Matchday kedua fase grup Piala AFF 2026 telah berakhir pada akhir pekan lalu, menyisakan klasemen yang mulai jelas di kedua grup. Singapura memetik enam poin dari dua laga usai mengalahkan Kamboja 2-1 dan Timor Leste 2-0, menempatkan The Lions di puncak Grup A.
Vietnam dan Indonesia masing-masing baru memainkan satu pertandingan dan mengoleksi tiga poin. Vietnam menghancurkan Timor Leste 7-0, sedangkan Indonesia menundukkan Kamboja 5-1 pada debutnya. Kamboja dan Timor Leste masih tanpa poin setelah dua laga.
Di Grup B, Malaysia menjadi satu-satunya tim dengan catatan sempurna usai mengalahkan Myanmar 2-1 dan Laos 4-0, mengumpulkan enam poin. Thailand baru main sekali dan menang telak 5-0 atas Laos, sementara Myanmar meraih tiga poin dari kemenangan 4-1 atas Filipina. Filipina dan Laos masih kosong poin.
Piala AFF 2026 mengadopsi format dua grup masing-masing berisi lima tim, di mana dua teratas setiap grup melaju ke semifinal. Setiap tim akan bermain empat laga pada fase grup, sehingga masih ada ruang pergerakan besar bagi negara-negara yang baru menyelesaikan satu atau dua pertandingan.
Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga Grup A dengan peluang terbuka lebar untuk lolos. Skuad Garuda berikutnya dijadwalkan menghadapi Timor Leste pada 31 Juli, lalu bertemu Vietnam pada 3 Agustus, dan menutup fase grup melawan Singapura pada 7 Agustus.
Kemenangan atas Timor Leste dianggap sebagai tugas wajib mengingat lawan tersebut belum mencetak gol di turnamen ini. Namun, laga kontra Vietnam akan menjadi uji nyata karena Vietnam menunjukkan daya ledak ofensif dengan tujuh gol dalam satu pertandingan.
Malaysia tampil dominan di Grup B dengan dua kemenangan yang dibangun dari pertahanan rapat dan transisi cepat. Pelatih Harimau Malaya, Pau Martnez, telah mengubah sistem menjadi lebih fleksibel, memanfaatkan sayap cepat dan penyerang tengah yang tajam.
Thailand meski baru sekali main, menunjukkan kualitas juara bertahan lewat kemenangan 5-0 atas Laos. Tim Changsuek diharapkan akan semakin tajam saat menghadapi Malaysia pada 1 Agustus, laga yang bisa menentukan pemimpin grup.
Jadwal matchday selanjutnya padat: Grup A akan digelar pada 31 Juli (Timor Leste vs Indonesia, Vietnam vs Singapura), 3 Agustus (Kamboja vs Timor Leste, Indonesia vs Vietnam), dan 7 Agustus (Vietnam vs Kamboja, Singapura vs Indonesia). Sementara Grup B berlangsung 1 Agustus (Laos vs Filipina, Thailand vs Malaysia), 4 Agustus (Myanmar vs Laos, Filipina vs Thailand), dan 8 Agustus (Thailand vs Myanmar, Malaysia vs Filipina).
Hasil laga Indonesia versus Vietnam pada 3 Agustus kemungkinan besar menentukan nasib kedua tim tersebut. Jika Indonesia mampu meraih poin penuh, posisi kedua Grup A akan sangat dekat di tangan, mengingat Singapura sudah memiliki enam poin dan jadwal tersisa relatif ringan.
Di sisi lain, Malaysia hanya butuh satu poin dari dua laga tersisa untuk memastikan tempat di semifinal, sedangkan Thailand harus memanfaatkan laga lawan Myanmar dan Filipina untuk mengejar poin yang dibutuhkan. Perlawanan antara Thailand dan Malaysia pada 1 Agustus akan menjadi indikator kekuatan relatif kedua favorit ini.
Secara keseluruhan, kompetisi ini masih terbuka dan penuh drama. Indonesia memiliki kendali nasib sendiri sendiri, sementara Malaysia tampil sebagai tim paling konsisten sejauh ini. Pekan-pekan mendatang akan menjawab siapa yang benar-benar layak melangkah ke babak empat besar.