Tim nasional skateboard Indonesia menetapkan target tiga medali pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, yang terdiri atas satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk pesta olahraga Asia tersebut, Todotua Pasaribu, menyampaikan target itu saat melakukan visitasi perdana ke pemusatan latihan cabang olahraga di Bali pada Kamis (16/7).
Proyeksi medali emas diletakkan pada Basral Graito, peraih emas nomor street putra di SEA Games 2025 Thailand. Sementara itu, Ni Wayan Malana Fairbrother yang membawa perak street putri di ajang sama diproyeksikan menyumbang perunggu. Todotua menilai perkembangan latihan kedua atlet tersebut selama pemusatan di Bali berjalan sesuai rencana.
Target ini lahir dari evaluasi performa atlet Indonesia di SEA Games 2025 yang menunjukkan progres signifikan di discipline street. Pada Asian Games edisi sebelumnya, Indonesia hanya meraih perak nomor street putra melalui Sanggoe Darma Tanjung. Lonjakan prestasi di tingkat Asia Tenggara menjadi dasar optimisme tim pelatih untuk melangkah lebih jauh ke level Asia.
Skateboard memang baru masuk jajaran cabang olahraga yang mendapat perhatian serius dari pemerintah dan induk organisasi dalam beberapa tahun terakhir. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebelumnya menargetkan skateboard bisa bersinar tidak hanya di Asian Games, tetapi juga Olimpiade. Hal itu mendorong pembinaan sistemik sejak usia dini hingga level elite.
Persiapan menuju Aichi-Nagoya tidak hanya soal teknik, tetapi juga penyesuaian karakter lintasan. Pelatih kepala Anthony Adam Caya menjelaskan bahwa arena street dan park di Jepang memiliki standar internasional yang berbeda dengan fasilitas di Indonesia. Tim masih menunggu rampungnya konstruksi venue di Aichi-Nagoya untuk memetakan strategi penyesuaian.
Delapan atlet dipersiapkan untuk Asian Games 2026 dengan komposisi dua nama per nomor, yakni street putra, street putri, park putra, dan park putri. Mereka berlatih di sejumlah skatepark di Bali seperti Amplitude, Motion, dan Kuta. Arena Amplitude menjadi opsi utama karena memadukan lintasan street dan park dalam satu kawasan.
Tantangan terbesar datang dari kekuatan Asia Timur. Jepang dan Korea Selatan dihuni skater papan atas dunia yang rutin mendominasi kejuaraan internasional. Anthony mengakui persaingan akan ketat, namun menekankan bahwa persiapan Indonesia dilakukan dengan intensitas harian yang setara. Latihan fisik tambahan seperti surfing bagi Malana juga diterapkan demi meningkatkan keseimbangan dan kekuatan kaki.
Bagi ekosistem olahraga Indonesia, target tiga medali ini menjadi sinyal bahwa skateboard bukan lagi sekadar olahraga jalanan marginal. Subkultur yang dulu dipandang sebelah mata kini masuk hitungan prestasi negara. Munculnya role model seperti Basral dan Malana berpotensi menarik minat sponsor lokal dan mempercepat pembangunan skatepark di berbagai daerah.
Dampaknya melampaui medali. Ketika skateboarder Indonesia berlaga di panggung Asia, industri peralatan lokal ikut terdorong. Beberapa merek papan dan apparel Tanah Air mulai bermunculan, meski masih kalah pamor dari brand internasional. Prestasi atlet bisa menjadi katalis bagi konsumsi produk dalam negeri di kalangan pecinta skateboard.
Todotua Pasaribu menegaskan keyakinan tim terhadap Basral dan Malana. “Kami cukup meyakini, insya Allah Basral kami prediksi emas, Malana perunggu,” ujarnya. Pernyataan itu sekaligus menutup spekulasi soal turunnya target menjadi sekadar partisipasi.
Anthony Adam Caya menambahkan ambisinya secara pribadi. “Target saya ingin dapat emas kalau bisa. Cuma ini di Jepang, jadi kerja keras dulu,” kata pelatih tersebut. Ia mengingatkan bahwa waktu persiapan harus digunakan optimal sebelum venue resmi di Jepang bisa dipakai untuk adaptasi.
Ke depan, langkah krusial adalah pemetaan lawan dan simulasi lintasan. Begitu arena di Aichi-Nagoya selesai, tim pelatih akan menyesuaikan program latihan dengan kemiringan dan material obstacle. Peningkatan peringkat dunia Basral juga menjadi jalur tersendiri menuju kualifikasi Olimpiade, sehingga Asian Games 2026 berfungsi sebagai ujian sekaligus batu loncatan.
Tren skateboard di Indonesia diprediksi terus menanjak seiring dukungan publik dan media. Keikutsertaan di Asian Games dengan target medali jelas akan mengubah wajah pembinaan. Jika target tercapai, skateboard berpeluang masuk prioritas utama dalam anggaran olahraga nasional untuk siklus Olimpiade berikutnya.