Olahraga

UEFA Gelar Rapat Darurat Bahas Rencana Kontroversial FIFA Soal Investasi Piala Dunia

Ringkasan

  • UEFA akan menggelar rapat darurat pada Kamis ini untuk membahas rencana kontroversial FIFA yang menawarkan investasi swasta hingga $40 juta kepada 211 asosiasi anggota.
  • Banyak pihak menilai langkah ini tidak transparan dan mengancam independensi Piala Dunia.

UEFA akan menggelar rapat darurat pada Kamis sore ini untuk membahas respons terhadap rencana kontroversial FIFA yang membuka investasi swasta di kompetisinya, termasuk Piala Dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino mengajukan tawaran kepada 211 asosiasi anggota senilai total $40 juta, namun langkah ini langsung menuai kemarahan dari banyak federasi sepak bola Eropa.

Dalam surat yang dikirimkan ke seluruh anggota, FIFA memberikan batas waktu hingga 19 September untuk menerima tawaran pendahuluan sebesar $20 juta. UEFA menilai tenggat itu sebagai bentuk tekanan. “Kami mengetahui batas waktu FIFA kepada asosiasi untuk mendukung proposal mereka atau tawaran pembayaran satu kali itu ditarik. Ini mengatakan semua yang perlu Anda ketahui tentang rencana ini,” kata UEFA dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, UEFA sudah mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut FIFA telah “melewati batas”. Rencana tersebut melibatkan penjualan 20% saham kompetisi FIFA kepada Thrive Eternal, kendaraan investasi milik Joshua Kushner, ipar dari Ivanka Trump. Banyak petinggi sepak bola tidak diberi tahu sebelumnya, termasuk Ketua FA Inggris Debbie Hewitt yang juga menjabat Wakil Presiden FIFA.

Kekhawatiran serupa datang dari Konfederasi Asia (AFC), Konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL), dan Konfederasi Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF). Langkah FIFA dianggap tidak transparan dan berpotensi mengancam independensi Piala Dunia. Namun, tidak semua suara negatif. Ketua Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda, menyatakan rencana itu bisa membawa manfaat pragmatis bagi sepak bola Ceko.

Jika UEFA dan anggotanya memutuskan mundur dari Piala Dunia 2026, itu akan menjadi pukulan telak bagi FIFA. Tiga dari empat semifinalis Piala Dunia 2026 merupakan anggota UEFA. Namun, opsi tersebut saat ini masih menjadi langkah ekstrem dan belum diperhitungkan secara serius.

FIFA beralasan dana investasi akan digunakan untuk pengembangan sepak bola di negara-negara yang membutuhkan, seperti membangun lapangan, memperkuat tim nasional, dan mendukung sepak bola wanita. Namun, banyak pihak meragukan transparansi pengelolaan dana yang ada. Apalagi, FIFA tidak memberikan rincian audit atas dana yang sudah disalurkan di beberapa kawasan.

Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Sebagai anggota FIFA, PSSI menerima dana hibah tahunan untuk program pengembangan. Jika rencana investasi swasta berjalan, pola distribusi dana bisa berubah. Selain itu, konflik antara FIFA dan UEFA dapat berdampak pada partisipasi tim-tim Eropa di Piala Dunia, turnamen yang paling bergengsi di dunia.

Dalam video yang dirilis FIFA pada Rabu, Infantino membela rencananya. “Ini adalah tawaran, bukan kewajiban. Bagian dari proses demokrasi dan konsultasi. Terlebih lagi, ini adalah kesempatan emas untuk mempercepat perkembangan sepak bola global,” ujarnya.

Namun, kritik tajam datang dari Presiden La Liga Javier Tebas yang menuding Infantino menggunakan rencana ini untuk kampanye pemilihan presiden FIFA Maret mendatang. “Pembangunan tidak bisa digunakan untuk membeli suara atau diam. Kompetisi dan hak komersial FIFA bukanlah properti pribadi Infantino,” kata Tebas.

Organisasi pemain global FIFPro juga mendesak FIFA untuk meninjau kembali rencana tersebut. Mereka menilai transformasi Piala Dunia menjadi aset investasi swasta akan mengubah insentif kompetisi secara fundamental. “Sangat meresahkan bahwa proyek sebesar ini dikembangkan sebagian besar di balik pintu tertutup,” tulis FIFPro.

Hans-Joachim Watzke, wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan presiden Borussia Dortmund, menyebut rencana Infantino sebagai “serangan absolut terhadap sepak bola”. Menurutnya, garis sudah dilanggar. “Jika sepak bola Eropa bersatu melawan rencana ini, itu akan memiliki bobot besar,” kata Watzke kepada Kicker.

Rapat darurat UEFA hari ini diperkirakan akan menghasilkan sikap keras berupa penolakan kolektif. Langkah hukum juga bukan tidak mungkin. Infantino kini berada di bawah tekanan besar untuk membuktikan bahwa rencana ini memang untuk kebaikan sepak bola, bukan sekadar memperkuat posisinya menjelang kongres Maret.

Mengapa Ini Penting

Rencana investasi swasta ini penting bagi Indonesia karena bisa mengubah pola distribusi dana pengembangan FIFA yang selama ini diterima PSSI. Jika FIFA menjadi lebih berorientasi profit, prioritas bantuan ke negara berkembang mungkin bergeser. Selain itu, konflik UEFA vs FIFA berpotensi mempengaruhi partisipasi tim Eropa di Piala Dunia, yang sangat dinantikan penggemar tanah air. Kasus ini juga menguji tata kelola FIFA yang selama ini kerap dikritik, menjadi preseden bagi masa depan sepak bola global yang juga berdampak pada Indonesia.

Sumber Asli
BBC Sport
Tanggal
30 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit