Olahraga

Conor McGregor Kembali ke Octagon: Berat Badan Terpenuhi Jelang Duel Ulang Kontra Max Holloway di UFC 329

Conor McGregor Kembali ke Octagon: Berat Badan Terpenuhi Jelang Duel Ulang Kontra Max Holloway di UFC 329

Ringkasan

  • Conor McGregor kembali ke UFC setelah lima tahun absen, siap menghadapi Max Holloway di UFC 329 setelah memenuhi syarat berat badan kelas welterweight.

Penantian panjang selama lima tahun akhirnya berakhir. Bintang terbesar dalam sejarah MMA, Conor McGregor, secara resmi telah memenuhi syarat berat badan untuk pertarungan comeback-nya di UFC 329. Dalam sesi timbang badan yang berlangsung di Las Vegas pada Jumat waktu setempat, petarung asal Irlandia ini mencatatkan angka 170,5 pon (77,3 kg), memastikan kesiapannya untuk berduel di kelas welterweight.

Lawan yang akan dihadapinya bukanlah sosok asing. Max Holloway, mantan juara kelas bulu yang kini berusia 34 tahun, menjadi tantangan besar bagi McGregor. Holloway sendiri mencatatkan berat badan 170 pon (77,1 kg) dalam debutnya di kelas welterweight. Pertarungan ini bukan sekadar laga biasa; ini adalah ulangan dari pertemuan mereka 13 tahun lalu, di mana McGregor muda berhasil menundukkan Holloway melalui keputusan mutlak.

Bagi McGregor, laga ini adalah titik krusial dalam kariernya. Terakhir kali ia menginjakkan kaki di octagon adalah pada Juli 2021 di UFC 264, di mana ia menderita cedera tibia yang mengerikan saat melawan Dustin Poirier. Sejak saat itu, McGregor lebih banyak menghiasi berita karena kontroversi di luar ring daripada prestasi olahraga, termasuk pembatalan laga kontra Michael Chandler pada 2024 akibat cedera jari kaki.

Kembalinya McGregor ke divisi welterweight menunjukkan ambisi petarung berusia 37 tahun ini untuk kembali menjadi penantang gelar. Dengan rekor 22-6, McGregor sadar bahwa waktu tidak berpihak padanya. Kemenangan atas petarung sekaliber Holloway akan menjadi pernyataan keras kepada divisi bahwa 'The Notorious' belum habis dan masih memiliki daya tarik komersial serta teknis yang mumpuni.

Di sisi lain, Max Holloway datang dengan motivasi tinggi. Selama satu dekade terakhir, Holloway telah mengukir sejarah di kelas bulu dan ringan. Debutnya di kelas welterweight ini adalah langkah berani untuk membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan petarung yang secara fisik lebih besar. Holloway ingin memperbaiki catatan pertemuannya dengan McGregor dan membuktikan bahwa evolusinya sebagai petarung telah melampaui kekalahan masa lalunya.

Suasana panas sudah terasa jauh sebelum bel pertandingan dibunyikan. Dalam konferensi pers, McGregor sempat melakukan aksi provokasi dengan merampas dan membuang kacamata Oakley Meta milik Holloway. Aksi ini memicu kehebohan di media sosial, terutama setelah Holloway merespons dengan gaya khasnya yang tenang namun sarkastik di platform X, yang justru menambah bumbu drama jelang laga puncak International Fight Week.

UFC 329 sendiri menjadi panggung megah untuk menutup rangkaian pekan pertarungan internasional di Las Vegas. Kehadiran McGregor di main event dipastikan akan menarik jutaan penonton di seluruh dunia, mengingat statusnya sebagai ikon global yang mampu mendongkrak popularitas olahraga MMA ke level yang lebih masif.

Secara teknis, pertarungan ini akan menjadi adu strategi antara kekuatan pukulan McGregor dan ketahanan serta volume serangan Holloway. Publik kini menantikan apakah McGregor masih memiliki kecepatan dan presisi yang sama seperti saat ia mendominasi dua divisi, atau apakah Holloway akan memanfaatkan keunggulan stamina untuk mengakhiri masa kejayaan McGregor di panggung tertinggi UFC.

Mengapa Ini Penting

Kembalinya Conor McGregor bukan hanya peristiwa olahraga, melainkan fenomena bisnis hiburan global yang memengaruhi valuasi saham UFC dan hak siar media. Bagi pasar Indonesia, popularitas McGregor sering kali memicu minat generasi muda terhadap olahraga tarung dan industri kebugaran sebagai gaya hidup. Selain itu, dinamika promosi yang melibatkan teknologi (seperti kacamata pintar) menunjukkan bagaimana atlet kini menjadi platform pemasaran produk gaya hidup yang sangat berpengaruh.

Sumber Asli
Al Jazeera
Tanggal
11 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →