Vancouver menjadi saksi bisu sejarah baru bagi tim nasional Swiss yang sukses melaju ke babak 16 besar Piala Dunia setelah mengalahkan Aljazair dengan skor 2-0 pada pertandingan yang digelar Kamis (2/7). Kemenangan ini menandai pencapaian signifikan bagi Swiss, karena ini merupakan kemenangan pertama mereka di fase gugur turnamen sejak tahun 1938. Sepanjang pertandingan, anak asuh Murat Yakin menunjukkan kedewasaan taktis yang luar biasa dalam meredam perlawanan Aljazair.
Strategi yang diterapkan Murat Yakin terbukti sangat efektif, terutama karena ia menghadapi pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, yang sudah sangat mengenal pola permainan Swiss setelah pernah melatih tim tersebut selama tujuh tahun. Yakin memilih untuk bermain disiplin, membiarkan lawan menguasai bola, namun tetap tajam saat melancarkan serangan balik cepat. Pendekatan ini berhasil menjebak Aljazair dalam permainan yang minim peluang bagi mereka namun sangat mematikan bagi Swiss.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-10 melalui skema serangan balik yang rapi. Johan Manzambi yang baru berusia 20 tahun berhasil menembus sisi kiri pertahanan Aljazair sebelum memberikan umpan matang kepada Breel Embolo. Tanpa kesulitan berarti, Embolo mengonversi peluang tersebut menjadi gol yang membangkitkan semangat seluruh tim. Keunggulan cepat ini memberikan kepercayaan diri tinggi bagi Swiss untuk mengontrol jalannya pertandingan.
Memasuki babak kedua, Swiss tidak mengendurkan serangan. Sesaat setelah peluit babak kedua dibunyikan, Dan Ndoye menggandakan keunggulan melalui tendangan terukur setelah memanfaatkan kesalahan sapuan bola dari pemain belakang Aljazair, Rafik Belghali. Gol ini seolah meruntuhkan mentalitas skuad Aljazair, yang dipimpin oleh kapten Riyad Mahrez, dalam upaya mengejar ketertinggalan hingga akhir pertandingan.
Sepanjang laga, Granit Xhaka berperan krusial sebagai dirigen di lini tengah, memastikan struktur pertahanan Swiss tetap solid. Meski Aljazair mencoba menekan, mereka kesulitan menembus blok pertahanan lima pemain tengah yang diterapkan Yakin saat tim kehilangan penguasaan bola. Frustrasi terlihat jelas di kubu Aljazair, terutama ketika peluang emas dari Ibrahim Maza dan upaya individu Mahrez gagal menemui sasaran.
Dengan kemenangan ini, Swiss akan melaju ke babak 16 besar dan dijadwalkan menghadapi pemenang antara Kolombia atau Ghana di Vancouver pada pekan depan. Embolo menekankan bahwa timnya harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras untuk menghadapi tantangan di babak berikutnya. Kemenangan ini bukan sekadar hasil statistik, melainkan bukti nyata transformasi taktis Swiss di panggung sepak bola internasional.