Pelatih kepala Timnas Putri Indonesia U-17, Takumi Taniguchi, mengakui bahwa skuad Garuda Nusantara masih memerlukan proses pemolesan sebelum berlaga di Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027. Penilaian ini disampaikannya usai mengamati performa para pemain selama turnamen seleksi Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Kamis (20/8).
Kualifikasi zona ASEAN tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 11 Oktober 2026 mendatang. Indonesia ditempatkan di Grup B bersama tuan rumah Singapura, Arab Saudi, dan Bahrain. Susunan grup ini menuntut timnas untuk hadir dengan persiapan optimal mengingat lawan-lawannya memiliki pengalaman bermain internasional yang lebih matang.
Proses seleksi saat ini memang dirancang unik dengan sistem dua tim. Garuda Pertiwi di bawah asuhan Timo Scheunemann dan Putri Nusantara yang dilatih Takumi bersaing memperebutkan tiket ke tim inti. Hingga babak semifinal, hanya Garuda Pertiwi yang berhasil melaju setelah mengunci posisi juara Grup A dengan catatan tiga kemenangan penuh.
Sementara Putri Nusantara harus terhenti di fase grup. Tim yang dibina Takumi menempati peringkat ketiga Grup B dengan koleksi tiga poin, sama dengan Yordania, namun kalah pada hitungan selisih gol. Kejutan eliminasi dini ini justru menjadi bahan evaluasi berharga bagi staf pelatih.
Meski begitu, Takumi tetap optimis. Menurutnya, kedua tim telah menunjukkan performa yang layak diapresiasi. "Saya benar-benar merasa bahwa mereka berada pada level yang memungkinkan mereka untuk terus menantang dunia," ujar pelatih asal Jepang itu. Ia percaya penggabungan pemain terbaik dari kedua tim akan menciptakan skuad yang kompeten.
Kunci keberhasilan menurut Takumi terletak pada konsistensi pengembangan. Beberapa aspek teknis dan taktis masih teridentifikasi sebagai celah yang harus ditutup. Ia menegaskan bahwa jika proses pembinaan berlanjut dengan pola yang terstruktur, hasil di kancah internasional akan jauh lebih memuaskan.
Dari perspektif pengembangan sepak bola wanita Indonesia, turnamen Srikandi Merdeka Cup ini memiliki makna strategis. Bukan hanya ajang seleksi, tapi juga uji coba mental dan fisik pemain muda menghadapi tekanan pertandingan resmi. Pengalaman bermain lawan tim asing seperti Yordania dan Bahrain di usia dini adalah aset tak ternilai.
Faktur usia menjadi pertimbangan krusial. Pemain U-17 saat ini akan menjadi tulang punggung timnas senior di 3-5 tahun mendatang. Investasi pada tahap ini menentukan kualitas regenerasi. PSSI melalui Divisi Sepak Bola Wanita telah menetapkan roadmap jangka panjang yang mengacu pada FIFA Women's Development Programme.
Kompetisi di Grup B nanti tidak akan mudah. Singapura sebagai tuan rumah punya keuntungan kondisi lapangan dan dukungan penonton. Arab Saudi baru-baru ini gencar mengembangkan sepak bola wanita dengan reclutasi pelatih berkualitas. Bahrain punya tradisi yang cukup lama di kancah Asia Barat. Indonesia harus memaksimalkan persiapan fisik dan mental.
Timo Scheunemann sebagai pelatih Garuda Pertiwi juga turut menentukan arah tim. Kolaborasi antara dua pelatih dengan latar belakang berbeda — Timo yang akrab dengan karakter pemain Indonesia dan Takumi yang membawa disiplin Jepang — diharapkan menciptakan sinergi taktis yang kaya variasi.
Langkah selanjutnya adalah pemusatan latihan (pelatnas) yang difokuskan pada penyatuan gaya bermain. Staf medis dan analis performa akan berperan vital memonitor kondisi fisik pemain pasca turnamen seleksi. Manajemen cedera dan pemulihan menjadi prioritas agar tidak kehilangan pemain kunci menjelang kualifikasi.
Sejarah mencatat Indonesia belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia Putri U-17. Kesempatan kali ini terbuka lebar dengan format kualifikasi yang melibatkan lebih banyak tim. Jika proses pemolesan yang Takumi sebut berjalan efektif, mimpi debut di panggung final Asia tidak mustahil terwujud.