Pelatih Persib Bandung Igor Tolic tidak ragu menilai Timnas Indonesia sebagai favorit utama di Piala AFF 2026 yang bergulir mulai 24 Juli mendatang. Ia mengaku hanya memiliki satu target bagi tim yang dilatih Patrick Kluivert: membawa pulang trofi juara ke Tanah Air.
Kepastian itu diungkapkan Tolic di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (20/7), usai mengawasi latihan timnya yang tengah mempersiapkan diri untuk musim baru Liga 1. "Mengingat Tim Nasional mengambil semua pemain terbaik kami, saya hanya punya satu target untuk mereka, yaitu menang," tegas mantan asisten pelatih Dinamo Zagreb tersebut.
Daftar nama yang dimaksud Tolic memang mengesankan. Persib menyumbang tujuh pemain ke skuad Garuda untuk Piala AFF 2026: Sandy Walsh, Eliano Reijnders, Marc Klok, Thom Haye, Beckham Putra Nugraha, Saddil Ramdani, dan Ragnar Oratmangoen. Kontribusi jumlah itu menjadikan Maung Bandung sebagai penyumbang pemain terbanyak ke timnas untuk turnamen bergengsi Asia Tenggara kali ini.
Kedatangan tujuh pemain Persib bukan sekadar angka. Mereka membentuk tulang punggung timnas di hampir semua sektor lapangan. Klok dan Haye mengendapkan lini tengah, Walsh dan Reijnders memperkuat sayap serta bek, sementara Beckham, Saddil, dan Oratmangoen menjadi opsi serbu di lini depan. Keakraban mereka bermain bersama di tingkat klub diharapkan mempercepat kimia di timnas.
Tolic menilai faktor waktu persiapan menjadi modal berharga. Berbeda dengan edisi sebelumnya yang sering tergesa-gesa, kali ini Patrick Kluivert memiliki dua bulan penuh untuk melatih skuad penuh sebelum laga pembukaan melawan Kamboja pada 27 Juli. "Jika Anda mengambil semua pemain terbaik dan membawanya selama dua bulan, lalu bekerja bersama mereka, dan pergi ke AFF, apa yang akan Anda katakan? 'Saya akan jadi runner-up?' Tidak," ujar pelatih kelahiran Kroasia itu dengan nada yakin.
Format home and away yang diterapkan Piala AFF 2026 justru menguntungkan Indonesia. Laga krusial melawan Vietnam, rival utama di Grup A, dijadwalkan di Stadion Pakansari, Bogor, pada 3 Agustus. Dukungan penuh tribun dihadapan mata sendiri diharapkan menjadi faktor ke-12 bagi Skuad Garuda untuk meraih tiga poin vital di fase grup.
Namun, Tolic juga menyadari beban mental yang menempel. Gelar favorit membawa konsekuensi: tekanan untuk menang setiap laga. Pengalaman edisi 2022 di mana Indonesia gagal lolos dari fase grup meski bermain di kandang menjadi pengingat pahit. Kluivert harus mengelola ekspektasi publik agar tidak mengganggu fokus pemain.
Di sisi lain, kehadiran banyak pemain Persib di timnas menciptakan dilema bagi Maung Bandung sendiri. Tolic harus menyusun strategi musim dini tanpa tujuh pilar utama selama kurang lebih sebulan. Peluang ini dibuka bagi pemain muda akademi seperti Ginanjar Wahyu atau Ferdiansyah Cecep Surya untuk membuktikan diri di tim senior.
Thom Haye, salah satu pemain Persib yang dipanggil, sebelumnya telah mengungkapkan keyakinan serupa. Gelandang kelahiran Amsterdam itu menegaskan timnas tidak takut mengucapkan kata "juara" secara terbuka. Sikap mental seperti itulah yang dinilai Tolic sebagai cerminan dari kualitas pemain yang dibawa Kluivert ke turnamen ini.
Jadwal padat menunggu Timnas setelah fase grup. Jika lolos sebagai pemimpin Grup A, Indonesia akan menghadapi runner-up Grup B di perempat final dua leg pada 10 dan 14 Agustus. Final berlangsung 22 dan 26 Agustus. Fisik dan manajemen rotasi pemain akan menjadi kunci Kluivert menavigasi maraton pertandingan tersebut.
Bagi sepak bola Indonesia, Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional. Ini adalah ujian nyata atas proyek naturalisasi dan pengembangan pemain yang digulirkan PSSI berahun-tahun. Kemenangan akan memvalidasi investasi besar pada pemain keturunan seperti Walsh, Reijnders, Haye, dan Oratmangoen, sekaligus membuktikan Liga 1 mampu mencetak bakat siap saji untuk panggung internasional.
Tolic menutup percakapan dengan nada realistis namun optimis. "Jika menang, sempurna," ucapnya singkat. Kalimat pendek itu merangkum harapan seluruh negara: trofi AFF yang hilang sejak 2010 akhirnya kembali ke genggaman Indonesia, dibawa oleh generasi emas yang tumbuh di bawah naungan Maung Bandung.