Mathieu van der Poel meraih kemenangan spektakuler di etapa kesembilan Tour de France 2024 yang berlangsung dari Malemort menuju Ussel pada Minggu (14/7) waktu setempat. Pebalap berkebangsaan Belanda berusia 31 tahun itu berhasil mengungguli Tobias Johannessen dan Tom Pidcock dalam sprint massa yang kacau di meter-meter terakhir, menghadirkan kemenangan etapanya yang ketiga di Tour de France dan yang pertama di Grand Tour musim ini bagi tim Alpecin-Deceuninck.
Etapa yang awalnya direncanakan berjarak 183,4 kilometer dipendekkan menjadi 153,4 kilometer oleh panitia sebagai respons terhadap gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis bagian tengah. Suhu mencapai 34 derajat Celcius — bahkan lebih tinggi di beberapa titik — memaksa UCI menerapkan protokol panas ekstrim, sebuah kebijakan yang semakin relevan seiring perubahan iklim yang membuat kondisi balap semakin ekstrem. Keputusan pemendekan rute ini mendapat dukungan penuh dari peloton, mengingat risiko dehidrasi dan kelelahan panas yang serius bagi atlet.
Dinamika balap dimulai sangat agresif sejak kilometer nol. Peloton berlari dengan kecepatan rata-rata 46,9 km/jam dalam jam pertama, mencerminkan betapa tinggi motivasi pebalap untuk masuk ke dalam breakaway hari itu. Beberapa serangan awal terjadi, namun kelompok pembelah awal beranggotakan lima orang berhasil ditangkap kembali sebelum mendaki Côte de Naves. Peristiwa krusial terjadi di kilometer ke-59 ketika peloton terpecah dan 15 pebalap berhasil membuka celah, termasuk Tom Pidcock (Q36.5 Pro Cycling Team) yang menunjukkan keberanian dengan mengejar Quinn Simmons (Lidl-Trek) dan Tobias Johannessen (Uno-X Mobility) saat keduanya mencoba melarikan diri lebih jauh.
Di sinilah kecerdasan taktis Van der Poel bersinar. Ketika celah antara breakaway dan peloton mulai menipis di bawah satu menit pada 30 kilometer terakhir, sang juara dunia cyclocross ini mengambil inisiatif menentukan tempo di depan peloton. Serangannya yang tajam di kenaikan Mont Bessou berhasil memecah peloton lebih lanjut, meninggalkan hanya segelintir pebalap yang mampu mengikutinya. Meskipun Pidcock sempat mengalami masalah mekanis yang menghentikan momentumnya sesaat, pebalap Inggris itu berhasil kembali bergabung dengan grup terdepan beranggotakan empat orang bersama Van der Poel, Johannessen, dan Alex Baudin (EF Education-EasyPost) di 10 kilometer terakhir.
Keluarga besar Alpecin-Deceuninck menunjukkan kekuatan kolektif yang luar biasa. Van der Poel tidak sendirian; rekan setimnya, siluman seperti Jasper Philipsen dan Gianni Vermeersch, bekerja keras di peloton untuk mengontrol jarak dan mencegah tim-tim sprinter seperti Visma-Lease a Bike atau UAE Team Emirates menutup celah terlalu cepat. Strategi ini membuktikan kedalaman bencana tim Belanda ini, yang tidak hanya mengandalkan satu bintang, melainkan seluruh ekosistem dukungan yang terkoordinasi dengan baik.
Di meter-meter terakhir, drama puncak terjadi. Peloton yang dipacu oleh tim-tim sprinter berhasil menutup celah hingga 300 meter sebelum finish, menciptakan kekacauan total. Van der Poel, yang dikenal memiliki daya ledak sprint terbaik di antara pebalap klasemen umum dan punyer klasik, menunggu momen tepat. Ia meluncur dari roda Johannesses di 150 meter terakhir dan mempertahankan keunggulan tipis hingga garis finish, mengangkat tangan dalam kemenangan yang sangat berarti setelah musim yang penuh gejolak.
Kemenangan ini merupakan pembalasan manis bagi Van der Poel yang terpaksa mundur dari Tour de France 2023 akibat pneumonia. Musim 2024 awalnya juga tidak mulus dengan kecelakaan di Dwars door Vlaanderen yang mengancam partisipasinya di musim klasik musim semi. Faktanya, ia baru kembali ke puncak performa di akhir Juni lewat kemenangan di Kampioenschap Nasional Belanda. Kemenangan di Ussel ini mengonfirmasi bahwa "MVDP" telah pulih sepenuhnya dan siap menjadi faktor penentu di minggu-minggu tersisa Tour ini, khususnya di etapah etapah yang menguntungkan punyer klasik.
Sementara itu, Tadej Pogacar (UAE Team Emirates) menyelesaikan etap dengan aman di belakang grup terdepan, mempertahankan baju kuning pemimpin klasemen umum dengan keunggulan yang nyaman. Fokus Slovenia ini kini beralih ke hari istirahat hari Senin dan etapah gunung yang menunggu mulai Selasa, dimana etapah 10 dari Aurillac ke Le Lioran (166,6 km) menampilkan tiga kenaikan kategori 1 dan satu finish di puncak kategori 1 — ujian pertama nyata untuk kaki-kaki GC (General Classification) setelah serangkaian etapah relatif datar dan bergelombang. Pertarungan antara Pogacar, Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike), dan Remco Evenepoel (Soudal Quick-Step) baru benar-benar dimulai.