Timnas voli putra Indonesia berhadapan dengan Kamboja pada partai puncak putaran pertama SEA V Cup 2026 di Candon, Ilocos Sur, Filipina, Minggu (19/7) pukul 16.00 WIB. Laga penentu tersebut disiarkan langsung oleh stasiun televisi Moji.
Tiket final didapat skuad Merah Putih setelah menekuk Vietnam dengan skor telak 3-0 pada babak semifinal, Sabtu (18/7). Tiga set dimenangkan Indonesia dengan angka 25-22, 25-20, dan 25-22 di hadapan publik Filipina.
Kamboja melaju ke final lewat jalur lebih berliku. Mereka menumbangkan Thailand 3-1 melalui set 25-21, 16-25, 25-23, dan 25-17. Hasil itu membuat final SEA V Cup 2026 mempertemukan dua kekuatan yang sudah saling kenal di fase grup.
Pada penyisihan grup, Indonesia sudah menghajar Kamboja 3-0 dengan skor 25-18, 25-18, dan 25-21. Rekor head-to-head tersebut menjadi modal psikologis bagi anak asuh pelatih nasional jelang partai titel.
Kemenangan atas Vietnam di semifinal tidak datang mudah. Di set pembuka, Indonesia tertinggal dua hingga lima poin dari wakil Vietnam sebelum perlahan bangkit.
Smes Boy Arnez Arabi memperkecil jarak menjadi 14-15. Dua kesalahan beruntun Vietnam membawa skor imbang dan mengubah alur permainan. Fauzan Nibras lalu menembus pertahanan lawan untuk keunggulan 17-16.
Putra Bagus Hidayatullah menjadi tembok raksasa di net. Bloknya membawa Indonesia menjauh 18-16 dan memupus asa Vietnam menutup set pertama. Service ace Fauzan Nibras di poin krusial membuat Indonesia unggul 24-21, sebelum Boy Arnez memastikan set 25-22.
Set kedua berjalan lebih tenang bagi Indonesia. Mereka menutupnya 25-20 lewat kolektivitas yang matang. Set ketiga berlangsung alot, namun Indonesia tetap konsisten dan menang 25-22 untuk melengkapi kemenangan 3-0.
Hasil ini melanjutkan tren positif voli Indonesia di level regional. Skuad putra kembali ke final dalam dua turnamen beruntun, sinyal bahwa pembinaan atlet mulai membuahkan hasil nyata.
Bagi penikmat olahraga tanah air, performa di SEA V Cup menjadi barometer menuju SEA Games dan kejuaraan Asia. Televisi Moji yang menayangkan laga memberi akses luas bagi publik yang selama ini kerap kekurangan siaran voli kompetitif.
Pertemuan ulang dengan Kamboja memberi kesempatan Indonesia memvalidasi dominasi grup. Namun final punya tekanan berbeda, apalagi Kamboja baru saja menyingkirkan Thailand yang punya tradisi kuat di voli Asia Tenggara.
Ke depan, kemenangan di turnamen ini akan menambah kepercayaan skuad jelang multicabang tahunan. Staf pelatih diproyeksikan menambal sisi serve receive yang sempat goyah melawan Vietnam.
SEA V Cup 2026 juga berpotensi jadi pintu masuk sponsor teknologi olahraga lokal. Pemantauan performa lewat sensor dan analitik pertandingan bisa menjadi tren yang diadopsi klub domestik mengikuti gaya turnamen internasional.