Stjepan Loncar, gelandang baru Persija Jakarta, kini menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di Super League 2026/2027. Dengan harga pasar mencapai Rp20,8 miliar, pemain asal Kroasia ini unggul jauh dari kompetitornya. Posisinya di puncak daftar menandakan ambisi klub untuk kompetitif di kanci internasional maupun domestik.
Di posisi kedua, Thom Haye dari Persib Bandung tetap menjadi andalan meski nilainya turun dari sebelumnya. Harga pasarnya kini Rp15,6 miliar, masih cukup tinggi untuk seorang gelandang asal Belanda yang pernah membawa tim ke puncak klasemen. Sejumlah pemain baru juga mendominasi peringkat ini, menandakan strategi klub-klub besar untuk menggaet bakat internasional.
Brian Rubio, striker asal Meksiko yang bergabung dengan Garudayaksa FC, muncul sebagai sorotan baru. Dengan nilai pasar Rp13,9 miliar, pemain berusia 27 tahun ini diproyeksikan menjadi penyerang kunci. Kehadirannya menambah dimensi ofensif bagi tim yang ingin konsisten mencetak gol di depen.
Alexander Jeremejeff, penyerang Persija asal Swedia, juga mendapatkan nilai pasar tinggi. Pemain berusia 32 tahun yang datang dari Liga Yunani ini dihargai Rp13,9 miliar. Pengakuannya sebagai pemain berpengalaman diharapkan membawa stabilitas serangan bagi Persija di musim baru.
Mariano Peralta, penyerang baru Persib dari Borneo FC, naik signifikan hingga Rp13 miliar. Pemain asal Argentina ini diproyeksikan menjadi bagian penting lini serangan Tim Hijau. Kombinasinya dengan Haye dan pemain lokal lainnya menjadi kunci keberhasilan Persib di musim ini.
Miguel Pereira, winger kanan asal Portugal yang membela Persebaya Surabaya, masuk dengan nilai pasar Rp12,1 miliar. Pemain berusia 27 tahun yang pernah bermain di kasta kedua Liga Portugal ini diharapkan menambah kecepatan dan variasi serangan bagi Persebaya.
Juan Villa dan Njabulo Blom dari Borneo FC sama-sama dihargai Rp11,3 miliar. Villa sebagai pemain kunci musim lalu yang membawa tim hingga runner-up, dipertahankan nilainya tinggi. Blom, mantan pemain Afrika Selatan yang pernah bermain di Vietnam, menjadi investasi baru yang diharapkan memperkuat lini tengah.
Rizky Ridho, kapten Persija, naik dari Rp9,8 miliar menjadi Rp11,3 miliar. Pemain asal Belanda yang konsisten tampil bagi tim ini diakui sebagai simbol kepemimpinan dan pengalaman di skuad asing yang kompetitif.
Remco Balk, bek asal Belanda yang bermain untuk SC Cambuur, juga masuk dalam daftar dengan nilai Rp11,3 miliar. Kepemilikannya menunjukkan minat klub besar seperti Bali United untuk memperkuat lini pertahanan dengan pengalaman internasional.
Daftar ini mencerminkan transformasi pasar transfer Indonesia yang semakin terbuka bagi pemain asing berkualitas tinggi. Nilai-nilai yang ditempatkan justru menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap performa dan potensi mereka di kompetisi lokal.
Klub-klub besar seperti Persija, Persib, dan Borneo FC tampaknya tidak takut berinvestasi besar untuk meraih kesuksesan. Langkah ini juga menjadi indikator bahwa liga lokal semakin diminati oleh pemain yang ingin menapas di kanci kompetisi yang kompetitif dan terorganisir baik.
Namun, dinamika ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan. Dengan nilai transfer yang tinggi, tekanan pada kinerja pemain juga semakin besar. Kesuksesan musim ini akan menjadi tolak ukur apakah strategi ini terbukti menguntungkan.
Sementara itu, kehadiran pemain muda lokal tetap penting. Meski dominasi pasar oleh pemain asing, talenta homegrown seperti Rizky Ridho tetap menjadi aset strategis yang tidak bisa diremehkan. Keseimbangan antara penguatan asing dan pengembangan lokal menjadi kunci jangka panjang kejayaan kompetisi ini.
Menilik ke depan, daftar pemain termahal ini bisa berubah drastis tergantung dinamika transfer dan performa di musim kompetisi. Klub-klub yang konsisten berinvestasi dan mengoptimalkan skuadnya diperkirakan akan menjadi kandidat kuat untuk meraih gelar pada akhir musim ini.