Indonesia memastikan tiket ke semifinal Piala AFF 2026 setelah mengungguli Timor Leste 3-0 di laga terakhir fase grup di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7). Kemenangan ini menempatkan Merah Putih di puncak klasemen Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, tidak tertandingi oleh Thailand yang mengumpulkan enam poin.
Tiga gol Indonesia semuanya tercipta dalam rentang lima menit menit ke-75 hingga ke-80, memecah ketegangan setelah babak pertama berlangsung gugup tanpa gol. Shayne Pattynama membuka keunggulan pada menit ke-75 usai meneruskan umpan tarik Dony Tri Pamungkas, sebelum Thom Haye menggandakan keuntungan lewat tendangan bebas cantik ke pojok kanan atas gawang dua menit kemudian. Mitchell Baker, striker berusia 18 tahun, menutup festival gol dengan menyempurnakan umpan mendatar Ragnar Oratmangoen pada menit ke-80.
Kelebihan numerik menjadi faktor penentu sejak menit ke-21, ketika Jackson Flower Timor Leste menerima kartu kuning kedua usai melanggar Thom Haye. Meskipun bermain dengan sepuluh orang, Timor Leste bertahan ketat di babak pertama berkat performa kiper Dylan Jose yang beberapa kali menyelamatkan gawangnya dari ancaman Rayhan Hannan dan Mitchell Baker.
Pelatih John Herdman melakukan perombakan total di babak kedua dengan memasukan lima pemain sekaligus: Ragnar Oratmangoen, Egy Maulana Vikri, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Dony Tri Pamungkas. Pergantian itu langsung berdampak — kecepatan dan kreativitas lini depan meningkat drastis, memaksa pertahanan Timor Leste yang sudah lelah mundur ke area sendiri.
Susunan awal Indonesia yang dipasang Herdman cenderung konservatif dengan Cahya Supriyadi di gawang, lini belakang Jordi Amat, Wahyu Prasetyo, Brian Fatari, dan Tim Geypens, serta gelandang Marck Klok, Ivar Jenner, Thom Haye, dan Eliano Reijnders. Di depan, Rayhan Hannan dan Mitchell Baker ditugaskan memimpin serangan. Pilihan ini tampak ragu di 45 menit pertama, di mana Indonesia kesulitan menciptakan peluang jernih meski menguasai bola.
Kedatangan Pattynama dan Oratmangoen memberikan dimensi baru di sayap. Pattynama yang bermain di klub Belanda NEC Nijmegen menunjukkan kecepatan dan ketajaman finishing, sedangkan Oratmangoen — yang baru memperkuat tim setelah naturalisasi — memancarkan visi permainan dengan dua assist potensial. Dony Tri Pamungkas, putra mantan kapten timnas Ponaryo Astaman, juga menampilkan percaya diri usia muda dengan assist untuk gol pembuka.
Thom Haye menjadi sosok kunci di tengah lapangan. Selain mencetak gol cantik dari tendangan bebas, ia juga mendorong kartu merah untuk Flower usai disandung di posisi berbahaya. Peran ganda Haye sebagai playmaker dan penyerang tambahan memberikan fleksibilitas taktis yang sulit dibaca lawan. Marck Klok dan Ivar Jenner mengontrol tempo di zona tengah, memastikan Indonesia tidak terkejar konter meski mendorong ke depan.
Bagi Timor Leste, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di turnamen tanpa meraih poin apapun. Tim yang dibesut pelatih Simon McMenemy itu kehilangan tiga laga dengan agregat gol 0-9. Kartu merah Flower pada menit ke-21 memaksa mereka bermain defensif penuh, strategi yang berhasil menahan Indonesia hingga menit ke-75 namun akhirnya runtuh saat stamina habis.
Kemenangan ini juga menjawab kritik terhadap Herdman soal ketidakmampuan tim mencetak gol di babak pertama beberapa laga terakhir. Tiga gol dalam lima menit membuktikan kedalaman skuad dan kemampuan pelatih untuk membaca pertandingan lewat substitusi. Herdman kini punya kecepatan Pattynama, kreativitas Oratmangoen, dan insting gol Baker sebagai senjata tambahan di fase knockout.
Di semifinal, Indonesia akan menghadapi runner-up Grup B yang kemungkinan besar Vietnam atau Filipina. Laga tersebut dijadwalkan Rabu (5/8) di Stadion Rajamangala, Bangkok. Herdman harus memutuskan apakah mempertahankan susunan pembuka babak kedua atau mengembalikan pemain senior seperti Egy Maulana Vikri dan Sandy Walsh ke XI utama.
Penting dicatat, Mitchell Baker pada usia 18 tahun menjadi pencetak gol termuda Indonesia di turnamen AFF ini. Striker yang dibesarkan di akademi Feyenoord itu menampilkan komposisi dan finishing dewasa di gol ketiganya. Kemunculannya menjawab kekhawatiran soal regenerasi striker setelah era Boaz Solossa dan Beto Gonçalves.
Kinerja timnas ini juga memberikan momentum positif bagi sepak bola Indonesia menjelang kualifikasi Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2026. Kombinasi pemain naturalisasi berkualitas (Haye, Pattynama, Oratmangoen, Walsh) dengan bakat lokal muda (Baker, Jenner, Reijnders) menciptakan keseimbangan yang langka. Jika Herdman berhasil menyatukan ego dan peran masing-masing, Indonesia punya peluang nyata menjuarai AFF ke-2 setelah 2010.