Kekecewaan kembali menghantui sepak bola Indonesia. Tim Garuda harus puas finis di peringkat ketiga klasemen Grup A dengan tujuh poin, tersisih di belakang Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin). Hasil ini memastikan Indonesia keluar di fase grup edisi ke-15 turnamen bergengsi Asia Tenggara ini. Kedua gol terbuka lewat aksi Rizky Ridho yang mencetak gol bunuh diri lalu disamakan Faris Ramli bagi tuan rumah.
Kegagalan ini menandai kali keenam Indonesia gagal menembus babak semifinal Piala AFF, dan edisi kedua berturut-turut setelah edisi 2022 lalu. Sebagai perbandingan, Vietnam yang dibimbing Kim Sang-sik justru menunjukkan konsistensi dengan mengumpulkan 10 poin dari empat laga, termasuk kemenangan 2-1 atas Indonesia di putaran kedua. Sementara Singapura di bawah pelatihan Tsutomu Ogura membuktikan evolusi taktis dengan pertahanan kompak dan transisi cepat yang menyulitkan tim Patrick Kluivert.
Latar belakang kegagalan ini tidak terlepas dari persiapan yang terhenti-henti. Kluivert baru resmi memimpin tim bulan Maret lalu, namun hanya memiliki waktu terbatas untuk mengimplementasikan sistem bermain karena jadwal FIFA Match Day yang padat dan kekurangan uji coba berkualitas. Skuad yang dibawa ke Singapura juga dihantui cedera pemain kunci seperti Marselino Ferdinan dan Rafael Struick, memaksa pelatih asal Belanda mengandalkan pemain muda yang pengalaman internasionalnya masih minim.
Di sisi taktis, Indonesia kesulitan memecah pertahanan Singapura yang bermain rendah dan padat. Posisi kepemilikan bola yang mendominasi (mencapai 65% di laga terakhir) tidak dibarengi ketajaman di trik akhir. Selama empat laga, Indonesia hanya mencetak empat gol — angka terendah di antara tim besar Grup A. Ketidakefektifan ini terlihat jelas saat Timnas butuh kemenangan penuh di menit-menit akhir lawan Singapura, namun menyerang tanpa pola jelas dan justru berisiko kena konter.
Kegagalan ini membawa dampak ganda. Secara finansial, PSSI kehilangan potensi bonus hadiah kemenangan dan pendapatan komersial dari tayangan semifinal. Secara reputasi, kepercayaan sponsor dan publik terhadap manajemen Kluivert teruji. Lebih jauh, ini mempertanyakan kelangsungan jangka panjang proyek naturalisasi yang telah menguras anggaran besar namun belum menghasilkan gelar regional. Kontrasnya, Thailand di Grup B dengan sembilan poin dari tiga kemenangan menunjukkan bagaimana kontinuitas pelatih (Masatada Ishii) dan blok tim inti yang stabil menghasilkan performa konsisten.
Kapten tim Rizky Ridho mengakui kesalahan fatalnya yang membuka keunggulan Singapura. "Saya minta maaf kepada seluruh warga Indonesia, tim, dan staf pelatih. Gol bunuh diri itu tidak seharusnya terjadi," ujar bek Persib Bandung itu dengan wajah muram usai laga. Ia juga menegaskan tim akan belajar dari kekalahan ini. Kluivert sendiri menolak mencari alasan, hanya menyatakan butuh evaluasi mendalam mengenai seluruh aspek persiapan dan eksekusi di lapangan.
Di Grup B, dramanya masih berlanjut. Laos sudah pasti tersingkir tanpa poin, namun Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Filipina masih berebut dua tiket semifinal. Laga penentu Sabtu (8/8) akan mempertemukan Thailand vs Myanmar serta Malaysia vs Filipina. Hasilnya akan menentukan lawan Vietnam dan Singapura di semifinal. Indonesia kini hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan sambil menunggu jadwal FIFA Match Day Oktober untuk kualifikasi Piala Asia 2027.
Masa depan Kluivert kini menjadi spekulasi hangat. Kontraknya berjalan hingga 2027, namun PSSI belum mengeluarkan pernyataan resmi soal evaluasi performa. Beberapa pengamat menilai PSSI sebaiknya melakukan audit menyeluruh: mulai dari scouting, program pemangkin, hingga sinkronisasi jadwal Liga 1 dengan kebutuhan timnas. Tanpa perbaikan struktural, kegagalan di Piala AFF 2026 berpotensi terulang di turnamen besar berikutnya.