Veda Ega Pratama menunjukkan ketangguhan mental yang layak diapresiasi pada sesi latihan bebas pertama (FP1) kelas Moto3 Grand Prix Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Kamis (7/8/2026). Pembalap berusia 19 tahun itu menyelesaikan sesi 45 menit dengan catatan waktu terbaik 2:11,065 detik, menempatkannya di urutan keenam — hanya 0,532 detik di belakang pemuncak klasemen David Almansa dari Spanyol yang mencatat 2:10,533 detik.
Perjalanan Veda ke posisi keenag itu penuh drama. Pada lima menit pertama, ia berada di urutan ke-14 dengan selisih signifikan dari pemimpin saat itu, Alvaro Carpe. Kondisi semakin mengkhawatirkan saat menit ke-10, di mana Veda terlempar ke posisi ke-22 — urutan buncit — dengan ketinggalan 2,961 detik dari pemuncak. Keterpurukan itu terjadi saat para pembalap lain mulai menurunkan waktu secara konsisten, termasuk Maximo Quiles yang sempat memimpin dengan 2:11,097 detik sebelum digeser Marco Morelli (2:11,075 detik).
Kebangkitan Veda dimulai menjelang menit ke-15. Ia berhasil memperbaiki sektor-sektor lemah dan naik ke posisi ke-14, lalu bertahan di sana hingga sisa 10 menit. Keputusan tim CIP Green Power memanggilnya ke pit lane untuk pengaturan sepeda motor KTM RC250GP baru menjadi titik balik. Dengan ban segar dan set-up yang dioptimalkan untuk simulasi kualifikasi, Veda meluncur ke trek saat sisa waktu tujuh menit.
Lap-lap awal keluar pit memang belum mulus. Posisi Veda justru anjlok ke urutan ke-16 saat sisa lima menit, sementara pembalap Malaysia Hakim Danish menempati urutan ke-11. Namun dua menit kemudian, Veda mencatat sektor pertama terbaiknya sepanjang hari dan melonjak ke posisi ketujuh. Ia sempat turun lagi ke sembilan sebelum lap terakhir yang menentukan nasibnya.
Di lap penutup, Veda menggarap trek Silverstone yang basah di beberapa titik akibat hujan gerimis dengan agresif. Ia memotong tikungan Copse, Maggots, dan Becketts dengan kecepatan masuk lebih tinggi, lalu melesat di straight Hangar Straight sebelum remas keras di Stowe. Hasilnya: 2:11,065 detik, cukup untuk menggesernya naik tiga posisi dan mengakhiri hari pertama di zona enam besar.
Prestasi ini menandakan kemajuan signifikan dibanding penampilan Veda di Silverstone tahun lalu, di mana ia hanya sempat finis FP1 di posisi ke-18. Peningkatan 0,8 detik per lap menunjukkan adaptasi yang lebih baik terhadap karakteristik trek berkecepatan tinggi ini, yang menuntut stabilitas aerodinamis dan kepercayaan diri di tikungan-tikungan licin seperti Abbey dan Farm Curve.
Dari perspektif championnat, posisi keenam FP1 memberikan modal psikologis penting. Veda saat ini menempati peringkat kelima klasemen dunia dengan 112 poin, tertinggal 28 poin dari pemimpin championnat Angel Piqueras. Memulai pekan balap dari barisan depan di kualifikasi nanti akan mempermudah strategi balap Minggu, mengingat Moto3 di Silverstone sering diputuskan oleh slipstream dan pertarungan barisan depan yang ketat.
Teknisi telemetri tim mencatat bahwa Veda menghemat 0,3 detik di sektor kedua (Maggots-Becketts-Chapel) dibandingkan sesi pagi, buah dari perubahan geometri suspensi belakang dan mapping mesin yang lebih responsif pada pembukaan gas. Data GPS juga menunjukkan kecepatan puncak 248 km/jam di Hangar Straight, setara dengan pembalap pabrik resmi.
Rival utama Veda besok akan datang dari David Almansa (Leopard Racing) yang tampil dominan sepanjang sesi, serta Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) yang konsisten di lima besar. Tak kalah berbahaya, pembalap wildcard Inggris Scott Ogden (MLav Racing) finis ke-12 dan dikenal jago di trek kandang. Cuaca yang diprediksi cerah penuh pada kualifikasi akan mengubah dinamika ban dan tekanan rem, memaksa semua tim merevisi set-up.
Bagi penggemar motorsport Indonesia, penampilan Veda hari ini menjadi bukti nyata bahwa pembalap archipelago mampu bersaing setara di panggung dunia tanpa bantuan kondisi khusus. Berbeda dengan era 2010-an di mana pembalap Indonesia sering kali jadi pelengkap, generasi Veda — bersama Mario Aji dan Fadillah Arbi Aditama di Moto2 — menunjukkan standar profesionalisme yang sebanding lawan Eropa dan Asia Pasifik.
Langkah selanjutnya adalah sesi FP2 pukul 14:15 WIB, di mana Veda dan tim akan fokus pada simulasi jarak balap dengan ban bekas. Kualifikasi Q1 berlangsung Sabtu pukul 13:50 WIB, di mana hanya empat teratas yang lolos ke Q2. Jika Veda mempertahankan performa FP1, peluangnya memulai balap dari baris kedua grid sangat terbuka — posisi ideal untuk mengejar podium ke-3 musim ini.