Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berhasil menyalip rival regional Hakim Danish dari Malaysia untuk menduduki peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026 setelah Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring berlangsung Minggu lalu. Kenaikan posisi ini dicapai berkat finis di urutan kedelapan yang menambahkan delapan poin ke koleksinya, mengangkat total akumulasi Veda menjadi 90 poin dan meninggalkan Danish di posisi ketujuh dengan 86 poin.
Sebelum balapan di sirkuit legendaris yang dikenal dengan tikungan kiri yang menantang itu, kedua pembalap Asia Tenggara sama-sama mengumpulkan 82 poin. Pada saat itu, Danish menempati urutan keenam berkat keunggulan dalam perbandingan hasil terbaik (countback), sementara Veda berada di urutan ketujuh. Perubahan posisi ini menandakan kemajuan konsisten yang ditunjukkan oleh pembalap Honda Team Asia sejak awal musim.
Dalam balapan yang digelar di sirkuit sepanjang 3,671 kilometer dengan 13 tikungan, Veda menunjukkan performa matang dengan memperbaiki lima posisi dari grid start urutan ke-13. Ia menyelesaikan balapan di belakang pembalap Rivacold Snipers Team, Jesus Rios, dan di depan Ryusei Yamanaka. Hasil ini sekaligus menempatkan Veda sebagai pembalap Honda ketiga terbaik di Sachsenring, hanya di bawah Adrian Fernandez dan Rios, membuktikan adaptasi yang baik terhadap karakteristik sirkuit yang menuntut kecepatan cornering tinggi dan stabilitas rem.
Penambahan delapan poin tersebut tidak hanya menggeser posisi klasemen, tetapi juga memperkuat status Veda sebagai debutan terbaik kedua di klasemen sementara, berada di belakang Brian Uriarte. Pembalap Red Bull KTM Ajo itu sendiri meraih kemenangan kedua dalam musim debutnya setelah mengatasi pemimpin klasemen Maximo Quiles di putaran terakhir. Uriarte memanfaatkan kesalahan Quiles di Tikungan 3 untuk memimpin hingga garis finis, mengumpulkan 25 poin yang mendorongnya naik ke posisi kedua klasemen dengan 127 poin.
Meski gagal menang, Quiles tetap menguasai puncak klasemen dengan keunggulan signifikan 104 poin atas Uriarte, mengoleksi total 231 poin setelah delapan ronde. Di belakang duo teratas, Alvaro Carpe (126 poin), Marco Morelli (115 poin), dan David Almansa (109 poin) melengkapi lima besar. Perjuangan di zona tengah klasemen semakin ketat dengan hanya selisih empat poin memisahkan Veda dan Danish, serta Valentin Perrone (79 poin) yang mengancam dari belakang.
Kinerja Veda di Sachsenring menjadi bukti evolusi teknis Honda Team Asia dalam mengembangkan NSF250RW untuk musim 2026. Sirkuit Sachsenring dengan karakteristik unik—hanya memiliki satu tikungan kanan dan 12 tikungan kiri—menuntut setup suspensi yang asymmetris dan manajemen ban yang presisi. Kemampuan Veda naik lima posisi dari grid start menunjukkan pemahaman yang matang tentang manajemen balapan (race craft), terutama dalam overtaking di zona rem yang sempit seperti Tikungan 1 (Turn 1) dan kompleks Waterfall.
Bagi motorsport Indonesia, kemajuan Veda menandakan regenerasi yang berhasil setelah era pengembang pembalap seperti Mario Aji dan Fadli Immammuddin. Program pembinaan Honda Team Asia yang berbasis di Jepang memberikan akses ke fasilitas pengujian tingkat dunia, data telemetri canggih, dan bimbingan teknis dari insinyur berpengalaman MotoGP. Investasi jangka panjang ini mulai membuahkan hasil nyata dengan Veda yang konsisten finis di zona poin sejak awal musim, berbeda dengan beberapa debutan lain yang mengalami fase adaptasi lebih lama.
Moto3 kini memasuki jeda musim panas (summer break) selama sekitar tiga minggu sebelum kembali bergulir pada Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, 7-9 Agustus mendatang. Silverstone dengan karakteristik sirkuit kecepatan tinggi (high-speed circuit) dan kondisi cuaca yang sering tidak menentu akan menjadi ujian baru bagi Veda. Perjuangan untuk mempertahankan atau bahkan menyalip David Almansa di posisi kelima (selisih 19 poin) serta menahan serangan Perrone dari belakang akan menjadi narasi menarik di paruh kedua musim. Konsistensi finis di zona poin dan menghindari kecelakaan (DNF) akan menjadi kunci utama Veda untuk menutup musim debutnya di posisi keenam atau lebih tinggi.