadi pemimpin berkat pengalaman bertahun-tahun.
Sang mantan kapten juga mengucapkan terima kasih kepada Deschamps, "Saya ingin berterima kasih kepada DD atas kariernya yang gemilang selama ini." Sikap hormat ini menenangkan transisi kekuasaan di kursi pelatih.
Bagi pemain seperti Kylian Mbappé, Antoine Griezmann, dan generasi muda Eduardo Camavinga, kehadiran Zidane berpotensi mengubah dinamika taktis. Fleksibilitas formasi dan penekanan pada kreativitas di tengah lapangan diharapkan memaksimalkan kemampuan individu.
Di Indonesia, nama Zidane sudah lama menjadi ikon inspirasi bagi pelatih muda dan akademi sepak bola. Penunjukan ini memperkuat narasi bahwa legenda lapangan bisa bertransformasi menjadi manajer sukses, meski konteks liga dan budaya sepak bola Prancis jauh berbeda dengan tanah air.
Tantangan utama menanti Zidane adalah tekanan media dan ekspektasi instan untuk mengembalikan gelar dunia. Ia harus menyatukan ego bintang senior dengan kebutuhan regenerasi, sambil menjaga stabilitas mental tim di ajang kualifikasi Liga Bangsa dan Euro 2028.
Langkah awal akan terlihat pada laga persahabatan dan kualifikasi Liga Bangsa musim depan, di mana Zidane bisa menguji sistem permainan dan rotasi pemain. Hasil awal akan menentukan kepercayaan publik dan dukungan federasi.
Jangka panjang, proyek empat tahun ini diharapkan menuliskan babak baru keemasan Prancis. Jika berhasil, Zidane akan menempatkan namanya di samping Deschamps sebagai arsitek dua era kejayaan Les Bleus.