Dua pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, mempertaruhkan traktiran gultik dalam tebakan mereka soal pemenang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina. Taruhan spontan itu terekam dalam video yang dipublikasikan Astra Honda Racing Team melalui akun Instagram resminya pada Rabu (15/7).
Percakapan santai tersebut berawal dari obrolan kedua rider nasional mengenai hasil semifinal pertama yang memastikan Spanyol melaju ke final. Veda Ega mengungkapkan dirinya sebelumnya menjagokan Spanyol yang sukses menumbangkan Prancis 2-0. Mario Aji lantas memancing prediksi sang rekan untuk duel penentuan berikutnya.
Laga Inggris versus Argentina digelar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7) waktu setempat atau Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Pemenang pertandingan tersebut berhak menghadapi Spanyol di partai puncak. Sisa tiket final telah diamankan La Furia Roja sejak semifinal pertama usai.
Video dari tim balap Honda itu menunjukkan dinamika keakraban atlet yang tengah tidak berkompetisi di lintasan. Veda Ega menegaskan dukungannya kepada Argentina dengan alasan sederhana: keberadaan Lionel Messi. Mario Aji mengambil sikap berseberangan dengan memilih Inggris.
"Kemarin jagoin siapa? Spanyol atau Prancis?" tanya Mario Aji membuka obrolan. Veda Ega menjawab singkat bahwa pilihannya menang. Untuk semifinal kedua, ia memastikan diri di kubu Argentina.
"Besok pagi Inggris vs Argentina, Argentina apa Inggris?" tanya Veda Ega. Mario Aji membalas, "Inggris." Veda Ega lalu menyatakan, "Oh aku Argentina. Messi." Kesepakatan kecil pun lahir dari situasi tersebut.
"Nobar aja yuk! Kalah traktir makan," ucap Mario Aji. Veda Ega menyempurnakan usul dengan menyebut jenis makanan: "Traktir Gultik." Mario Aji menyetujui dengan cepat, "Gultik? Deal."
Bagi penggemar olahraga Tanah Air, momen ini menunjukkan bahwa atlet roda dua nasional turut menaruh perhatian pada sepak bola dunia. Fenomena ini mencerminkan lintas cabang olahraga yang saling bersinggungan dalam ruang publik digital.
Gultik atau gulai ayam kaki lima telah lama menjadi ikon kuliner malam anak muda di Indonesia. Pemilihan objek taruhan tersebut membuat konten tim balap terasa dekat dengan khalayak biasa. Strategi penyajian seperti ini efektif membangun citra atlet yang ramah dan tidak elitis.
Astra Honda Racing Team memang kerap membagikan konten di luar arena balap untuk menjaga keterikatan pengikut. Pendekatan humanis semacam itu membantu memperluas basis fans kedua pembalap di luar penggemar motorsport.
Veda Ega dan Mario Aji merupakan aset penting pembinaan balap PT Astra Honda Motor dalam skala internasional. Nama mereka kerap muncul di kejuaraan Moto3 dan ajang junior lainnya. Kehadiran mereka di ruang hiburan sepak bola turut menambah bobot popularitas sebagai public figure.
Jelang kick-off pertandingan, netizen Indonesia membanjiri kolom komentar dengan dukungan berbeda. Sebagian memilih membela prediksi Veda Ega, sebagian lagi mendukung Mario Aji. Taruhan gultik itu lantas jadi candaan yang memperkuat rasa kebersamaan suporter lokal.
Ke depan, format konten ringan berbasis prediksi olahraga lintas disiplin berpotensi terus digunakan tim manajemen. Kolaborasi visual antara atlet balap dan momen turnamen global terbukti menaikkan interaksi akun media sosial. Tren ini sekaligus membuka peluang kemitraan merek di luar industri otomotif.
Hasil laga nanti akan menentukan siapa yang harus membayar janji kuliner tersebut. Yang pasti, pertaruhan sederhana itu telah mengubah jadwal dini hari menjadi ajang hiburan baru bagi pengikut kedua rider.