Olahraga

Timnas Basket 3x3 Putra Sasar Lolos Grup Asian Games 2026

Ringkasan

  • Timnas basket 3x3 putra Indonesia menargetkan lolos fase grup di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, dengan Challenger Batam menjadi uji coba terakhir sebelum ke Jepang.

Timnas basket 3x3 putra Indonesia menetapkan target realistis berupa kelolosan dari fase grup pada Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Target ini dikonfirmasi Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, di GBK Area, Selasa (21/7), sebagai langkah untuk meningkatkan performa skuad yang dibina pelatih Nico Donnda Fitzgerald.

Pada edisi sebelumnya di Hangzhou 2022, perjalanan Merah Putih terhenti di babak playoff. Kemenangan 18-13 atas Yordania tak dapat dilanjutkan usai takluk 15-21 dari Filipina. Evaluasi atas hasil tersebut menjadi landasan penetapan target yang lebih terukur untuk edisi mendatang.

"Kalau target mereka, kami usahakan lolos grup ya untuk basket 3x3 sehingga kami bisa lebih tinggi lagi ke depannya," ujar Todotua. Ia menambahkan bahwa keberhasilan tim putri meraih emas di SEA Games terakhir menjadi bukti kesiapan cabang olahraga ini untuk berburu medali di panggung Asia.

Di sisi lapangan, pelatih Halmaheranno Aprianto memprioritaskan pemantapan persiapan dan kedalaman skuad. Evaluasi terhadap porsi latihan mandiri terus dilakukan untuk menutup kesenjangan aspek fisik lawan-lawang papan atas Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

"Yang paling penting kami bisa memaksimalkan setiap game-nya dulu baru nanti jika diberi kelebihan kami bisa lolos di tiap babaknya," tegas Halmaheranno, yang juga mantan pebasket klub Hangtuah Jakarta dan lulusan DBL All-Star. Pendekatan ini mencerminkan kesadaran akan margin kesalahan yang tipis dalam format 3x3.

Strategi tim berfokus pada peningkatan kecepatan transisi dan keandalan taktik. Kerja sama tim serta tingkat ketajaman menembak menjadi dua pilar utama yang diasah di setiap sesi latihan. Format 3x3 yang cepat dan fisik menuntut pemain mampu mengambil keputusan dalam hitungan detik.

Proses analisis lawan (scouting) sudah dimulai, meski Halmaheranno mengakui belum bisa memperdalam secara maksimal. Fokus saat ini dialokasikan untuk memaksimalkan kualitas pemain sendiri. "Apa yang bisa dimaksimalkan kami maksimalkan," ucapnya. Pendekatan bottom-up ini dipilih mengingat jadwal persiapan yang padat.

Ajang Challenger di Batam pekan ini dijadikan panggung pemanasan vital. Turnamen ini bukan sekadar uji coba skema, tapi juga simulasi tekanan pertandingan resmi sebelum kontingen berangkat ke Jepang. Performa di Batam akan menjadi indikator kesiapan fisik dan mental.

Kendati demikian, tantangan di Aichi-Nagoya tidak ringan. Negara-negara Asia Timur telah lama menginvestasikan program 3x3 terstruktur dengan pemain profesional penuh. Indonesia yang baru membangun ekosistem liga 3x3 domestik melalui IBL 3x3 masih dalam tahap pengejaran.

Keberhasilan tim putri di SEA Games seharusnya jadi momentum untuk memperkuat program pengembangan pemain muda. Sistem pemangkatan dari liga universitas (LIMA) dan liga sekolah (DBL) perlu diselaraskan dengan kebutuhan format 3x3 yang spesifik — fisik eksplosif, IQ permainan tinggi, dan kemampuan satu lawan satu.

Langkah selanjutnya jelas: memanfaatkan Challenger Batam sebagai benchmark, menyempurnakan rotasi pemain, dan finalisasi scouting report lawan grup. Jika target lolos grup tercapai, Indonesia akan menyematkan posisinya sebagai pesaing serius di basket 3x3 Asia, bukan sekadar peserta tambahan.

Mengapa Ini Penting

Target lolos grup ini menandai pergeseran mentalitas dari sekadar berpartisipasi ke bersaing nyata di level Asia. Keberhasilan akan memvalidasi program IBL 3x3 dan DBL sebagai cetakan pemain, sekaligus membuka peluang sponsorship serta minat media pada format olahraga urban yang populer di kalangan Gen Z. Kegagalan berarti evaluasi total alur regenerasi pemain.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
21 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit