Celtic tidak mengalami शुरुआत yang mulus di awal musim baru. Di hadapan penonton penuh di Celtic Park, The Hoops harus berjuang keras untuk mengalahkan Dundee yang bermain kompak dan agresif di babak pertama. Gol kemenangan baru tercipta di menit ke-69 melalui kepala Benjamin Nygren, yang menerima umpan silang presisi dari Kieran Tierney dari sayap kiri.
Umpan Tierney itu menjadi momen krusial yang memecah kebuntuan. Nygren, pencetak gol terbanyak musim lalu, melesakkan bola dari jarak enam yard tanpa giving kesempatan bagi kiper Dundee. Kemenangan itu memberikan tiga poin pertama bagi Celtic, namun performa tim secara keseluruhan masih meninggalkan catatan bagi pelatih Martin O'Neill.
Kembalinya Tierney ke Celtic dari Arsenal pada 2025 ternyata membawa dampak instan. Musim lalu, bek kiri berusia 29 tahun ini mencatat 12 assist terbanyak di tim dan menembakkan enam gol — statistik yang luar biasa untuk seorang bek. Dia juga menjadi salah satu pemain dengan kontribusi defensif terbaik di liga, konsisten muncul di daftar teratas untuk tackle, clearance, dan blok tembakan. Hanya Calvin Miller dari Falkirk yang mengunggulinya dalam jumlah assist di seluruh liga Skotlandia musim lalu.
Di laga pembukaan ini, Tierney kembali menunjukkan dominansi. Ia mencatat delapan umpan silang — paling banyak di tim — dan menciptakan empat peluang. Dua tembakannya ke gawang juga paling banyak di antara rekan satu timnya, meski Dundee memiliki expected goals (xG) 0.88 lewat Kasper Hogh. Jurnalis senior BBC Scotland, Tom English, menilai penampilan Tierney mirip versi terbaiknya: "Dia menyerbu ke depan, masuk ke kotak penalti, menembak, dan melakukan tugas defensif dengan sempurna."
Ketergantungan Celtic pada Tierney semakin besar usai Marcelo Sarrachi kembali ke Boca Juniors. Saat ini, tidak ada bek kiri senior lain di skuad. O'Neill mengakui kebutuhan mendesak untuk merekrut cadangan. "Kieran tidak akan bisa main penuh di setiap laga. Musim lalu dia melewatkan beberapa menit karena memberikan segalanya," ujar pelatih berkelahiran Irlandia Utara itu. Baru sepuluh kali Tierney memainkan 90 penuh di liga musim lalu, meski ia termasuk tiga bek kiri dengan menit bermain terbanyak.
Kabar angin dari Spanyol menyebut Osasuna tertarik merekrut Tierney. Namun, laporan yang sama menyebut Celtic akan menolak segala tawaran. Kapten legendaris Scott Brown, mantan rekan setim Tierney, tegas: "Kieran tidak akan pergi, dia mencintai klub ini. Ketika ada duel 50-50 dia menang, saat bola masuk ke kotak penalti dia menggendongnya." Brown juga memuji Callum McGregor yang terlihat segar usai pensiun dari timnas Skotlandia, menyebutnya sebagai "otak" tim bersama Tierney dan James Forrest.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang rutin mengikuti Liga Champions dan liga Eropa, Celtic selalu jadi tim favorit selain Old Firm rival Rangers. Kisah Tierney — anak asuh akademi yang pulang ke kandang kelahiran setelah gagal bersinar di Arsenal — memiliki daya tarik emosional sendiri. Narasi "pulang ke rumah" itu resonan dengan budaya olahraga Indonesia yang menghargai loyalitas dan identitas lokal.
Secara taktis, kehadiran Tierney memberikan dimensi tambah bagi Celtic. Kemampuannya masuk ke area lawan seperti sayap tambahan menciptakan kelebihan numerik di sisi kiri, memaksa lawan menarik bek kanan ke dalam dan membuka ruang untuk Daizen Maeda atau Nicolas Kuhn di sisi kanan. Tanpa cadangan berkualitas, cedera atau kelelahan Tierney bisa jadi titik rawan di musim panjang yang menunggu Celtic di liga domestik dan panggung Eropa.
Langkah selanjutnya manajemen Celtic di pasar transfer akan menentukan kelancaran musim ini. O'Neill butuh bek kiri yang siap main saat Tierney istirahat, tanpa mengganggu kimia tim. Sementara itu, McGregor yang bebas beban internasional dipercaya akan jadi pemegang kunci di tengah lapangan. Jika dua pilar ini sehat, Celtic tetap kandidat utama gelar dan berpeluang lolos ke fase gugur Liga Champions.
Pada akhirnya, kemenangan tipis atas Dundee adalah permulaan. Celtic butuh waktu untuk menemukan ritme terbaik, namun memiliki fondasi kokoh di dua tokoh yang memahami DNA klub: Tierney dan McGregor. Bagi penonton di Indonesia yang menonton lewat siaran streaming, musim ini akan jadi uji nyata apakah "versi lama" Tierney bisa bertahan hingga Mei mendatang.