Persija Jakarta memasuki hari kelima training camp (TC) di Thailand dengan tantangan manajemen stamina yang krusial. Lima pemain inti — Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan — baru bergabung dengan tim Sabtu (15/8) setelah menyelesaikan misi bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kedatangan mereka menambah kekuatan, namun sekaligus memunculkan risiko kelelahan berlebih jika langsung dilempar ke sesi latihan penuh.
Shin Tae-yong, yang akrab disapa STY, menegaskan tidak akan memaksa kelima pemain tersebut mengikuti alur latihan reguler bersama pemain lain yang sudah beradaptasi sejak awal TC. "Kami akan memasukkan mereka ke dalam program latihan tersendiri," ujar pelatih asal Korea Selatan itu melalui wawancara video resmi klub. Alasannya jelas: mereka mengalami kelelahan signifikan, baik fisik maupun mental, setelah turnamen bertekanan tinggi di tingkat Asia Tenggara.
Keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Persija menyadari beban pertandingan padat yang dialami pemain-pemain Timnas selama pemusatan latihan di Bali hingga fase final AFF. Intensitas latihan ganda, tekanan hasil, dan perjalanan antar kota menciptakan beban kumulatif yang tidak bisa diabaikan. Bahkan Mauro Zijlstra, yang awalnya terpilih, harus mundur akibat cedera saat TC di Bali — bukti nyata betapa rapuhnya kondisi fisik pemain pasca komitmen internasional.
Di sisi lain, kehadiran lima pemain tersebut justru menjadi modal besar bagi STY untuk menguji skema taktis yang akan dipakai di Liga 1 musim depan. Rizky Ridho dan Jordi Amat membentuk benteng pertahanan tengah yang sudah terbiasa bermain bersama di tingkat nasional. Shayne Pattynama memberikan opsi sayap kiri yang dinamis, sementara Dony Tri Pamungkas dan Rayhan Hannan menambah variasi di lini tengah dan depan. Mengintegrasikan mereka ke dalam sistem tim menjadi prioritas, tetapi tidak dengan mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Program khusus yang dirancang STY difokuskan pada dua pilar: pemulihan kekuatan dasar (base strength) dan peningkatan kebugaran aerobik secara bertahap. Selama beberapa hari pertama, porsi latihan akan lebih ringan dengan penekanan pada mobility, aktivasi otot, dan latihan interval ringan. Targetnya, dalam satu minggu kedepan mereka siap bergabung penuh dalam sesi taktis dan laga uji coba tanpa risiko cedera berulang.
Persija dijadwalkan memainkan dua laga uji coba selama TC ini. Lawan pertama, Police Tero dari Liga 2 Thailand, akan dijadikan batu uji pada Rabu (19/8). Kemudian, tantangan lebih berat menanti di hadapan Chiangrai United — tim Liga 1 Thailand yang finis musim lalu di posisi tujuh — pada Sabtu (22/8). Kedua pertandingan ini menjadi momentum emas bagi STY untuk menilai kesiapan seluruh skuad, termasuk seberapa cepat lima pemain Timnas bisa diserahkan ke alur pertandingan kompetitif.
Pendekatan hati-hati ini mencerminkan kematangan manajemen tim di era STY. Musim lalu, Persija sering kehilangan pemain kunci akibat cedera kelelahan di tengah musim. Pelajaran pahit itu membuat komite teknis dan medis klub lebih proaktif. Data GPS dan monitoring detak jantung kini digunakan secara real-time untuk menyesuaikan beban latihan setiap individu, bukan hanya mengandalkan feeling pelatih.
Bagi penggemar Macan Kemayoran, keputusan ini menenangkan sekaligus menimbulkan harapan. Kehadiran Jordi Amat dan Rizky Ridho di lini belakang diharapkan memperkuat ketahanan tim yang musim lalu sering kebobolan di menit-menit kritis. Sementara Dony dan Rayhan, dua bakat muda yang bersinar di AFF, diharapkan membawa energi segar dan kreativitas di bagian depan. Kunci utamanya: mereka harus sehat sepanjang musim.
"Meskipun mereka sudah mendapatkan waktu istirahat, kami tetap ingin meningkatkan kekuatan dasar dan kebugaran mereka terlebih dahulu sebelum mereka bergabung dalam sesi latihan tim," tegas STY. Kalimat ini mengungkapkan falsafah jangka panjang: hasil instan dari memaksa pemain lelah jauh lebih berbahaya dibandingkan menunggu beberapa hari untuk kesiapan optimal. Ini adalah investasi pada kelangsungan performa, bukan sekadar kebutuhan sesaat.
Mengakhiri TC di Thailand, Persija akan pulang ke Jakarta dengan gambaran yang lebih jelas mengenai komposisi tim ideal untuk kick-off Liga 1. Integrasi lima putra Timnas ke dalam sistem STY akan menjadi naratif menarik di awal musim. Jika manajemen beban ini berhasil, Persija tidak hanya punya tim yang kuat di kertas, tapi juga skuad yang tahan lama secara fisik — prasyarat utama mengejar gelar juara yang sudah terlalu lama menunggu di Kemayoran.