Vietnam tidak membuang waktu untuk mengirim pernyataan serius di awal Piala AFF 2026. Di hadapan penonton di Stadion Chonburi, tim asuhan Kim Sang Sik memusnahkan Timor Leste dengan skor 7-0 pada pembukaan Grup A, Jumat (24/7) malam WIB. Kemenangan itu tidak hanya menyumbangkan tiga poin penuh, melainkan juga menciptakan selisih gol masif +7 yang langsung menggeser Singapura ke posisi kedua meski sama-sama mengoleksi tiga angka.
Laga berjalan searah sejak menit ketujuh ketika Hen Do Hoang membuka keunggulan. Kemudian gelaran bintang bergilir pada Nguyen Dinh Bac yang mencatat hat-trick, dilengkapi gol masing-masing dari Nguyen Xuan Son dan kapten Nguyen Quang Hai. Timor Leste tampak tidak berdaya menghadapi tekanan tinggi dan presisi finishing Vietnam yang tidak memberikan celah sama sekali hingga peluit panjang.
Kemenangan gemilang ini menjadi sinyal keras bagi seluruh peserta Grup A, termasuk Timnas Indonesia yang belum turun ke lapangan. Vietnam, yang diperkuat pemain naturalisasi seperti Nguyen Xuan Son, menunjukkan kedalaman skuadar dan otomasi taktis yang matang di bawah bimbingan pelatih Korea Selatan itu. Selisih gol tujuh butir menjadi modal psikologis dan aritmatika yang sangat berharga di fase grup yang diprediksi ketat.
Di laga pembuka lainnya yang berlangsung di Stadion Marodok Techno, Phnom Penh, Singapura menghadapi drama yang tak kalah sengit. The Lions sempat unggul duluan lewat Shawal Anuar di babak pertama, namun Kamboja menyamakan kedudukan melalui Ouk Sovann di awal babak kedua. Ketika imbang 1-1 terlihat mengunci hasil, VAR membatalkan gol Singapura karena offside. Namun, Ilhan Fandi muncul sebagai pahlawan dengan gol salto spektakuler pada menit ke-90+12, mengantarkan Singapura menang 2-1.
Klasemen sementara kini menempatkan Vietnam di puncak dengan tiga poin dan selisih gol +7. Singapura berada di posisi kedua dengan tiga poin dan selisih gol +1. Timnas Indonesia menginjak posisi ketiga dengan nol poin dan nol main, di atas Kamboja dan Timor Leste yang sama-sama menelan kekalahan pada laga perdana masing-masing. Format turnamen yang meloloskan dua tim teratas setiap grup plus beberapa tim terbaik peringkat ketiga membuat setiap gol bernilai emas.
Bagi Timnas Indonesia, hasil hari ini menciptakan tekanan tersendiri. Garuda yang kini dibimbing Patrick Kluivert wajib memulai kampanye dengan kemenangan, idealnya dengan margin gol yang besar, untuk mengejar selisih gol Vietnam yang sudah menganga lebar. Keterlambatan debut Indonesia — yang baru akan beraksi beberapa hari ke depan — berarti mereka bermain dengan target yang sudah jelas: tidak hanya mencari poin, tapi juga mengejar aritmatika yang sudah ditetapkan rival utama.
Dominasi Vietnam juga menegaskan kesenjangan kualitas di level Asia Tenggara. Timor Leste, yang masih dalam tahap pembangunan, dijadikan ladang latihan untuk menajamkan lini depan Vietnam. Nguyen Dinh Bac dengan hat-trick-nya menjawab pertanyaan soal keandalan penyerang sayap, sedangkan kehadiran Nguyen Quang Hai di papan skor menegaskan peran kepemimpinan kapten di saat-saat krusial.
Di sisi lain, kemenangan dramatis Singapura over Kamboja menunjukkan mentalitas juara yang tak bisa dibeli. Ilhan Fandi, anak legenda Fandi Ahmad, membuktikan kemampuan big-match temperament dengan gol di menit tambahan yang sangat lama. Tiga poin yang didapat dengan cara keras itu bisa jadi penentu nasib di akhir fase grup nanti, apalagi Singapura masih harus bertemu Vietnam dan Indonesia.
Kedua hasil pembukaan ini mewarnai dinamika Grup A yang sering dijuluki 'Grup Kematian'. Vietnam sudah meletakkan fondasi kuat, Singapura menunjukkan ketangguhan, sedangkan Indonesia menunggu giliran untuk menentukan nasib sendiri. Pertemuan langsung antara Vietnam vs Indonesia dan Singapura vs Indonesia nanti akan menjadi penentu final siapa yang lolos ke knockout stage.
Mengusung status juara bertahan, Vietnam tampak tidak merasa puas hanya dengan tiga poin. Kim Sang Sik memainkan skuad terbaik dan tidak menarik pemain kunci meski skor sudah aman, sinyal bahwa mereka menargetkan selisih gol maksimal di setiap laga. Strategi ini cerdas mengingat format turnamen yang membuat goal difference sebagai penentu utama setelah poin.
Pe minggu depan akan menjadi uji nyata bagi Indonesia. Debut Garuda bukan lagi soal adaptasi, tapi soal survival. Kluivert harus menyusun tim yang seimbang antara kebutuhan mencetak gol banyak dan menjaga kebuntuan. Satu hal pasti, margin error untuk Indonesia sudah semakin tipis sejak Vietnam membukukan kemenangan telak itu.