Olahraga

Veda Ega Pratama Memimpin Practice Moto3 Jerman, Lompatan Besar dari Posisi 23 di FP1

Veda Ega Pratama Memimpin Practice Moto3 Jerman, Lompatan Besar dari Posisi 23 di FP1

Ringkasan

  • Veda Ega Pratama memimpin sesi Practice Moto3 GP Jerman 2026 di Sachsenring setelah melonjak dari posisi 23 di FP1.
  • Pembalap Honda Team Asia ini mencatat 1:25.848, namun tetap realistis menargetkan peningkatan lebih lanjut untuk Qualifying.

Sachsenring, Jerman – Veda Ega Pratama menorehkan nama dirinya di buku catatan sejarah balap Indonesia setelah menduduki posisi teratas sesi Practice Moto3 Grand Prix Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jumat (10/7/2026). Pembalap berusia 17 tahun milik Honda Team Asia tersebut mencatatkan waktu 1 menit 25,848 detik, mengungguli seluruh pesaingnya dalam kelas masuk dunia Grand Prix motorcycle racing.

Pencapaian ini terasa lebih dramatis mengingat posisinya di sesi Free Practice (FP) 1 beberapa jam sebelumnya. Veda hanya menempati peringkat ke-23 dengan catatan waktu 1 menit 27,456 detik, tertinggal lebih dari 1,6 detik dari puncak klasemen. Lonjakan performa sebesar hampir dua detik dalam rentang waktu kurang dari empat jam menjadi bukti nyata kemampuan adaptasi dan kecepatan belajar sang juara Asia Talent Cup 2023.

"Ya itu adalah sesi yang sangat baik, sesi sore yang baik. Hasil yang bagus buat saya setelah FP 1 saya berjuang keras," ujar Veda dalam wawancara pasca-sesi yang disiarkan resmi situs MotoGP. Ekspresi wajahnya yang tenang namun penuh keyakinan menggambarkan mentalitas seorang pembalap yang sudah terbiasa berhadapan dengan tekanan tingkat dunia.

Transformasi performa tersebut tidak lepas dari kolaborasi intens antara Veda dan kru teknis Honda Team Asia. Setelah FP1, sang pembalap asal Sidoarjo mengakui adanya diskusi mendalam mengenai area-area yang perlu diperbaiki. "Setelah FP1 kami berdiskusi dengan tim dan kami berusaha untuk memperbaiki hal-hal mana saja saya masih bisa diperbaiki," jelasnya. Hasilnya, pada sesi Practice, Veda merasa mendapatkan setelan motor yang jauh lebih optimal.

"Di sesi practice saya dapat setelan motor yang lebih baik dan saya lebih nyaman, lebih percaya diri. Ya itu sesi yang bagus, saya sangat senang," sambungnya. Kata kunci "nyaman" dan "percaya diri" menjadi indikator krusial di Moto3, di mana margin kesalahan sangat tipis dan kepercayaan diri pada bagian depan motor sering menentukan keberanian memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi.

Namun, kedewasaan Veda terlihat dari sikapnya yang tidak mudah puas. Ia menyadari bahwa catatan waktu sesi Practice tahun lalu – yang dicatat pada edisi 2025 – masih lebih cepat sekitar satu detik. "Tapi catatan waktu tahun lalu lebih bagus, masih lebih cepat satu detik jadi itu berarti kami masih harus bekerja pada esok hari karena kami ingin lebih baik lagi. Saya akan bekerja keras besok dan lihat bagaimana besok," tegasnya.

Sikap realistis ini didasari oleh pemahaman bahwa Sirkuit Sachsenring memiliki karakter unik dengan 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan, menuntut setelan chassis dan ban yang sangat spesifik. "Banyak hal yang kami bisa benahi karena trek ini bukan trek yang mudah, dan kondisi saya tidak tahu kondisi tahun lalu, tapi kita lihat besok," ujar Veda. Ia juga mengungkapkan strategi analisis data yang cermat: "Biasanya juga kami mengecek data dan dari situ kami akan tahu hal yang harus diperbaiki karena kami mendapat data yang bagus dari Taiyo [Furusato] musim lalu."

Ketersediaan data telemetri dari rekan setimnya, Taiyo Furusato – yang berkompetisi untuk Honda Team Asia musim 2023 – menjadi aset strategis. Data referensi dari pembalap berpengalaman tersebut memungkinkan Veda dan rekayasa untuk mempersempit jangkauan pencarian setup ideal tanpa harus memulai dari nol. Pendekatan berbasis data ini menjadi standar di paddock modern dan menunjukkan tingkat profesionalisme tim dalam mengembangkan bakat muda.

Prestasi Veda di Sachsenring menambah narasi positif balap motor Indonesia di kancah internasional. Sejak era Mario Anditya di Moto2 hingga kehadiran Mario Aji dan Veda sendiri di Moto3, kehadiran pembalap Indonesia di kelas Grand Prix semakin konsisten. Jika Veda mampu mempertahankan performa ini hingga sesi Qualifying dan balapan utama hari Minggu, ia berpeluang menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di Moto3 sejak lama, menginspirasi generasi muda penerus di tanah air.

Mengapa Ini Penting

Penempatan Veda Ega di puncak timesheet Practice Moto3 Jerman menandakan kematangan teknis dan mental pembalap Indonesia di level dunia. Peningkatan hampir 2 detik dari FP1 ke Practice menunjukkan kemampuan analisis data dan kolaborasi tim yang canggih, vital untuk karir jangka panjang di paddock. Keberhasilan ini juga memperkuat narasi regenerasi balap Indonesia pasca-era Mario Anditya, memberikan bukti nyata bahwa program pengembangan bakat seperti Asia Talent Cup menghasilkan pembalap siap saji. Bagi industri olahraga domestik, momentum ini membuka peluang sponsorship dan minat media yang lebih besar terhadap MotoGP.

Sumber Asli
CNN Indonesia
Tanggal
10 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →