Olahraga

STY Tegaskan Evaluasi Jangka Panjang Usai Persija Hancurkan PSMS 4-1

Ringkasan

  • Pelatih Persija Shin Tae-yong menolak terpancing euforia kemenangan besar 4-1 atas PSMS Medan di Piala Presiden 2026, menekankan penilaian pemain butuh konsistensi bukan sekadar satu laga.

Persija Jakarta meraih kemenangan pertama di ajang Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan PSMS Medan 4-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8). Hasil itu membuka peluang macan Kemayoran melaju ke babak semifinal, namun pelatih kepala Shin Tae-yong justru memilih tenang di tengah sorak pendukung.

Dua gol diciptakan oleh pemain muda Victor Dethan dan Agi Firmansyah, sementara dua gol lain berasal dari kontribusi pemain senior. Penampilan cemerlang duo muda itu sebenarnya layak jadi sorotan media, namun STY dengan tegas menolak terjebak dalam apa yang dia sebut "prank" — evaluasi terburu-buru berdasarkan satu pertandingan saja.

"Ya, harus dilihat dulu karena kita enggak bisa menilai dengan contoh satu pertandingan aja," ujar pelatih asal Korea Selatan itu di konferensi pers pasca laga. Sikapnya ini konsisten dengan filosofi coaching yang dibawanya sejak memimpin timnas Indonesia: membangun mentalitas jangka panjang, bukan kegeburan hasil instan.

Kemenangan ini bersejarah bagi STY secara pribadi. Ini adalah kemenangan pertamanya di pertandingan resmi bersama Persija di Piala Presiden 2026, setelah beberapa laga sebelumnya tim belum mampu mengumpulkan poin penuh. Ia mengakui rasa syukur atas semangat pantang menyerah seluruh pemain hingga menit terakhir.

"Oh ya, hari ini menang pertama kali di pertandingan resmi. Jadi saya sangat mengucapkan terima kasih kepada para pemain-pemain, apalagi para pemain-pemain muda juga," tuturnya sambil tersenyum tipis. Ekspresi wajahnya tetap datar, jauh dari kegembiraan berlebihan yang sering ditunjukkan pelatih lain setelah kemenangan besar.

Victor Dethan, pencetak salah satu gol, pun mengakui kebahagiaan tapi tetap realistis. "Saya sangat bersyukur kita bisa mendapatkan tiga poin yang paling penting sih menurut saya," kata gelandang berusia 23 tahun itu. Ia sadar perjalanan panjang masih menanti, terutama soal konsistensi performa di liga dan panggung internasional.

Konteks pertandingan ini tak bisa dilepaskan dari tekanan yang dihadapi Persija sejak awal musim. Tim ini mengalami awal musim yang menggigilkan di Liga 1, dengan hanya satu kemenangan dari lima laga pertama. Piala Presiden jadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri sebelum jeda internasional Oktober mendatang.

Di sisi lain, PSMS Medan yang diperkuat beberapa rekrutan baru justru tampil kacau di lini belakang. Empat gol yang diterima membuka pertanyaan besar soal kesiapan tim Sumatera Utara itu untuk bersaing di level lebih tinggi. Pelatih mereka, imam Riyadi, mengakui kekurangan fisik dan taktis pasca laga.

Kemenangan 4-1 ini juga mengubah dinamika Grup B. Persija kini mengumpulkan 4 poin dari dua laga, mengejar pemimpin grup Persebaya Surabaya yang sudah mengunci posisi dengan 6 poin. Laga terakhir fase grup melawan Persib Bandung akan jadi penentu nasib, mengingat lawan tradisional itu juga masih berpeluang lolos.

Analisis taktis menunjukkan STY mulai menerapkan pola 4-2-3-1 yang lebih fleksibel, dengan Dethan dan Agi diberi kebebasan bergerak di zona final third. Kedua pemain itu sering menukar posisi, membingungkan pertahanan PSMS yang cenderung statis. Variasi serangan jadi kunci, bukan sekadar andalan bola panjang ke penyerang tunggal.

Namun, tantangan nyata baru akan datang di babak semifinal nanti. Lawan potensial seperti Persib, Arema, atau Borneo FC memiliki kualitas tim yang jauh lebih seimbang dibanding PSMS. STY butuh solusi untuk masalah finishing yang masih terlihat — Persija menciptakan 14 tendangan tapi hanya 4 yang masuk gawang.

Proyeksi ke depan, manajemen Persija diharapkan tak tergoda untuk naikkan harga pemain muda seperti Dethan dan Agi di bursa transfer. Pengalaman musim lalu, di mana beberapa talenta muda dipaksa debut terlalu dini lalu performa menurun, harus jadi pelajaran. STY sendiri sudah menegaskan: "Proses tidak bisa dipaksakan."

Mengapa Ini Penting

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tapi uji nyata filosofi STY soal pengembangan pemain muda di tengah tekanan hasil. Jika ia benar-benar konsisten menahan euforia dan fokus pada proses, Persija bisa jadi model klub Indonesia yang seimbang antara performa jangka pendek dan regenerasi jangka panjang — hal yang jarang terwujud di era modern sepak bola lokal yang serakah instan.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
1 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit