Sepakbola

Viking FK Kembali ke Liga Champions Usai 34 Tahun, Bekas Klub Shayne Pattynama Cetak Sejarah

Ringkasan

  • Viking FK lolos ke Liga Champions 2026/2027 usai mengalahkan Dinamo Zagreb 5-3 agregat di playoff, menandai kembalinya klub Norwegia ke kasta tertinggi Eropa pertama kali sejak musim 1992/1993.

Viking FK resmi mengamankan tiket ke fase grup Liga Champions 2026/2027 usai menumbangkan Dinamo Zagreb dengan agregat 5-3 pada putaran playoff, Kamis (27/8) dini hari WIB. Kemenangan 3-1 di leg kedua di Stadion Maksimir, Zagreb, melengkapi hasil imbang 2-2 di leg pertama di Stavanger, mengantarkan De Morkebla kembali ke panggung besar Eropa setelah absen selama 34 musim.

Kali terakhir Viking FK merumput di kompetisi antarklub tertinggi Eropa adalah pada musim 1992/1993. Saat itu mereka langsung tersingkir di putaran pertama oleh Barcelona. Sejak itu, klub berbasis di Stavanger itu lebih sering bersaing di kasta kedua — UEFA Cup pada pertengahan 2000-an — hingga absen total dari pentas benua pada dekade 2010-an. Kehadiran mereka di Europa League 2020/2021 pun berhenti di babak kualifikasi.

Kualifikasi kali ini dibuka berkat performa domestik yang solid musim lalu. Viking FK mengakhiri Eliteserien 2025 sebagai runner-up, posisi yang memberikan akses ke playoff Liga Champions musim depan. Di bawah kepemimpinan pelatih Bjarte Lunde Aarsheim, tim menampilkan mentalitas baja saat menghadapi Dinamo Zagreb, klub bergengsi Kroasia yang rutin menjadi peserta Liga Champions.

Nama Shayne Pattynama tak terpisah dari narasi perjalanan Viking FK ke puncak ini. Bek kiri kelahiran Jayapura itu memperkuat tim pada 2021 dan ikut berjuang mengantarkan klub ke babak kualifikasi Conference League, meski perjalanan berhenti di playoff. Kepergiannya ke KAS Eupen pada 2024, lalu ke Buriram United dan kini Persija Jakarta sejak Januari 2026, justru bertepatan dengan masa transformasi Viking FK menuju kesuksesan hari ini.

Kiprah Pattynama di Viking FK mencatat 74 penampilan dan 5 gol selama tiga musim. Kontribusinya di sisi kiri — baik secara defensif maupun mendukung serangan — menjadi salah satu fondasi stabilitas tim. Meski tidak ikut merasakan momen sejarah ini, jejak kariernya di Norwegia menjadi bagian dari narasi bangkitnya klub yang didirikan 1899 itu.

Bagi sepak bola Indonesia, kualifikasi Viking FK menyimpan makna simbolis. Ia membuktikan bahwa liga Norwegia — sering dianggap liga pengembangan — mampu menghasilkan tim yang kompeten di level elit Eropa. Pattynama sendiri adalah bukti nyata bahwa pemain Indonesia bisa berkembang di lingkungan kompetitif Skandinavia sebelum melangkah ke liga yang lebih tinggi seperti Liga Belgia atau Liga Thailand.

Dinamo Zagreb, lawan Viking di playoff, bukan tim sembarangan. Klub paling sukses Kroasia itu rutin melangkah ke fase grup Liga Champions dan pernah menyingkirkan tim-tim besar seperti Arsenal dan Tottenham di edisi sebelumnya. Faktanya Viking FK mampu mengalahkan mereka di kandang sendiri dengan skor 3-1 menunjukkan kualitas taktis dan mental yang luar biasa.

Pelatih Aarsheim mengandalkan sistem 4-3-3 yang fleksibel berubah menjadi 4-5-1 saat bertahan. Penyerang tengah Zlatko Tripic dan sayap Lars-Jørgen Salveson menjadi kunci transisi cepat yang membuat pertahanan Dinamo kewalahan. Gol pembuka Tripic pada menit ke-12 di leg kedua memaksa Dinamo terburu-buru dan membuka ruang bagi konter Viking.

Kualifikasi ini juga berdampak finansial masif. Viking FK akan menerima minimal 18,6 juta euro (sekitar Rp 316 miliar) hanya dari hadiah partisipasi fase grup, tidak termasuk pembagian TV dan komersial. Dana ini vital untuk klub beranggaran terbatas seperti Viking yang bergantung pada pengembangan pemain muda dan penjualan transfer.

Sejarah mencatat Viking FK pernah mengejutkan dunia sepak bola pada 1972 saat menyingkirkan Iberia Madrid di Piala UEFA. Kini, 54 tahun kemudian, mereka berusaha menulis babak baru. Undian fase grup yang akan digelar 28 Agustus mendatang akan menentukan nasib mereka — apakah mendapat gugur berat lawan Real Madrid, Manchester City, Bayern Munich, atau peluang lebih terbuka di Pot 3 dan 4.

Bagi Pattynama yang kini membela Persija Jakarta di Liga 1, pencapaian eks klubnya ini menjadi motivasi tersendiri. Ia pernah menyatakan di wawancara 2023 bahwa pengalaman di Viking FK mengajarkannya disiplin taktis dan fisikitas Eropa. Nilai-nilai itulah yang ia bawa ke Thailand dan kini ke Indonesia, di mana ia diharapkan menjadi tulang punggung pertahanan Macan Kemayoran.

Ke depan, tantangan Viking FK bukan hanya bertahan di Liga Champions, tapi memanfaatkan momentum ini untuk menarik bakat muda Skandinavia dan memperkuat posisi di Eliteserien. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa jalur karier ke puncak Eropa bisa dimulai dari liga-liga 'kecil' — asalkan ada kesabaran, lingkungan yang tepat, dan peluang yang dipakai dengan maksimal.

Mengapa Ini Penting

Kualifikasi Viking FK membuktikan liga Norwegia tetap relevan di peta Eropa, memberikan validasi bagi jalur karier pemain Indonesia ke Skandinavia. Hadiah finansial 18,6 juta euro akan mengubah skala operasional klub, menciptakan ekosistem pengembangan pemain yang lebih baik — potensial menguntungkan generasi penerus Pattynama. Bagi Persija, pencapaian eks klubnya memperkuat narasi rekrutmen pemain berstandar Eropa. Undian fase grup akan menentukan apakah Viking jadi 'tim kuda hitam' atau sekadar pelengkap, tapi alone pencapaian ini sudah menginspirasi klub-kelab Indonesia untuk menargetkan kompetisi AFC Champions League Elite dengan serius.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
27 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit