Banyak bar, restoran, dan pusat perbelanjaan di Hong Kong melaporkan peningkatan signifikan dalam penjualan selama Piala Dunia 2026, dengan distrik hiburan utama Lan Kwai Fong mencatat kenaikan kunjungan hingga 70% pada pertandingan-pertandingan besar. Allan Zeman, ketua Lan Kwai Fong Group, mengatakan kepada South China Morning Post bahwa ia menyaksikan langsung euforia para penggemar di tengah malam pada pertandingan Inggris melawan Norwegia, menggambarkan malam itu sebagai "gila" dan berjanji bahwa suasana akan semakin meriah menjelang final.
"Bisnis meningkat 60 hingga 70 persen," kata Zeman, yang membandingkan pertandingan penting yang melibatkan tim-tim besar seperti Inggris, Brasil, dan Argentina dengan hari biasa. Ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Lan Kwai Fong akan dipadati pengunjung pada pertandingan final, meskipun ia enggan memprediksi dampak spesifiknya.
Fenomena ini tidak terbatas pada Lan Kwai Fong saja. Pub, bar, dan restoran di seluruh kota melaporkan kenaikan occupancy dan penjualan yang tajam, bahkan pusat perbelanjaan yang biasanya sepi juga kebanjiran pengunjung yang mencari tempat bersosialisasi sambil menonton pertandingan. Tren ini dianggap sebagai kebangkitan yang sangat dibutuhkan bagi industri perhotelan yang telah berjuang selama bertahun-tahun karena konsumen Hong Kong beralih ke Tiongkok daratan untuk mencari harga yang lebih murah dan pilihan yang lebih beragam.
Analis ekonomi melihat dampak ini sebagai indikator ketahanan sektor perhotelan kota dan potensi untuk memanfaatkan data analitik guna mengoptimalkan penawaran selama acara olahraga besar di masa depan. Dengan menggunakan sistem pemesanan dan pemantauan penjualan secara real-time, pemilik usaha dapat menyesuaikan promosi, inventaris, dan penempatan staf untuk memaksimalkan pendapatan.
Distrik lain seperti Tsim Sha Tsui dan Jordan juga mencatat peningkatan serupa, dengan banyak pemilik usaha melaporkan peningkatan pemesanan kelompok dan peningkatan penjualan minuman. Peningkatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan jangka pendek tetapi juga menciptakan lapangan kerja tambahan, dengan banyak tempat merekrut staf paruh waktu untuk menangani lonjakan permintaan.
Namun, para pengamat memperingatkan agar tidak terlalu bergantung pada acara satu kali. Beberapa pemilik usaha khawatir bahwa euforia ini mungkin bersifat sementara dan menekankan perlunya diversifikasi penawaran dan pengembangan program acara sepanjang tahun untuk menjaga momentum setelah Piala Dunia berakhir.
Menjelang pertandingan final, pemilik usaha bersiap untuk gelombang aktivitas terakhir. Banyak yang merencanakan acara khusus, paket paket, dan kemitraan dengan operator tur untuk menarik baik wisatawan maupun penduduk lokal. Integrasi teknologi, seperti sistem pemesanan yang dapat diskalakan dan platform analisis data, diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan memberikan wawasan yang dapat diterapkan untuk acara mendatang.
Secara keseluruhan, dampak Piala Dunia terhadap bisnis perhotelan Hong Kong mencerminkan daya tarik yang lebih luas dari kota sebagai tujuan wisata dan hiburan. Peningkatan ini memberikan harapan baru bagi investor, operator perhotelan, dan pembuat kebijakan yang berupaya memperkuat posisi Hong Kong di tengah persaingan regional yang ketat. Data dari acara ini juga dapat menjadi dasar bagi strategi yang didorong oleh data untuk meningkatkan daya saing ekonomi kota di masa depan.