Olahraga

Trio Atlet Panjat Tebing Indonesia Tembus Babak Final World Climbing Series Chamonix 2026

Trio Atlet Panjat Tebing Indonesia Tembus Babak Final World Climbing Series Chamonix 2026

Ringkasan

  • Tiga atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi, sukses melaju ke babak 16 besar World Climbing Series Chamonix 2026.

Jakarta — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh tim nasional panjat tebing Indonesia dalam ajang bergengsi World Climbing Series Chamonix 2026 yang berlangsung di Prancis. Tiga atlet andalan Indonesia, yakni Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi, berhasil mengamankan posisi mereka di babak final 16 besar nomor speed putra setelah melewati babak kualifikasi yang sangat kompetitif pada Jumat waktu setempat.

Keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan dominan dalam peta persaingan panjat tebing dunia. Berdasarkan data resmi dari International Federation of Sport Climbing (IFSC), Veddriq Leonardo tampil impresif dengan menempati peringkat keenam kualifikasi. Atlet andalan ini mencatatkan waktu terbaik 4,86 detik di lintasan A dan 4,899 detik di lintasan B, menunjukkan konsistensi performa yang krusial untuk menghadapi fase gugur.

Di sisi lain, Aditya Tri Syahria menunjukkan performa yang tak kalah tajam. Ia berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menempati peringkat ketujuh dengan catatan waktu 4,683 detik di lintasan A. Meski sempat mencatatkan waktu 6,948 detik di lintasan B, ketangkasannya di lintasan utama menjadi modal berharga bagi Aditya untuk bersaing dengan para pemanjat elite dunia lainnya di babak selanjutnya.

Tidak ketinggalan, Antasyafi Robby Al Hilmi melengkapi dominasi Indonesia dengan menempati posisi kesembilan dalam babak kualifikasi. Antasyafi mencatatkan waktu 4,893 detik di lintasan B dan 4,905 detik di lintasan A. Keberhasilan ketiga atlet ini mencerminkan kedalaman skuad panjat tebing Indonesia yang kini memiliki lebih banyak talenta berbakat yang mampu bersaing di level tertinggi.

Namun, perjalanan timnas tidak sepenuhnya mulus. Raharjati Nursamsa harus menelan pil pahit setelah gagal melaju ke babak final. Ia menempati peringkat ke-18 dengan catatan waktu 4,985 detik dan 5,469 detik. Margin waktu yang sangat tipis, yakni hanya terpaut 0,019 detik dari pemanjat Amerika Serikat, Michael Hom, yang menempati posisi terakhir kualifikasi (peringkat ke-16), menjadi pengingat betapa ketatnya persaingan di level elit internasional.

Kegagalan tipis yang dialami Raharjati ini memberikan catatan evaluasi penting bagi tim pelatih mengenai detail teknis dan manajemen waktu pada detik-detik krusial perlombaan. Dalam nomor speed yang hanya berdurasi di bawah lima detik, setiap milidetik sangat menentukan nasib seorang atlet untuk melaju atau terhenti langkahnya.

World Climbing Series di Chamonix dikenal sebagai salah satu 'kandang' bersejarah bagi olahraga panjat tebing dunia. Atmosfer kompetisi yang tinggi menuntut fokus mental yang luar biasa dari para atlet. Keberhasilan tiga wakil Indonesia menembus 16 besar menjadi bukti bahwa latihan intensif dan strategi yang diterapkan timnas telah membuahkan hasil yang kompetitif.

Kini, perhatian tertuju pada babak 16 besar yang akan digelar pada Sabtu (11/7) pukul 21.00 waktu setempat. Veddriq, Aditya, dan Antasyafi akan menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur. Dengan dukungan teknis dan persiapan mental yang matang, ketiganya diharapkan mampu memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan atlet panjat tebing Indonesia di kancah internasional membuktikan efektivitas sistem pembinaan atletik nasional dalam mencetak juara dunia. Konsistensi dalam ajang World Climbing Series berfungsi sebagai tolok ukur penting bagi persiapan Indonesia menghadapi multievent olahraga global di masa depan. Selain itu, prestasi ini meningkatkan citra Indonesia sebagai negara yang memiliki keunggulan kompetitif dalam cabang olahraga speed yang mengandalkan kecepatan dan presisi teknologi.

Sumber Asli
ANTARA
Tanggal
10 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →