Spanyol berhasil mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 dalam laga perebut tiket empat besar yang berlangsung sengit di Stadion MetLife, New Jersey, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini dicatat sebagai kemenangan ketujuh beruntun La Roja di turnamen ini, meneguhkan status mereka sebagai salah satu favorit utama merebut gelar dunia ketiga dalam sejarah mereka.
Laga berlangsung sangat terbuka sejak menit awal dengan Spanyol menguasai posse bola hingga 68 persen di babak pertama, namun Belgia justru yang pertama menciptakan ancaman nyata melalui konter kilat. Gol pembuka dicetak Fabian Ruiz pada menit ke-30 melalui kolaborasi indah di sayap kiri: Pedro Porro mengirimkan umpan silang presisi, Dani Olmo melepaskan tembakan yang diblokir Thibaut Courtois, dan bola liar itu diselesaikan dengan tenang oleh Fabian Ruiz dari jarak dekat. Gol ini menjadi yang keempat bagi gelandang PSG tersebut di turnamen ini, menempatkannya sebagai top scorer tim bersama Lamine Yamal.
Belgia tidak diam dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-41 lewat Charles De Ketelaere. Bek kanan Timothy Castagne mengirimkan umpan melengkung dari sisi kanan yang disundul sempurna oleh pemain AC Milan itu, meninggalkan Unai Simon tanpa daya. Gol tersebut menjadi yang pertama yang diterima Spanyol di babak pertama sepanjang Piala Dunia 2026, sekaligus membuka mata bahwa pertahanan juara Euro 2024 ini masih memiliki celah saat dihadapkan pada striker bergaya fisik.
Perlawanan kedua berlangsung lebih kencang dengan Thibaut Courtois menjadi tokoh utama. Kiper Real Madrid itu menyelamatkan Belgia minimal tiga kali dari tembakan berbahaya Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal. Namun, pada menit ke-71, Courtois terpaksa keluar mendadak setelah mengeluhkan cedera otot hamstring kiri saat mendarat menjatuhkan bola tinggi. Kehilangan kiper andalan ini menjadi titik balik psikologis bagi Timnas Belgia.
Luis de la Fuente kemudian memainkan kartu jokernya: Mikel Merino digantikan Nico Williams pada menit ke-86. Keputusan ini terbukti brilian hanya dua menit kemudian. Pau Cubarsi—bek muda Barcelona yang dipakai sebagai pengganti Robin Le Normand yang diskors—melepaskan tembakan jarak jauh yang tidak sempat ditangkap sempurna oleh kiper pengganti Senne Lammens. Merino, dengan insting penyerang sejati, paling cepat bereaksi mendorong bola liar ke gawang kosong. Gol ke-2 Merino di turnamen ini—keduanya sebagai pemain pengganti—mengulang skenario heroiknya di perempat final Euro 2024 lawan Jerman.
Secara statistik, Spanyol mendominasi dengan 19 tembakan (7 ke gawang) lawan 8 tembakan Belgia (3 ke gawang), serta 722 operan dengan akurasi 91 persen. Namun, angka xG (expected goals) hanya 1.87 vs 0.92, menunjukkan efisiensi finishing Belgia yang cukup tinggi meski peluang minim. Kehadiran 70.492 penonton—mayoritas mendukung Spanyol—menciptakan suasana seperti laga kandang bagi La Roja.
Kemenangan ini membawa Spanyol menghadapi pemenang laga Prancis vs Portugal di semifinal. Bagi Belgia, eliminasi ini menutup era 'Generasi Emas' mereka yang bermula 2014. Kevin De Bruyne (35 tahun), Jan Vertonghen (39), dan Thibaut Courtois (34) kemungkinan besar tidak akan tampil di Piala Dunia 2030. Charles De Ketelaere (23) dan Arthur Vermeeren (19) menjadi harapan baru Red Devils.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menawarkan pelajaran taktis berharga: kemampuan manajer untuk membaca alur pertandingan melalui substitusi tepat waktu (Merino, Cubarsi) serta ketahanan mental tim muda Spanyol yang rata-rata berusia 24,3 tahun. Lamine Yamal (18) terus membuktikan dia bukan sekadar bintang masa depan, tapi penentu pertandingan di panggung terbesar saat ini. Semifinal akan menjadi ujian karakter berikutnya bagi proyek regenerasi Luis de la Fuente.