Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) resmi menetapkan 15 pemain yang akan memperkuat Timnas Futsal Indonesia pada ajang bergengsi VI Copa das Nacoes de Futsal 2026. Turnamen ini akan berlangsung di Brasil, mempertemukan skuad Garuda dengan tim-tim elite dunia. Pengumuman ini disampaikan secara resmi melalui kanal media sosial Timnas Futsal pada Sabtu (10/10), menyusul persiapan intensif yang dilakukan tim pelatih.
Komposisi pemain yang dipanggil didominasi oleh wajah-wajah lama yang sebelumnya sukses membela Indonesia di Piala Asia Futsal 2026. Keputusan ini diambil pelatih Hector Souto untuk menjaga stabilitas permainan dan kedalaman taktik yang telah terbangun selama kompetisi kontinental tersebut. Konsistensi menjadi kunci utama dalam pemilihan skuad kali ini.
Untuk posisi penjaga gawang, Hector Souto tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Ahmad Habibie dan Muhammad Nizar Nayarrudin. Keduanya merupakan kiper yang telah teruji dalam berbagai laga krusial sebelumnya. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan rasa aman di bawah mistar gawang saat menghadapi gempuran penyerang kelas dunia dari negara lawan.
Pada lini pertahanan atau posisi anchor, Indonesia membawa empat pemain andalan yaitu Rizki Xavier, Ardiansyah Nur, Rio Pangestu, dan Dewa Rizky. Keempat pemain ini dikenal memiliki kemampuan transisi yang baik antara bertahan dan menyerang. Mereka akan menjadi tulang punggung dalam meredam serangan balik lawan yang seringkali menjadi ancaman utama dalam futsal modern.
Sementara itu, sektor sayap akan diisi oleh kombinasi pemain cepat dan kreatif seperti Muhammad Iqbal Rahmatullah, Andrias Kareth, Romi Humandri, Andres Dwi, dan Syauqi Saud. Kehadiran para flank ini sangat krusial untuk membongkar pertahanan lawan melalui skema permainan sayap yang agresif. Mereka diharapkan mampu memberikan suplai bola yang matang bagi para pivot di depan.
Beralih ke barisan penyerang atau pivot, terdapat empat nama yakni Yogi Saputra, Ronal Drion, Samuel Eko, dan Israr Megantara. Menariknya, Ronal Drion menjadi satu-satunya pemain dalam daftar ini yang tidak ikut serta dalam Piala Asia Futsal 2026. Pemanggilan Ronal memberikan dimensi baru bagi serangan Indonesia yang membutuhkan variasi taktik berbeda di Brasil nanti.
Keikutsertaan Indonesia di Copa das Nacoes 2026 bukan sekadar ajang uji coba biasa. Partisipasi ini merupakan bagian dari peta jalan strategis Timnas Futsal Indonesia menuju Piala Dunia Futsal 2028. Melawan tim-tim besar seperti Brasil dan Tanjung Verde akan memberikan pelajaran berharga bagi para pemain mengenai standar permainan futsal tingkat tinggi.
Laga perdana melawan Brasil pada 15 Oktober akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas para pemain Garuda. Brasil merupakan kiblat futsal dunia dengan sejarah prestasi yang panjang. Menghadapi lawan dengan kualitas individu di atas rata-rata akan memaksa Indonesia untuk bermain dengan disiplin taktik yang sangat ketat.
Sehari setelahnya, pada 16 Oktober, Indonesia dijadwalkan menghadapi Tanjung Verde. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi kesempatan bagi tim asuhan Hector Souto untuk menunjukkan perkembangan performa mereka di panggung internasional. Kemenangan atau bahkan hasil imbang melawan tim-tim papan atas dunia akan meningkatkan kepercayaan diri pemain secara signifikan.
Direktur teknis dan jajaran pelatih terus menekankan pentingnya menjaga fokus sepanjang turnamen. Meski lawan yang dihadapi memiliki reputasi besar, semangat untuk membawa nama Indonesia di kancah global tetap menjadi motivasi utama. Seluruh pemain dituntut untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka tanpa rasa takut.
Langkah ke depan bagi Timnas Futsal Indonesia adalah mematangkan kolaborasi antar lini. Keberadaan pemain yang sudah lama bermain bersama menjadi modal besar bagi Hector Souto untuk bereksperimen dengan strategi yang lebih variatif. Harapannya, pengalaman dari Brasil ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk meningkatkan peringkat FIFA Indonesia di masa depan.
Tren perkembangan futsal di Indonesia memang menunjukkan grafik positif dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk AFI dan antusiasme suporter, menjadi bahan bakar utama bagi kemajuan olahraga ini. Jika konsistensi dalam pembinaan dan pengiriman pemain ke turnamen internasional seperti ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi kekuatan baru yang disegani di Asia maupun dunia.