Jakarta — Usman Nurmagomedov kembali membuktikan dominasinya di kelas ringan PFL. Jagoan asal Dagestan itu menumbangkan Archie Colgan lewat knockout di ronde pertama, Jumat (1/8/2026) WIB, dalam laga yang berlangsung di Las Vegas. Sabuk juara tetap melingkar di pinggangnya.
Sejak bel pembuka berbunyi, Usman langsung mengambil inisiatif menyerang. Ia tak memberi ruang bagi Colgan untuk mengembangkan permainan. Kombinasi tendangan dan pukulan bertubi-tubi dilancarkan, dan Colgan kesulitan keluar dari tekanan.
Momen penentu datang ketika tendangan tinggi Usman mendarat tepat di kepala Colgan. Petarung asal Amerika itu langsung goyah. Usman tak menyia-nyiakan kesempatan; ia melepaskan rentetan pukulan yang membuat Colgan jatuh ke kanvas untuk pertama kalinya.
Colgan sempat bangkit dan mencoba melawan. Namun, usahanya sia-sia. Usman kembali melancarkan serangan telak yang membuat Colgan terkapar untuk kedua kalinya. Wasit pun menghentikan pertarungan dan memastikan kemenangan KO untuk Usman.
Ini adalah kali kedua Usman mempertahankan sabuk kelas ringan PFL sejak merebutnya pada 3 Oktober 2025. Catatan tersebut makin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petarung paling ditakuti di divisinya.
Yang lebih impresif, rekor Usman kini menjadi 22 kemenangan dan satu no contest dari 23 laga profesional. Ia belum pernah sekalipun merasakan kekalahan. Satu-satunya noda dalam rekor tersebut adalah laga kontra Brent Primus yang berujung no contest akibat ditemukannya zat terlarang dalam tubuh Usman.
Terlepas dari kontroversi itu, kemenangan atas Colgan menunjukkan peningkatan kualitas Usman. Ia tampil lebih tenang, sabar dalam membangun serangan, dan mematikan saat melihat celah.
Dominasi keluarga Nurmagomedov di dunia MMA terus berlanjut. Sepupu Khabib Nurmagomedov ini seolah meneruskan tradisi kejayaan keluarga besar Dagestan yang terkenal dengan gaya gulat dan striking yang solid.
Bagi penggemar MMA Indonesia, laga ini kembali mengingatkan bahwa PFL kini menjadi kompetisi yang layak diperhitungkan. Persaingan di kelas ringan kian menarik dengan hadirnya bintang-bintang baru selain para eksponen UFC.
Colgan sendiri sejatinya bukan lawan sembarangan. Sebelumnya ia memiliki rekor solid, namun kenyataan di atas matras menunjukkan kesenjangan level yang cukup jauh. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Colgan untuk bangkit.
Ke depan, publik menantikan lawan berikutnya bagi Usman. Nama-nama seperti mantan juara Bellator atau petarung papan atas PFL lainnya diprediksi bakal menjadi penantang. Dengan performa seperti ini, sulit membayangkan Usman turun dari singgasana dalam waktu dekat.
Panggung Las Vegas yang gemerlap malam itu menjadi saksi bisu bagaimana seorang juara sejati tampil. Usman tidak hanya mempertahankan sabuk, tetapi juga mengirim pesan jelas ke seluruh penjuru divisi: ia belum selesai dan masih haus kemenangan.