Win Naing Tun menjadi sorotan setelah performa gemilangnya di laga matchday ketiga Grup B. Tiga gol yang dicetaknya tidak hanya mengantarkan Myanmar menewaskan Laos 7-2, tetapi juga mendorong namanya melesat ke posisi teratas klasemen top skor bersama Mitchell Baker. Kedua pemain kini sama-sama mengoleksi empat gol setelah tiga laga berlangsung.
Keseimbangan di puncak papan pencetak gol menciptakan narasi menarik untuk babak penyisihan grup yang tersisa satu pertandingan. Mitchell Baker, yang menjadi andalan lini depan Timnas Indonesia, belum lagi tampil di laga terakhir Grup A melawan Singapura. Sementara Win Naing Tun akan menghadapi Thailand yang saat ini memimpin klasemen dengan sembilan poin penuh.
Pertemuan Myanmar melawan Thailand di matchday keempat Grup B berpotensi menjadi penentu nasib kedua pemain di perlombaan top skor. Thailand sendiri memiliki tiga pemain di posisi empat besar dengan koleksi dua gol masing-masing: Kakana Khamyok, Teerasak Poeiphimai, dan Yotsakorn Burapha. Kedewasaan pertahanan Thailand akan menjadi ujian keras bagi Win Naing Tun yang hingga kini mencetak empat gol dari tiga penampilan.
Di sisi Indonesia, Mitchell Baker memiliki peluang emas di laga penutup Grup A melawan Singapura. Tim Merah Putih membutuhkan kemenangan untuk memastikan lolos ke semifinal, dan Baker sebagai striker utama diharapkan menambah koleksi golnya. Kedudukan Indonesia di klasemen Grup A masih terbuka lebar, membuat laga melawan Singapura menjadi sangat krusial bukan hanya untuk kelolosan tim, tapi juga untuk nasib Baker di perlombaan individu.
Persaingan di posisi kedua pun tidak kalah sengit. Than Paing, rekan setim Win Naing Tun, menempati posisi kedua dengan tiga gol bersama Paulo Josue dari Malaysia dan Nguyen Dinh Bac dari Vietnam. Ketiga pemain ini masih memiliki satu kesempatan lagi untuk mengejar duo puncak. Paulo Josue akan berhadapan dengan Filipina, sedangkan Nguyen Dinh Bac akan menghadapi Kamboja — dua lawan yang pada kertasnya lebih ringan dibandingkan Thailand.
Kondisi klasemen grup yang masih sangat terbuka menambah ketegangan di babak akhir fase grup. Hingga kini belum ada satupun tim yang memastikan tiket ke empat besar. Thailand menjadi satu-satunya tim dengan peluang terbesar setelah mengumpulkan sembilan poin dari tiga laga, namun bahkan mereka belum matematis lolos. Malaysia dengan enam poin, Myanmar dan Vietnam masing-masing empat poin, serta Indonesia tiga poin, semua masih berpeluang.
Format turnamen yang hanya mengantarkan dua tim teratas setiap grup ke semifinal menciptakan dinamika yang memaksa setiap tim bermain penuh kalkulasi. Kemenangan dengan selisih gol besar seperti yang dicatat Myanmar atas Laos (7-2) tidak hanya menambah poin, tetapi juga memperbaiki goal difference yang bisa menjadi penentu jika terjadi kesamaan poin. Hal ini juga menjelaskan mengapa para pencetak gol terus termotivasi untuk menambah koleksi hingga menit terakhir.
Dari perspektif sepak bola Indonesia, posisi Mitchell Baker di puncak top skor menjadi satu-satunya kabar baik di tengah ketidakpastian kelolosan Timnas. Performa Baker yang konsisten — mencetak gol di tiga laga berturut-turut — menunjukkan adaptasi yang baik ke sistem pelatih baru. Namun, beban mental yang menumpang pada laga terakhir melawan Singapura akan menjadi ujian karakter bagi striker berusia 24 tahun ini.
Sejarah Piala AFF mencatat bahwa gelar top skor sering kali diraih oleh pemain dari tim yang melaju ke final. Tiga edisi terakhir (2020, 2022, 2024) saw top scorers berasal dari tim finalis: Chanathip Songkrasin (Thailand 2020), Teerasil Dangda (Thailand 2022), dan Nguyen Tien Linh (Vietnam 2024). Jika tren ini berlanjut, peluang Baker dan Win Naing Tun sangat bergantung pada kemampuan tim mereka menembus semifinal.
Laga penutup fase grup dijadwalkan berlangsung bersamaan pada hari Kamis (6/8) untuk mencegah kecurangan klasemen. Empat laga kritis — Indonesia vs Singapura, Vietnam vs Kamboja, Thailand vs Myanmar, dan Malaysia vs Filipina — akan menentukan empat tim semifinal sekaligus menyelesaikan perlombaan top scorer. Semua mata akan tertuju ke performa Mitchell Baker dan Win Naing Tun di 90 menit penentu tersebut.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertarungan top skor ini memberikan narasi tambahan di luar drama kelolosan Timnas. Mitchell Baker telah membuktikan dirinya sebagai penyerang andal di tingkat regional, dan gelar top skor akan menjadi validasi atas statusnya sebagai striker utama Timnas. Namun, pencapaian individu itu akan terasa hampa jika Indonesia gagal lolos ke semifinal — sebuah skenario yang masih sangat mungkin terjadi mengingat ketatnya kompetisi di Grup A.