London kembali bersiap menghadapi gelombang panas yang diprediksi akan melanda selama pekan kedua turnamen Wimbledon. Pihak penyelenggara All England Club kini meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan para pemain serta penonton di tengah cuaca ekstrem yang diperkirakan mencapai suhu di atas 30 derajat Celsius.
Setelah sempat memecahkan rekor suhu bulan Juni pada angka 37 derajat Celsius pekan lalu, otoritas turnamen telah memperketat komunikasi kepada para penonton. Langkah ini mencakup imbauan untuk lebih banyak berada di area teduh, penggunaan topi sebagai pelindung, serta penambahan titik pengisian air minum di sekitar kompleks guna mencegah dehidrasi bagi ribuan pengunjung.
Di dalam lapangan, regulasi terkait cuaca panas telah diaktifkan untuk melindungi kondisi fisik atlet. Sesuai dengan aturan turnamen, pemain diberikan hak untuk meminta jeda istirahat selama 10 menit, atau 15 menit bagi atlet kursi roda, apabila indeks tekanan panas mencapai angka 30,1 derajat Celsius atau lebih tinggi selama pertandingan berlangsung.
Tantangan cuaca ini tidak hanya dirasakan di dalam lapangan, tetapi juga merambah ke sektor akomodasi pemain. Banyak atlet yang menyewa hunian pribadi di sekitar Wimbledon melaporkan kesulitan mendapatkan unit pendingin ruangan (AC) portabel akibat tingginya permintaan yang melampaui persediaan selama gelombang panas pekan lalu.
Joanna Doniger, pengelola agen properti mewah Tennis London, mengungkapkan bahwa pihaknya kewalahan memenuhi permintaan mendadak dari para pemain. Setidaknya 20 pemain terpaksa beralih menggunakan kipas angin biasa karena stok unit AC di penyedia jasa lokal telah habis terjual, meski ia optimistis situasi akan lebih terkendali di pekan kedua turnamen.
Selain kenyamanan suhu, para atlet profesional dunia juga memiliki standar tinggi dalam memilih hunian selama turnamen berlangsung. Properti dengan fasilitas WiFi berkecepatan tinggi, televisi layar lebar, dan tempat tidur yang sangat nyaman menjadi prioritas utama, dengan harga sewa yang bisa menembus 25.000 poundsterling per minggu, serta faktor takhayul terkait keberuntungan rumah yang pernah mereka tempati sebelumnya.