Thailand mengambil langkah besar menuju final Piala AFF 2026 usai mengalahkan tuan rumah Singapura 3-1 pada leg pertama semifinal di Stadion Jalan Besar, Sabtu (15/8/2026) malam. Kemenangan ini menempatkan Gajah Perang hanya butuh hasil imbang atau kekalahan tipis di leg kedua untuk melaju ke partai puncak.
Teerasak Poeiphimai jadi sosok penentu dengan mencetak dua gol pada menit ke-13 dan ke-26. Striker kelahiran 2002 itu pertama kali membobol gawang Izwan Mahbud usai menerima umpan terobosan Seksan Ratree, lalu menambahkan keunggulan lewat tendangan kepala mengawali silang Waris Choolthong dari sayap kiri.
Dominasi Thailand tidak berhenti di babak pertama. Masuki menit ke-50, Seksan Ratree sendiri turut mencetak nama di papan skor. Gelandang sayap kanan itu menyelesaikan aksi seru Patrik Gustavsson dari sisi kiri dengan finishing yang tenang, memperbesar keunggulan jadi 3-0 dan praktisch mematikan lawan.
Singapura baru mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-84 melalui Ilhan Fandi. Anak buah Irfan Fandi itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak terjangkau kiper Kampol Pathomakkakul. Gol itu jadi satu-satunya hiburan bagi The Lions di hadapan penonton sendiri.
Pelatih Thailand, Masatada Ishii, mengandalkan susunan 4-4-2 yang bertransformasi jadi 4-5-1 saat bertahan. Poeiphimai dan Yotsakorn Burapha berperan sebagai twin striker, didukung kreativitas Seksan dan Kakana Khamyok di sayap serta Sarach Yooyen sebagai playmaker di tengah. Sistem ini efektif melumpuhkan pertahanan Singapura yang dipimpin Irfan Fandi.
Di sisi lawan, Tsutomu Ogura memasang 4-3-3 dengan Hariss Harun sebagai anchor di tengah medan. Kyoga Nakamura dan Shah Shahiran ditugaskan mengatur tempo, namun tekanan tinggi Thailand membuat Singapura kesulitan membangun serangan terstruktur. Glenn Kweh dan Shawal Anuar jarang mendapat suplai bola berkualitas.
Hasil ini memperkuat dominasi Thailand di kawasan Asia Tenggara. Gajah Perang telah menguasai Piala AFF tujuh kali, paling banyak dalam sejarah turnamen. Kemenangan di Singapura juga membalas kekalahan 1-2 di fase grup edisi 2020, menunjukkan evolusi taktis di bawah bimbingan Ishii.
Bagi Singapura, kekalahan ini membuka pertanyaan keras soal kedalaman skuad. Ketergantungan pada Ilhan Fandi dan keterbatasan opsi penyerang cadangan terlihat jelas. Ogura harus menemukan solusi di leg kedua, meski peluang balik terbilang minim mengingat Thailand akan bermain di hadapan penonton penuh di Bangkok.
Sejarah mencatat Thailand belum pernah gagal lolos ke final usai menang di leg pertama semifinal Piala AFF. Rekor ini menambah beban psikologis Singapura yang harus mengejar keunggulan tiga gol di Rajamangala — Stadion yang jadi benteng tak tergoyahkan Gajah Perang selama dua dekade terakhir.
Leg kedua dijadwalkan Selasa (18/8) pukul 19.30 WIB di Stadion Rajamangala. Thailand cukup bermain tenang dan memanfaatkan konter, sedangkan Singapura terpaksa menyerang penuh sejak menit awal. Pertarungan taktis antara Ishii dan Ogura akan menentukan siapa yang berhak menantang pemenang semifinal lawan Vietnam vs Filipina.
Kemenangan ini juga menguatkan posisi Thailand sebagai favorit utama merebut gelar ke-8. Kombinasi pengalaman Sarach, kecepatan Seksan, dan insting penyerang Poeiphimai menciptakan ancaman multidimensi yang sulit dihentikan. Jika tidak ada cedera atau kartu merah, final Piala AFF 2026 kemungkinan besar akan menampilkan Thailand.