Kebangkitan Timnas Indonesia di kancah regional menghadapi ujian keras menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih Patrick Kluivert harus merencanakan skuad tanpa tujuh nama yang menjadi tulang punggung tim Garuda selama ini. Kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya memaksa komisi teknis mempertimbangkan opsi cadangan untuk turnamen bergengsi itu.
Daftar absensi potensial itu dipimpin kapten Jay Idzes yang cedera otot quadriceps kaki kiri saat Sassuolo menghadapi Juventus di Seri A musim 2026/2027. Diagnosis medis memproyeksikan waktu pemulihan hingga delapan pekan, sehingga kehadirannya di Piala ASEAN hampir mustahil terwujud. Kehilangan bek tengah andalan ini berarti Kluivert kehilangan pemimpin garis belakang sekaligus penyeimbang permainan udara.
Marselino Ferdinan menambah daftar cedera panjang setelah mengalami masalah fisik saat persiapan Piala AFF 2026. Situasinya lebih rumit karena sang playmaker kini tanpa klub pasca dilepas Oxford United. Tanpa intensitas latihan harian di tingkat profesional, proses rehabilitasi Marselino berjalan lebih lambat dibanding rekan-rekannya yang masih bermula di liga kompetitif.
Dua pilar Persija Jakarta, Shayne Pattynama dan Doni Tri Pamungkas, sama-sama tersandung cedera selama pra-musim Super League 2026/2027. Kedua pemain yang kerap dipanggil ke timnas ini menjadi kerugian ganda bagi Macan Kemayoran dan Garuda sekaligus. Pattynama yang bisa bermain di sayap kiri maupun bek kiri menghilangkan variasi taktis, sedangkan Doni Tri kehilangan momentum setelah musim penuh pertama yang mengesankan.
Sandy Walsh menghadapi musim debut yang mengecewakan di Persib Bandung. Pemain naturalisasi kelahiran Belgia itu cedera saat tampil di Piala AFF 2026 dan hingga kini belum sempat debut resmi bagi Maung Bandung. Ketidakpastian statusnya menambah beban tim manajemen Persib yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan satu lawan satu Walsh di sisi kanan.
Dari Eropa, Miliano Jonathans dan Mees Hilgers belum muncul di susunan pemain klub masing-masing, Excelsior dan Heerenveen, pada awal musim ini. Kedua pemain keturunan Indonesia ini masih menjalani program pemulihan terpisah. Kluivert yang mengenal karakter kedua pemain sejak masa pelatih muda di Belanda tentu menunggu kabar baik dari tim medis klub mereka.
Di tengah gelombang cedera, kabar menggembirakan datang dari Rizky Ridho. Bek Persija yang sempat jatuh tersandung di laga derbi lawan Persib dinyatakan tidak mengalami cedera serius. Kehadiran Ridho menjadi satu-satunya kelegaan di sektor pertahanan, mengingat ia dan Idzes sering membentuk pasangan bek tengah yang solid.
Krisis cedera ini menguji kedalaman squad yang dibangun Kluivert sejak mengemban tugas. Pelatih asal Belanda harus mengandalkan pemain-pemain muda atau yang jarang mendapat porsi main di klub. Nama-nama seperti Kakang Rudianto, Arkhan Fikri, atau pemain naturalisasi baru seperti Taisei Marukawa yang baru mengajukan proses kewarganegaraan bisa jadi solusi darurat.
Secara taktis, absensi Idzes dan Marselino mengubah identitas permainan Timnas. Tanpa Idzes, Garuda kehilangan ancaman bola mati dan kepemimpinan di garis belakang. Tanpa Marselino, kreativitas di tengah hilang, memaksa Kluivert menggeser Rafael Struick atau Ivar Jenner ke peran lebih ofensif — posisi yang bukan domain alami mereka.
Faktor jadwal padat Liga 1 dan liga Eropa memperparah situasi. Pemain berbasis domestik seperti Pattynama, Doni Tri, dan Sandy Walsh harus berbagi fokus antara pemulihan cedera dan persiapan liga yang baru bergulir. Sementara pemain Eropa seperti Jonathans dan Hilgers menghadapi tekanan untuk membuktikan kebugaran demi tempat di skuad klub sebelum panggilan timnas.
Sejarah mencatat Timnas Indonesia sering kali tampil maksimal saat menghadapi tekanan. Di Piala AFF 2024 lalu, Garuda berjuang hingga final meski kekurangan beberapa pemain kunci. Kali ini, tantangannya lebih berat karena FIFA ASEAN Cup menempatkan Indonesia di grup yang diyakini lebih kompetitif dengan lawan seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Langkah selanjutnya Kluivert dan staf medis akan mengevaluasi perkembangan tujuh pemain ini hingga batas pendaftaran skuad akhir. Kebijakan "wait and see" akan diterapkan, namun rencana kontingensi harus siap jauh-jauh hari. Keputusan final diharapkan diumumkan paling lambat dua minggu sebelum turnamen dimulai, memberikan waktu adaptasi bagi pemain pengganti.