Vietnam menghadapi situasi kritis di Piala AFF 2026 usai bermain imbang 0-0 melawan Singapura di Stadion My Dinh, Hanoi, Jumat (31/7). Hasil itu membuat tim berjuluk Timnas Bintang Emas itu terjebak di posisi ketiga klasemen Grup A dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan. Di atas mereka, Indonesia memimpin dengan enam poin dari dua laga, sedangkan Singapura menempati runner-up dengan tujuh poin dari tiga pertandingan yang sudah selesai dimainkan.
Kendati mendominasi posse dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, Vietnam gagal menerjemahkan keunggulan menjadi gol. Pertahanan Singapura yang kompak dipandu pelatih Tsutomu Ogura berhasil menahan gelora penyerang tuan rumah. Poin tunggal itu terasa pahit bagi skuad Kim Sang-sik yang sebenarnya menargetkan kemenangan penuh untuk mendekati tiket semifinal.
Nasib Vietnam kini bergantung pada dua laga tersisa: tandang ke Jakarta menghadapi Indonesia pada 3 Agustus, lalu menjamu Kamboja di Hanoi empat hari kemudian. Sementara itu, Singapura hanya menyisakan satu pertandingan, yakni lawan Indonesia di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada 7 Agustus. Perhitungan matematis menjadi sangat rumit karena ketiga tim tersebut masih memiliki peluang lolos, namun margin kesalahan Vietnam paling tipis.
Menurut simulasi yang dikumpulkan CNN Indonesia, skenario terburuk bagi Vietnam terjadi jika mereka kalah dari Indonesia dan Singapura berhasil meraih poin imbang di laga penutup grup. Asumsi Vietnam menang penuh lawan Kamboja akan membawa mereka ke angka tujuh poin. Di sisi lain, Indonesia akan mengunci posisi juara grup dengan 10 poin, sementara Singapura naik ke delapan poin dan menggeser Vietnam ke peringkat ketiga.
Posisi ketiga grup di format turnamen kali ini tidak menjamin tiket semifinal karena hanya dua tim terbaik dari masing-masing grup yang melaju. Vietnam harus berharap Indonesia mengalahkan Singapura di laga terakhir agar peluang mereka tetap terbuka. Ironisnya, Indonesia justru berperan sebagai penentu nasib dua rival tradisional mereka sekaligus.
Bagi Indonesia, situasi ini justru menguntungkan. Timnas Garuda sudah mengamankan enam poin dari kemenangan atas Filipina dan Kamboja. Duel melawan Vietnam di Jakarta menjadi kesempatan emas untuk mengunci posisi puncak grup lebih dini. Jika Indonesia menang, mereka akan berlabuh di 10 poin dan tidak bisa dikejar oleh siapapun. Bahkan hasil imbang pun sudah cukup aman asalkan Singapura tidak menang besar di laga terakhirnya.
Pelatih Shin Tae-yong dikenal sangat teliti dalam mempersiapkan strategi lawan. Kemenangan dramatis 1-0 atas Filipia lewat gol penalti Rafael Struick dan kemenangan 3-0 atas Kamboja menunjukkan timnas Indonesia memiliki mentalitas juara dan efisiensi di depan gawang. Lawan Vietnam akan menjadi ujian kualitas yang lebih berat, namun momentum dan kepercayaan diri timnas sedang puncak.
Di sisi Vietnam, tekanan psikologis sangat besar. Kim Sang-sik harus mencari jalan keluar dari kebuntuan penyerangan yang sudah terlihat sejak kualifikasi Piala Asia 2027. Striker phan Van Duc dan Nguyen Tien Linh belum menemukan ritme terbaik. Kebocoran di lini tengah juga sering dieksploitasi lawan untuk konter berbahaya. Kalah di Jakarta berarti Vietnam harus menunggu keajaiban di laga Singapura vs Indonesia.
Sejarah pertemuan kedua tim di Piala AFF selalu memicu sengit. Indonesia belum pernah mengalahkan Vietnam di fase grup turnamen ini sejak 2016. Namun, era Shin Tae-yong membawa narasi baru. Timnas Indonesia kini bermain lebih taktis, fisik, dan tidak takut menghadapi gaya tekan tinggi Vietnam. Faktor kandang di Jakarta dengan dukungan penuh tribun GBK bisa menjadi variabel penentu.
Untuk Singapura, hasil imbang di Hanoi adalah bonus berharga. Ogura membangun tim dengan disiplin taktis dan kontra cepat. Jika mereka berhasil meraih poin di laga penutup lawan Indonesia, Singapura akan melengkapi kisah comeback mereka setelah gagal lolos semifinal edisi 2022. Ini akan menjadi prestasi luar biasa untuk sepak bola Singapura yang sedang dalam masa transisi.
Mata seluruh Asia Tenggara akan tertuju ke Jakarta pada 3 Agustus. Laga Indonesia vs Vietnam bukan hanya soal tiga poin, tapi tentang siapa yang berhak melanjutkan mimpi ke semifinal. Bagi Vietnam, itu adalah laga hidup mati. Bagi Indonesia, kesempatan untuk menegaskan dominasi baru di kawasan. Sementara Singapura menunggu di pinggir, siap memanfaatkan kesalahan siapapun.