Marc-Andre ter Stegen akan menjalani tes medis di Ajax Amsterdam dalam beberapa hari ke depan untuk merampungkan kepindahan dari Barcelona. Kiper asal Jerman itu diproyeksikan menjadi pesaing langsung Maarten Paes untuk posisi penjaga gawang utama Ajax. Kepindahan ini tidak hanya memicu persaingan di Eredivisie, tetapi juga menjadi perhatian besar publik Indonesia karena Paes adalah kiper andalan tim nasional.
Menurut laporan The Athletic, ter Stegen telah meninggalkan pemusatan latihan Barcelona di Inggris dan terbang ke Belanda untuk menjalani tes medis. Ajax dan Barcelona sebenarnya sudah sepakat secara lisan sejak awal Juli, tetapi proses transfer sempat berlarut-larut akibat masalah skema gaji. Perbedaan tarif pajak antara Spanyol (45 persen) dan Belanda (49,5 persen) membuat kesepakatan pinjaman menjadi rumit.
Kedua klub akhirnya menemukan jalan keluar. Barcelona bersedia menanggung 90 persen dari total gaji ter Stegen, sedangkan Ajax hanya menanggung 10 persen. Jumlah tanggungan Barcelona dapat berkurang tergantung performa ter Stegen di lapangan, tetapi penurunan itu tidak akan signifikan. Dengan terselesaikannya masalah gaji, Barcelona pun mengizinkan ter Stegen menjalani tes medis di Ajax.
Keputusan Barcelona melepas ter Stegen tidak terlepas dari posisinya yang sudah tidak masuk rencana pelatih Hansi Flick. Joan Garcia kini menjadi kiper utama Barcelona, sementara Wojciech Szczęsny yang kembali dari pensiun berperan sebagai pelapis. Situasi ini membuat tidak ada tempat bagi ter Stegen, yang sebelumnya sempat dipinjamkan ke Girona pada pertengahan musim lalu. Saat itu Girona dilatih oleh Michel, yang kini menangani Ajax dan membawa ter Stegen ke Amsterdam.
Ter Stegen telah menjadi kiper utama Barcelona sejak 2014, mencatat total 423 penampilan. Namun, cedera kambuhan dan datangnya Joan Garcia membuat posisinya tergeser. Pengalaman dan kualitas ter Stegen di level tertinggi tidak diragukan, tetapi ia butuh waktu bermain untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kedatangan ter Stegen langsung memicu persaingan ketat dengan Maarten Paes di lini belakang Ajax. Paes yang telah tampil sebelas kali di Eredivisie membantu Ajax finis kelima dan lolos ke Conference League. Kehadiran ter Stegen tentu akan mengubah dinamika tim, karena pelatih Michel harus memilih kiper utama yang paling konsisten.
Dari perspektif Indonesia, persaingan ini sangat krusial. Maarten Paes adalah kiper utama timnas Indonesia yang telah menjadi andalan di berbagai pertandingan. Jika menit bermainnya di Ajax berkurang, hal itu bisa memengaruhi ritme dan kepercayaan dirinya saat memperkuat Indonesia. Ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi penggemar sepak bola Indonesia, terutama menjelang kualifikasi Piala Dunia.
Namun, ada sisi positif yang bisa diambil. Berlatih dan bersaing dengan kiper sekelas ter Stegen adalah kesempatan langka bagi Paes untuk meningkatkan kualitas. Ia bisa belajar dari teknik, pengalaman, dan mentalitas kiper yang telah berkarier di Eropa selama lebih dari satu dekade. Ini bisa menjadi investasi jangka panjang untuk timnas Indonesia.
Transfer ini juga menjadi sinyal ambisi Ajax dalam membangun skuad yang kompetitif di kompetisi domestik dan Eropa. Dengan pengalaman ter Stegen, Ajax diharapkan lebih solid di lini belakang. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini akan menjadi tontonan menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Setelah tes medis selesai, ter Stegen akan diperkenalkan sebagai pemain baru Ajax dalam beberapa hari ke depan. Semua mata kini tertuju pada keputusan pelatih Michel dalam mengelola dua kiper berkualitas ini. Akankah Paes mampu mempertahankan posisinya, atau ter Stegen yang akan mengambil alih? Hanya waktu yang akan menjawab.