Olahraga

Yamal Pungkasi Sepak Bola di 19 Tahun, Argentina Khianati Messi

Yamal Pungkasi Sepak Bola di 19 Tahun, Argentina Khianati Messi

Ringkasan

  • Spanyol juara Piala Dunia 1-0 atas Argentina di New York via extra time.
  • Yamal 19 tahun pungkasi karier internasional Messi 39 tahun.

Spanyol menjuarai Piala Dunia usai mengalahkan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium, dengan Lamine Yamal menjadi simbol peralihan era dari Lionel Messi yang berusia 39 tahun. Kemenangan itu mengukuhkan pemain berusia 19 tahun enam hari tersebut sebagai pengoleksi gelar Euro dan Piala Dunia paling muda dalam sejarah, sekaligus menutup kemungkinan besar kiprah Messi di turnamen akbar tersebut.

Pelukan antara Yamal dan Messi di akhir laga menyiratkan penyerahan obor secara simbolis. Messi menatap lama ke arah suporter Argentina yang menyanyikan namanya, mungkin untuk terakhir kalinya tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia. Yamal, yang lahir dua dekade setelah Messi mulai tenar, menghampiri legenda hidup itu untuk memberi penghiburan sebelum keduanya berpelukan erat.

Keduanya memiliki ikatan historis yang unik. Pada September 2007, Messi yang saat itu 20 tahun terlibat dalam sesi foto amal bersama bayi Yamal berusia enam bulan untuk kalender undian. Gambar tersebut kembali viral menjelang final. Kini bayi dalam foto tersebut telah tumbuh dewasa dan mengangkat trofi yang sama dengan Messi.

Yamal membawa beban cedera hamstring saat turnamen dimulai, namun tampil sebagai pemain paling berpengaruh bagi Spanyol. Ia menjadi peserta termuda yang memenangi Piala Dunia dan Euro, menyusul keberhasilan La Furia Roja mengalahkan Inggris di Euro 2024. Rekam jejaknya bersama tim nasional pun luar biasa: tidak terkalahkan dalam 28 laga kompetitif dan memenangi seluruh 13 pertandingan turnamen besar yang ia jalani sebagai starter.

Catatan tersebut menjadikannya pemain Eropa dengan rasio kemenangan 100 persen tertinggi di ajang mayor saat dipercaya sebagai starter. Bersama rekan setimnya Pau Cubarsi, Yamal masuk dalam daftar lima remaja yang pernah tampil dan menang di final Piala Dunia, menyusul Pele (1958), Giuseppe Bergomi (1982), dan Kylian Mbappe (2018).

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyanjung kontribusi Yamal usai laga. Ia menyebut pemain tersebut berkorban demi kepentingan tim dan menunjukkan kematangan di atas umurnya. De la Fuente menilai Yamal telah memainkan sepak bola hebat yang akan mematangkan dirinya menjadi pemain lebih besar lagi.

Salah satu ujian terbesar Yamal adalah tingkah provokatif Argentina. Bek Nicolas Tagliafico kerap melakukan kontak fisik keras untuk mengintimidasi winger Barcelona itu. Mantan kiper timnas Inggris sekaligus pandit BBC Joe Hart menyoroti ketenangan Yamal menghadapi tekanan tersebut. Hart menegaskan Yamal tidak terpancing, tidak mundur, dan tetap dingin meski hampir seluruh tim Argentina berupaya menghancurkannya.

Di sisi lain, Argentina tampil dengan pendekatan konfrontatif sejak menit pertama. Wasit Slovenia Slavko Vincic memberikan toleransi yang memicu kemarahan suporter Spanyol, termasuk saat Alexis Mac Allister melakukan tekel buruk kepada Dani Olmo tanpa kartu merah. Pendukung bahkan menyanyikan nama presiden FIFA Gianni Infantino secara ironis sebagai bentuk protes atas dugaan perlakuan istimewa bagi Argentina sepanjang turnamen.

Kartu kuning pertama baru keluar pada menit ke-40 untuk Lisandro Martinez atas pelanggaran terhadap Mikel Oyarzabal. Aksi spoiling Argentina tersebut merusak talenta asli mereka yang sebelumnya menghancurkan Inggris di semifinal. Messi praktis menjadi penonton dalam banyak momen karena taktik timnya justru meminggirkan sang kapten.

Pelatih Lionel Scaloni menangis saat ditanya apakah ini laga terakhir Messi di Piala Dunia. Kontraknya bersama tim juga habis Desember mendatang. Messi sempat meminta wasit mengusir Marc Cucurella karena berbicara dengan tangan menutup mulut, sebuah gambaran betapa frustrasinya sang ikon menghadapi jalannya laga.

Gol kemenangan Spanyol lahir dari kaki Ferran Torres pada menit ke-106. Hasil itu melengkapi dominasi internasional Spanyol dan menjadikan Yamal pesona keberuntungan tersendiri bagi negaranya. Dengan Rodri sebagai kapten dan pemain terbaik turnamen, Yamal memiliki mentor ideal untuk menambah koleksi trofi di masa depan.

Bagi penggemar di Indonesia, performa Yamal membuktikan bahwa usia bukan batas dalam sepak bola modern asalkan didukung pembinaan usia dini yang terstruktur. Akademi klub seperti Barcelona telah menghasilkan produk siap pakai di level tertinggi. Sementara itu, akhir era Messi mengingatkan betapa singkatnya waktu bagi legenda untuk benar-benar pamit dari panggung dunia.

Ke depan, Yamal diproyeksikan menjadi wajah baru sepak bola global menggantikan generasi Messi dan Ronaldo. Spanyol berpotensi mendominasi kompetisi internasional beberapa tahun ke depan dengan basis pemain muda yang sudah berpengalaman juara. Argentina harus merestrukturisasi tim pascakepergian Messi agar tidak kehilangan taji di Amerika Selatan dan dunia.

Mengapa Ini Penting

Kiprah Yamal memberi pelajaran bagi Indonesia soal urgensi sistem akademi yang memprioritaskan kematangan mental remaja di kompetisi elite. Kegagalan Argentina menunjukkan taktik intimidasi tidak lagi relevan di era VAR dan jurnalisme penggemar global yang kritis. Berakhirnya era Messi mempercepat transisi komersial sepak bola yang akan mengubah peta sponsor dan rating siaran di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Yamal Pungkasi Sepak Bola di 19 Tahun, Argentina Khianati Messi"?

Spanyol juara Piala Dunia 1-0 atas Argentina di New York via extra time. Yamal 19 tahun pungkasi karier internasional Messi 39 tahun.

Mengapa Olahraga ini penting?

Kiprah Yamal memberi pelajaran bagi Indonesia soal urgensi sistem akademi yang memprioritaskan kematangan mental remaja di kompetisi elite. Kegagalan Argentina menunjukkan taktik intimidasi tidak lagi relevan di era VAR dan jurnalisme penggemar global yang kritis. Berakhirnya era Messi mempercepat transisi komersial sepak bola yang akan mengubah peta sponsor dan rating siaran di pasar Asia Tenggar

Sumber Asli
BBC Sport
Tanggal
20 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit