Olahraga

Tan Cheng Hoe Tetap Yakin Malaysia Lolos Semifinal Piala AFF 2026

Ringkasan

  • Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, tetap percaya diri timnya lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski posisi Malaysia di Grup B rawan setelah kalah 0-2 dari Thailand.

Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, menegaskan keyakinannya membawa Harimau Malaya melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Keyakinan itu diutarakan di tengah posisi timnya yang kian rawan di klasemen Grup B setelah takluk 0-2 dari Thailand di Stadion Rajamangala, akhir pekan lalu.

Kekalahan tersebut membuat Malaysia tertahan di peringkat kedua dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan. Sisa satu laga melawan Filipina di kandang akan menjadi penentu nasib mereka. Situasi menjadi tidak nyaman karena Myanmar dan Filipina masih berpeluang menggusur posisi Malaysia.

Myanmar berada di urutan ketiga dan Filipina di posisi keempat. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi masih memegang dua pertandingan sisa. Artinya, peluang matematis bagi kedua tim tersebut untuk lolos tetap terbuka lebar.

Jika Myanmar mampu memenangkan satu laga dan meraih hasil imbang di laga lainnya, maka mereka bisa menyalip Malaysia. Namun syaratnya, Malaysia harus kalah dari Filipina pada pertandingan pamungkas. Sementara itu, Filipina perlu memenangkan dua laga tersisa untuk memastikan tiket semifinal.

Pelatih asal Malaysia itu tidak menampik tekanan yang dihadapi timnya. Namun ia justru melihat situasi ini sebagai ujian berharga bagi para pemain muda. Menurutnya, laga melawan Thailand memberi pengalaman internasional yang tidak ternilai.

"Kami masih memiliki satu pertandingan lagi di kandang melawan Filipina. Sebagai pelatih, saya masih percaya kami memiliki peluang bagus untuk melaju ke babak selanjutnya," ujar Tan Cheng Hoe dalam keterangan yang dikutip dari Bharian.

Tan Cheng Hoe juga menyoroti mentalitas pemain setelah kekalahan dari Thailand. Ia menilai kekalahan itu menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki kesalahan sebelum menghadapi Filipina. Ia yakin para pemainnya akan tampil lebih solid di laga krusial tersebut.

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, situasi di Grup B ini punya relevansi tersendiri. Persaingan ketat di grup ini memperlihatkan bahwa level sepak bola Asia Tenggara semakin merata. Tim yang diunggulkan tidak otomatis aman, dan tim yang dianggap medioker bisa tampil mengejutkan.

Keberadaan Myanmar dan Filipina sebagai pesaing serius menjadi sinyal bahwa peta kekuatan di kawasan ini sedang berubah. Indonesia, yang juga tengah membangun skuad muda, bisa menjadikan dinamika ini sebagai peringatan sekaligus motivasi. Konsistensi menjadi kunci utama di turnamen pendek seperti Piala AFF.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, turnamen ini memberikan pengalaman dan paparan yang tak ternilai bagi para pemain muda kami yang belum pernah tampil di kancah internasional," tutur Cheng Hoe menambahkan.

"Pengalaman itu akan sangat membantu kami dalam mempersiapkan pertandingan melawan Filipina," ujarnya.

Laga penentu melawan Filipina akan digelar di kandang Malaysia. Dukungan suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi Safawi Rasid dan kawan-kawan. Namun Filipina dipastikan datang dengan motivasi tinggi setelah gagal tampil konsisten di babak penyisihan.

Jika Malaysia berhasil memenangkan laga tersebut, tiket semifinal akan diamankan tanpa perlu melihat hasil pertandingan lain. Sebaliknya, hasil imbang atau kekalahan bisa membuka pintu bagi Myanmar atau Filipina untuk mengambil alih posisi kedua.

Tekanan kini ada di pundak pemain Malaysia. Namun Tan Cheng Hoe tampak tenang. Ia percaya pengalaman menghadapi Thailand akan membuat timnya lebih siap secara mental dan taktik untuk laga hidup-mati tersebut.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena persaingan di Grup B Piala AFF 2026 menunjukkan bahwa tim sekelas Malaysia pun tidak aman di turnamen regional. Bagi Indonesia, ini menjadi pengingat bahwa tidak ada lawan mudah di Asia Tenggara. Keberhasilan atau kegagalan Malaysia di laga pamungkas juga akan memengaruhi potensi lawan Indonesia di babak semifinal, terlebih jika Indonesia melaju dari Grup A. Selain itu, tekanan pada pelatih lokal seperti Tan Cheng Hoe menjadi gambaran bagaimana ekspektasi publik terhadap timnas di kawasan ini sangat tinggi.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
3 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit