Jakarta, CNN Indonesia — Pembalap Honda Team Asia asal Indonesia, Veda Ega Pratama, mengakui hasil sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring belum sesuai ekspektasi. Ia finis di posisi ke-13 dengan selisih waktu +0,693 detik, jauh dari target yang diincar untuk memulai balapan di posisi sepuluh besar.
Dalam sesi kualifikasi yang kompetitif, Veda berhasil mencatat waktu putaran tercepat secara individu tanpa bantuan slipstream dari pembalap lain. Namun, peningkatan waktu yang dicapai pembalap di sekitarnya membuat posisinya terlempar dari sepuluh besar. "Hasil hari ini memang bukan yang kami inginkan, tetapi kami tetap membuat beberapa kemajuan," ujar Veda.
Selepas latihan bebas hari Sabtu, tim melakukan evaluasi mendalam dan simulasi long‑run pada FP2 untuk mengumpulkan data ketahanan ban dan performa motor. Veda menjelaskan bahwa adaptasi pada balapan jarak panjang masih menjadi tantangan, namun ia menganggap hal ini sebagai bagian penting dari proses belajar di tingkat kejuaraan dunia.
Tim mekanik Honda Team Asia telah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan bekerja keras untuk menerapkan perubahan sejak pagi hari. Mereka merencanakan beberapa penyesuaian teknis sepanjang malam untuk mengoptimalkan setelan motor guna menghadapi balapan utama hari Minggu.
Dengan selesainya kualifikasi, fokus Veda sepenuhnya beralih ke balapan. Ia bertekad memberikan usaha maksimal, berjuang untuk setiap posisi, dan siap melakukan aksi comeback setelah hasil kualifikasi yang kurang memuaskan.
Moto3 merupakan kelas pembalap muda yang menjadi batu loncatan menuju kategori yang lebih tinggi. Posisi start yang baik biasanya menjadi keunggulan kompetitif, karena pembalap dapat mengendalikan ritme balapan sejak awal.
Sebagai salah satu rider Indonesia yang berkompetisi di tingkat dunia, penampilan Veda memengaruhi motivasi atlet muda dan kebanggaan nasional. Penggemar dan sponsor di Tanah Air terus memantau perkembangannya, berharap ia dapat membuka jalan bagi talenta Indonesia lain di kancah internasional.
Meskipun belum meraih hasil maksimal, ketangguhannya dan pendekatan analitisnya dapat menjadi modal berharga menjelang paruh kedua musim. Balapan di Sachsenring juga menjadi acuan bagi tim untuk menyempurnakan pengembangan motor sebelum seri berikutnya.