Thailand meraih kemenangan meyakinkan 3-0 (25-18, 25-19, 25-18) atas Kamboja pada semifinal SEA V Cup 2026 leg 2 yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Sabtu (25/7). Kemenangan ini mengantarkan tim besutan Park Ki Won ke partai puncak turnamen.
Kemenangan tersebut menjadi balas dendam bagi Thailand yang seminggu sebelumnya menelan kekalahan 1-3 dari lawan yang sama di leg 1 di Filipina. Kekalahan itu membuat Thailand gagal melangkah ke final pada putaran pertama.
Pada leg 1, Thailand tampil kurang konsisten di lini pertahanan dan penerimaan servis, sehingga Kamboja mampu menguasai tempo pertandingan. Evaluasi pasca kekalahan itu menjadi dasar persiapan tim untuk leg 2.
Pelatih Park Ki Won menerapkan strategi servis agresif dan blok yang lebih terstruktur. Perubahan susunan pemain di posisi libero dan penyerang sayap juga memberikan variasi serangan yang sulit dibaca lawan.
Set pertama berjalan cepat dengan Thailand membuka keunggulan 8-3 dan menutup 25-18. Set kedua lebih sengit, Kamboja sempat mengejar hingga 19-21, namun Thailand menutup 25-19 usai poin penentu dari penyerang utama mereka.
Momentum dua set awal dibawa ke set ketiga. Thailand bermain tenang, memanfaatkan kesalahan tidak terpaksa Kamboja, dan mengakhiri pertandingan dengan skor 25-18 hanya dalam 75 menit total.
Kemenangan 3-0 ini tidak hanya mengamankan tiket final, tetapi juga menegaskan dominasi Thailand di voli putra Asia Tenggara saat ini. Tim ini kini mencatat seri kemenangan lima berturut-turut di turnaman regional.
Bagi Indonesia sebagai tuan rumah, hasil ini menambah ketegangan final yang akan mempertemukan Thailand dengan pemenang semifinal kedua antara Timnas Voli Indonesia dan Vietnam yang dijadwalkan pukul 19.00 WIB hari yang sama.
Analis voli menilai Thailand memiliki keunggulan fisik dan pengalaman bermain final berulang kali. Namun, keunggulan kandang dan dukungan penonton bisa menjadi faktor penyeimbang bagi tim Indonesia jika lolos.
Jika Indonesia berhasil menaklukkan Vietnam, final akan menjadi revancha menarik antara dua negara yang sering bertemu di panggung SEA Games dan AVC Cup. Pertemuan tersebut diharapkan meningkatkan minat penonton domestik terhadap voli.
Selain aspek kompetitif, keberhasilan Thailand mengalahkan Kamboja dengan skor bersih menunjukkan pentingnya adaptasi taktis antar putaran turnamen. Pelatih lain di wilayah dapat mempelajari cara Thailand memperbaiki kelemahan dalam waktu singkat.
Masa depan, final SEA V Cup 2026 leg 2 akan menjadi uji coba bagi generasi muda voli Indonesia menghadapi lawan berkualitas tinggi. Hasilnya akan memengaruhi persiapan menuju SEA Games 2027 dan kualifikasi Asia ke panggung dunia.