Timnas Vietnam tiba di Jakarta pada Sabtu (1/8) sore dan langsung menuju Bogor untuk mempersiapkan laga lawan Indonesia. Kedatangan yang mepet ini memaksa pelatih Kim Sang Sik mengorbankan sesi latihan taktikal demi pemulihan fisik para pemain.
Keputusan Korea Selatan itu terlihat kontras dengan kebiasaan tim tamu yang biasanya memanfaatkan hari kedatangan untuk adaptasi lapangan. VFF mencatat seluruh skuad mengikuti program recovery di kolam renang hotel, tanpa sekali pun menyentuh bola di Pakansari.
Satu-satunya latihan serius baru digelar Minggu (2/8) sore di arena pertandingan. Sesi berlangsung sekitar 90 menit dengan fokus pada bola mati dan struktur pertahanan. Kim Sang Sik terlihat banyak berbicara dengan kapten Doan Van Hau dan penyerang Nguyen Xuan Son.
Latar belakang keputusan ini tidak terlepas dari jadwal padat Vietnam. Pasukan Kim Sang Sik baru saja bermain imbang 1-1 lawan Singapura pada Rabu (29/7) lalu. Hasil itu menjatuhkan mereka ke posisi tiga klasemen Grup A dengan empat poin dari dua laga.
Di sisi lawan, Indonesia hadir dengan momentum gemilang. Dua kemenangan beruntun — 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste — menempatkan Garuda di peringkat dua dengan enam poin. Singapura memimpin dengan tujuh poin dari tiga pertandingan.
Matematika sederhana mengatur skenario Senin malam. Kemenangan akan mengantarkan Indonesia ke delapan poin, memastikan tiket semifinal terlepas dari hasil laga terakhir lawan Singapura. Kekalahan justru membuka peluang Vietnam menyusul.
Sejarah pertemuan terakhir di Piala AFF 2024 menunjukkan ketimbangan kuat Indonesia. Garuda menang 1-0 di Hanoi dan imbang 0-0 di Jakarta, mengeliminasi Vietnam di fase grup. Psikologis, kepercayaan diri Timnas kini di puncak.
Namun, pengalaman Kim Sang Sik sebagai mantan asisten timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tidak boleh diremehkan. Ia dikenal pandai mengatur tempo pertandingan dan mengeksploitasi kelebihan lawan melalui transisi cepat.
Kondisi cuaca Bogor yang lembab dengan kemungkinan hujan sore hari menjadi variabel tambahan. Lapangan Pakansari dikenal memiliki drainase baik, namun bola akan bergerak lebih cepat — menguntungkan tim yang bermain satu sentuhan seperti Vietnam.
Cedera kunci juga mewarnai persiapan kedua belah pihak. Vietnam kehilangan trung tâm pertahanan Bui Tien Dung yang cedera lutut, sementara Indonesia memantau kondisi Rizky Ridho yang sempat keluar tersandung di menit akhir laga lawan Timor Leste.
John Herdman, pelatih Indonesia, menegaskan timnya tidak akan bermain defensif. "Kita datang untuk menang, bukan menunggu kesalahan lawan," ujar mantan pelatih timnas wanita Kanada itu dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Laga ini juga menjadi uji nyata proyek naturalisasi Indonesia. Empat pemain keturunan — Rafael Struick, Thom Haye, Mees Hilgers, dan Maarten Paes — diharapkan memberikan keuntungan fisik dan taktis lawan tim Vietnam yang rata-rama berpostur lebih rendah.
Untuk Vietnam, pertandingan ini adalah mata-mata terselubung. Kekalahan berarti pulang lebih awal, sedangkan kemenangan membuka peluang lolos sebagai runner-up terbaik. Tekanan mental ini bisa menjadi senjata tajam bagi Indonesia yang bermain di hadapan penonton sendiri.