Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk terus mengakselerasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, sebagai pusat wisata olahraga atau sport tourism kelas dunia. Langkah ini diwujudkan salah satunya dengan peresmian fasilitas olahraga padel di kawasan The Mandalika yang dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, pada Sabtu lalu.
Dalam pernyataannya, Taufik Hidayat menekankan bahwa pembangunan fasilitas olahraga di Mandalika tidak sekadar ditujukan untuk mencetak prestasi atlet nasional di masa depan, melainkan sebagai instrumen penggerak industri olahraga yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat lokal. Dengan mengintegrasikan olahraga ke dalam ekosistem pariwisata, pemerintah berharap Mandalika memiliki daya tarik sepanjang tahun, bukan hanya saat ajang balap internasional seperti MotoGP berlangsung.
Fenomena pergeseran minat wisatawan global saat ini memang cenderung mengarah pada gaya hidup sehat dan aktivitas fisik, seperti lari dan olahraga padel yang sedang populer. Oleh karena itu, kehadiran infrastruktur pendukung yang memadai menjadi krusial. Taufik menambahkan bahwa fasilitas yang telah dibangun harus dirawat dengan baik agar dapat memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pariwisata Indonesia serta mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk tinggal lebih lama di NTB.
Sementara itu, pihak pengelola kawasan, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), menyatakan bahwa diversifikasi fasilitas menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing Mandalika. Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menjelaskan bahwa pihaknya kini telah menyediakan tiga lapangan padel dan satu lapangan basket sebagai langkah awal untuk menciptakan ekosistem gaya hidup sehat yang terintegrasi dengan keindahan alam Mandalika.
Strategi ini dirancang untuk memecahkan tantangan musiman pariwisata di Mandalika. Ahmad Fajar menambahkan, wisatawan yang berkunjung ke Mandalika kini tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga memiliki opsi untuk mengeksplorasi budaya, kuliner, dan fasilitas olahraga yang lengkap. Rencana pengembangan ke depan bahkan mencakup pembangunan lima lokasi lapangan padel tambahan di kawasan perbukitan, yang diharapkan dapat menambah nilai estetika dan pengalaman berwisata.
Pengembangan sport tourism di Mandalika juga mencerminkan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama bagi para penggiat olahraga global. Dengan dukungan infrastruktur yang mumpuni, Mandalika diposisikan untuk menjadi pusat bagi penyelenggaraan berbagai ajang olahraga rekreasi dan kompetisi profesional yang dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan serta rata-rata pengeluaran mereka selama berada di kawasan tersebut.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan menjadi fondasi penting dalam keberhasilan proyek ini. Hadirnya Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, dan jajaran pejabat daerah dalam peresmian fasilitas tersebut menunjukkan dukungan politik yang kuat untuk menjamin keberlanjutan operasional fasilitas olahraga ini agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar pariwisata terkini.
Ke depannya, keberhasilan integrasi sport tourism di Mandalika diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan kawasan pariwisata lain di Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi alam yang dipadukan dengan sarana olahraga modern, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengukuhkan posisinya dalam peta industri pariwisata global yang berbasis pada gaya hidup sehat dan pengalaman unik yang tidak ditemukan di destinasi lain.