Langkah tim nasional bola voli putri U-18 Indonesia harus terhenti di babak perempat final ajang Asian Women's Volleyball Championship (AVC) U-18 2026. Berlaga di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Minggu, skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah menelan kekalahan tiga set langsung dengan skor 18-25, 12-25, dan 19-25.
Kekalahan ini menutup peluang Indonesia untuk melaju ke babak semifinal. Meski demikian, perjalanan tim asuhan pelatih kepala ini belum berakhir. Indonesia kini dijadwalkan akan melanjutkan perjuangannya dalam babak perebutan peringkat 5-8 dengan menghadapi Kazakhstan, sementara Thailand melenggang ke semifinal untuk menantang Korea Selatan.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia menurunkan komposisi pemain terbaiknya, termasuk Khanza Putri Yansi Ganeshtri, Venisa Dri Oktaviani, dan Tina Syifa Sabila Salim. Meskipun Venisa tampil impresif dengan menyumbangkan 10 poin, dominasi permainan yang ditunjukkan oleh tim tuan rumah sepanjang laga membuat pertahanan Indonesia sulit menahan gempuran serangan Thailand.
Asisten pelatih timnas voli putri U-18 Indonesia, Bobby Ade Setiawan, memberikan motivasi kepada para pemain agar tidak larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan bahwa fokus tim saat ini adalah melakukan evaluasi mendalam dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat meraih hasil positif saat menghadapi Kazakhstan pada pertandingan berikutnya.
Manajer tim, Luciana Taroreh, memberikan apresiasi atas kerja keras yang telah ditunjukkan para pemain. Menurutnya, menghadapi Thailand yang memiliki kualitas mumpuni dan bermain di hadapan publik sendiri merupakan pengalaman berharga bagi para atlet muda Indonesia. Ia menekankan pentingnya meningkatkan mentalitas bertanding saat berhadapan dengan tim-tim besar di level Asia.
Lebih lanjut, Luciana mengungkapkan bahwa tim pelatih telah mengantongi sejumlah catatan evaluasi teknis. Fokus utama pembenahan ke depan terletak pada konsistensi penerimaan bola (receive), penguatan pertahanan, serta meminimalisasi kesalahan sendiri (unforced error) yang sering terjadi di momen krusial pertandingan. Pengalaman di AVC U18 ini diproyeksikan sebagai fondasi pembinaan jangka panjang bagi regenerasi bola voli putri Indonesia.