Christchurch, 2 Juli – Tim nasional rugbi Prancis bersiap menghadapi tantangan berat dalam laga pembuka Kejuaraan Nations Championship melawan Selandia Baru atau All Blacks pada Sabtu ini. Dalam persiapan krusial ini, pelatih Prancis telah membuat keputusan penting dengan memberikan debut kepada lock Tom Staniforth dan memanggil kembali loosehead Jefferson Poirot, enam tahun setelah ia mengumumkan pensiun dari kancah internasional. Langkah ini menandai perpaduan pengalaman dan talenta baru dalam skuad Les Bleus yang akan berhadapan dengan salah satu tim terkuat di dunia.
Staniforth, pemain kelahiran Australia yang telah hijrah ke Prancis enam tahun lalu, akan menjalani debut Test-nya pada usia 31 tahun. Penampilannya di posisi lock menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap kemampuannya setelah bertahun-tahun bermain di liga domestik Prancis. Debutnya di usia yang relatif matang ini menjadi sorotan, mengingat kebanyakan pemain biasanya meraih cap internasional pertama mereka di usia yang lebih muda.
Sementara itu, kembalinya Jefferson Poirot, 33 tahun, menjadi narasi tersendiri. Ia terakhir kali mengenakan seragam timnas dalam 36 cap-nya pada tahun 2020 sebelum memutuskan undur diri dari arena internasional. Kala itu, Poirot menyebut kurangnya motivasi pasca Piala Dunia 2019 sebagai alasan utama. Namun, panggilan untuk kembali menghadapi All Blacks menunjukkan bahwa semangatnya telah pulih dan pengalamannya sangat dibutuhkan oleh tim. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan stabilitas dan kepemimpinan di lini depan.
Selain Staniforth dan Poirot, Prancis juga menyambut kembali winger Damian Penaud, yang sebelumnya tidak masuk skuad Six Nations tahun ini. Kecepatan dan ketajamannya diyakini akan menambah daya gedor serangan Prancis. Di posisi fullback, Max Spring akan mendapatkan cap keduanya, empat tahun setelah debutnya melawan negara asal ayahnya. Ini menunjukkan kesempatan bagi pemain muda untuk membuktikan diri di panggung internasional.
Absennya kapten utama Antoine Dupont karena cedera, membuat scrumhalf Maxime Lucu dipercaya untuk mengemban tugas sebagai kapten tim. Lucu, yang akan memimpin rekan-rekannya, diharapkan mampu menjaga kekompakan dan strategi tim di lapangan. Komposisi tim juga menarik perhatian; delapan pemain berasal dari juara Eropa, Bordeaux Begles. Ini karena para pemain dari finalis Top 14 akhir pekan lalu – Toulouse dan Montpellier – tidak dilibatkan dalam pertandingan ini setelah terlambat bergabung dengan skuad. Situasi ini memberikan peluang bagi pemain dari klub lain untuk unjuk gigi.
Prancis memilih formasi 5-3 untuk pemain cadangan, dengan lima forward dan tiga back. Formasi ini menunjukkan fokus pada kekuatan lini depan dan kemungkinan rotasi strategis. Hooker Clermont, Barnabé Massa, diperkirakan akan mendapatkan cap internasional pertamanya dari bangku cadangan. Potensi debut ini menambah daftar wajah baru yang akan merasakan ketatnya persaingan di level internasional.
Berikut adalah susunan lengkap tim Prancis untuk pertandingan melawan Selandia Baru: 15-Max Spring, 14-Damian Penaud, 13-Fabien Brau-Boirie, 12-Yoram Moefana, 11-Theo Attissogbe, 10-Matthieu Jalibert, 9-Maxime Lucu (kapten), 8-Marko Gazzotti, 7-Oscar Jegou, 6-Pierre Bochaton, 5-Tom Staniforth, 4-Hugo Auradou, 3-Demba Bamba, 2-Maxime Lamothe, 1-Jefferson Poirot. Pemain Pengganti: 16-Barnabé Massa, 17-Reda Wardi, 18-Regis Montagne, 19-Mickael Guillard, 20-Killian Tixeront, 21-Nolann Le Garrec, 22-Antoine Hastoy, 23-Nicolas Depoortere.