Olahraga

Timnas Voli Indonesia Rebut Peringkat Tiga SEA V Cup Leg 2 Usai Gulung Kamboja

Ringkasan

  • Timnas voli putra Indonesia meraih medali perunggu SEA V Cup 2026 Leg 2 setelah mengalahkan Kamboja 3-1 di Jakarta International Velodrome, Minggu (26/7).

Kemenangan 3-1 dengan skor set 25-18, 19-25, 25-20, dan 26-24 menutup perjalanan Indonesia di ajang bergengsi tersebut dengan catatan mulus. Tuan rumah tampil dominan di set pertama dan ketiga, sebelum menyelesaikan pekerjaan di set keempat yang memanas hingga deuce.

Pertandingan perebutan peringkat tiga ini menjadi ulangan dari fase penyisihan, di mana kedua tim juga pernah bertemu di final Leg 1 beberapa waktu lalu. Kamboja hadir dengan preparasi yang matang, dipandu oleh outside hitter andalan Voeurn Veasna yang berdiri tegak di tinggi 198 sentimeter. Serangan-smashnya konsisten menembus blok Indonesia di awal pertemuan, memaksa pelatih timnas menata ulang strategi pertahanan.

Blok Hendra Kurniawan menjadi kunci pemulihan Indonesia. Dia berhasil membaca arah tendangan Veasna berulang kali, mengubah momentum ke sisi merah-putih. Di sisi lain, Farhan Halim dan Luvi Febrian Nugraha berbagi peran sebagai penyerang utama yang efisien. Luvi yang ditempatkan di posisi empat justru memberikan variasi serangan yang sulit dibaca lawan.

Set kedua menjadi titik terendah bagi Indonesia. Kesalahan servis Sigit Ardian dan blok yang mudah ditembus memungkinkan Kamboja menguasai permainan 19-25. Namun, timnas bangkit di set ketiga berkat dua service ace beruntun Alfin Daniel yang menciptakan jarak 12-8. Keunggulan itu dipertahankan meski Kamboja sempat mengejar hingga 20-23 usai net foul dari Indonesia.

Drama puncak terjadi di set keempat. Indonesia sempat unggul 21-19 usai quick attack Tedi Oka yang jadi block out. Kegagalan menutup match point di skor 24-23 memaksa deuce 24-24. Di titik kritis itu, Tedi Oka muncul sebagai pahlawan tak terduga dengan monster block yang menghancurkan smes Pin Sarun, mengakhiri laga 26-24.

Kemenangan ini menegaskan konsistensi Indonesia di level Asia Tenggara. Setelah juara Leg 1, posisi tiga di Leg 2 menunjukkan timnas mampu bersaing di puncak meski menghadapi lawan yang semakin berkembang. Kamboja sendiri telah membuktikan progres signifikan, mendorong Indonesia untuk tak lengah.

Pengelolaan rotasi pemain jadi poin plus. Penempatan Luvi di posisi empat serta pemanfaatan Alfin sebagai server andalan menunjukkan fleksibilitas taktis. Hal ini penting mengingat jadwal padat musim panas yang menunggu timnas, termasuk Asian Games dan kualifikasi Piala Dunia.

Voeurn Veasna layak mendapat apresiasi. Pemain berusia 24 tahun itu menyumbang poin terbanyak bagi Kamboja dan memaksa blok Indonesia bekerja ekstra keras. Perkembangan voli Kamboja — yang dulu dianggap lawan lemah — kini jadi barometer kemajuan voli wilayah ini.

Di tribun, dukungan penonton penuh menjadi tenaga tambahan. Jakarta International Velodrome berdecit humaniora saat Tedi Oka melakukan block penentu. Atmosfer ini membuktikan voli mulai menembus pasar hiburan urban, bukan lagi olahraga pinggiran.

Ke depan, timnas harus memperbaiki konsistensi servis. Terlalu banyak kesalahan servis di set kedua dan awal set keempat berpotensi fatal lawan berkualitas lebih tinggi. Pelatih juga perlu menyiapkan cadangan andal untuk posisi libero dan setter guna menjaga ritmis saat pemain utama istirahat.

Secara jangka panjang, hasil ini memperkuat bargaining position Indonesia di forum AVC dan FIVB. Peringkat tiga SEA V Cup dua leg berturut-turut membangun narasi bahwa voli putra Indonesia layak jadi tuan rumah turnamen internasional bergengsi, sekaligus menarik sponsor serta minat generasi muda.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan ini bukan sekadar medali perunggu, tapi bukti bahwa voli putra Indonesia mampu mempertahankan dominasi regional di tengah ancaman serius dari Kamboja yang naik kelas drastis. Konsistensi dua leg SEA V Cup memperkuat argumen untuk mengajukan tuan rumah turnamen AVC/FIVB bergengsi, yang berdampak pada pendapatan, eksposur sponsor, dan regenerasi bakat. Perbaikan konsistensi servis dan kedalaman skuad jadi PR krusial sebelum menghadapi lawan Asia level atas seperti Jepang, Iran, atau China di panggung kontinen.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
26 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit